Enviro Craft di ARCH:ID 2026: Ketika Anyaman Rotan Sintetis Menjadi Bahasa Arsitektur Masa Kini

Rotan sintetis kini melampaui perannya sebagai material furnitur. Di ARCH:ID 2026, Enviro Craft membuktikan bahwa material ini mampu membentuk ruang, menciptakan pengalaman, dan membuka kemungkinan baru dalam dunia arsitektur.

Tampak depan booth Enviro Craft di ARCH ID 2026
Instalasi After Tempo karya Spatial Sonata untuk Enviro Craft di ARCH:ID 2026 dengan eksplorasi rotan sintetis. (Foto: IST, Dok. Enviro Craft)

Ranahrumah.com – TREN | Ada banyak cara sebuah material berbicara. Ada yang hadir secara halus sebagai detail, ada pula yang tampil dominan dan membentuk keseluruhan pengalaman ruang. Di ARCH:ID 2026, Enviro Craft memilih cara yang kedua.

Lewat instalasi bertajuk After Tempo, brand spesialis rotan sintetis premium ini menunjukkan bagaimana sebuah material dapat berkembang jauh melampaui fungsi awalnya. Rotan sintetis tak lagi sekadar elemen dekoratif, melainkan menjadi bahasa arsitektur yang utuh—membingkai, membentuk, dan menghidupkan ruang.

Dirancang oleh Spatial Sonata, booth ini menjadi sebuah perjalanan spasial yang memikat. Anyaman rotan sintetis hadir dari skala terbesar hingga detail terkecil, menciptakan harmoni antara tekstur, struktur, dan pengalaman.

“Kami percaya bahwa desain yang hebat tidak hanya dilihat, namun juga dirasakan. Setiap anyaman, setiap tekstur, dan setiap skala instalasi yang kami hadirkan di ARCH:ID membawa komitmen yang sama, yaitu desain yang berintegritas, kualitas pengerjaan, dan perhatian tanpa henti terhadap setiap detail yang diperlukan. Melalui ‘After Tempo’ dan produk baru kami, yaitu Enviroof dan Overlines, kami mengundang Anda untuk memiliki pengalaman dan merasakan apa yang dapat dihasilkan dari material synthetic rattan,” ungkap Stanford S., Founder dan Direktur Enviro Craft.

Baca Juga: Overlines, Koleksi Furniture Rotan Sintetis untuk Gaya Hidup Masa Kini

Pintu masuk booth melalui lorong dengan dekorasi partisi rotan sintetis yang memberi pengalaman intim dan hangat. (Foto: Erly/Ranahrumah.com)

After Tempo: Ketika Rotan Sintetis Membentuk Ruang

Nama After Tempo menggambarkan ritme yang terus bergerak. Sebuah eksplorasi tentang bagaimana garis, bidang, dan tekstur berinteraksi untuk menciptakan ruang yang hidup.

Booth ini dirancang dengan dua akses masuk, merespons konfigurasi ruang yang memiliki dua sisi muka. Pengunjung dapat memilih memasuki lorong yang lebih intim atau bukaan menyerupai terowongan yang perlahan mengantar menuju ruang yang lebih terbuka.

Transisi ini menjadi bagian dari pengalaman. Anyaman rotan sintetis vertikal dan horizontal memandu arah langkah. Sementara itu, bidang melengkung dan bersudut memperlihatkan fleksibilitas luar biasa dari rotan sintetis sebagai material arsitektural.

Baca Juga: Tak Menghasilkan Limbah, Ini Cara Menggunakan Material Bambu hingga Awet Ratusan Tahun

Material yang Menghidupkan Pengalaman

Di dalamnya, pengunjung akan menemukan dua area utama. The Chamber menghadirkan ruang dengan penekanan vertikal dramatis melalui plafon setinggi 3,6 meter. Sementara The Lounge menawarkan suasana yang lebih santai, hangat, dan interaktif.

Di kedua zona ini, material inovatif rotan sintetis tampil konsisten sebagai elemen utama. Ia hadir pada fasad, plafon, partisi, furnitur, hingga elemen pencahayaan. Kehadirannya terasa menyatu, menghadirkan pengalaman ruang yang kohesif dan berkarakter.

“After Tempo adalah eksplorasi material yang benar-benar hidup. Kami ingin pengunjung merasakan bagaimana anyaman tidak hanya melingkupi ruang, namun menciptakan ruang itu sendiri,” ujar Eric Ekaputra Wijaya, Owner Spatial Sonata.

Inovasi pengaplikasian rotan sintetis dari Enviro Craft untuk furnitur dan elemen interior lainnya. (Foto: IST, Dok. Enviro Craft)

Inovasi yang Terus Berkembang

Partisipasi Enviro Craft di ARCH:ID 2026 juga menjadi momentum peluncuran dua inovasi terbaru: Enviroof, solusi atap rotan sintetis, dan Overlines, koleksi furnitur hasil kolaborasi dengan Barca Living serta OBSSESSIONSS.

Keduanya memperlihatkan bagaimana rotan sintetis terus berkembang, menjawab kebutuhan desain modern yang menuntut keindahan, daya tahan, dan fleksibilitas.

Dengan ketahanan terhadap cuaca, sinar UV, jamur, dan serangga, rotan sintetis menawarkan keunggulan yang sulit ditandingi material alami. Estetikanya hangat, performanya andal, dan aplikasinya hampir tak berbatas.

Baca Juga: Enviroof, atap Rotan Sintetis dengan Pesona Tropis dan Daya Tahan Modern

(Ki-Ka) James (Direktur Barca Living), Stanford S. (Founder dan Direktur Enviro Craft), Eric Ekaputra (Owner Spatial Sonata), serta Karen Irene (Product Designer OBSSESSIONSS) dalam talkshow interaktif Enviro Craft di ARCH:ID 2026. (Foto: Erly/Ranahrumah.com)

“Enviro Craft akan terus berinovasi dalam mengembangkan produk-produk anyaman rotan sintetis asal Indonesia di masa mendatang karena adanya dukungan hilirisasi untuk mengembangkan produk synthetic rattan yang tahan cuaca dan mudah dirawat serta desain unik di pasar global. Oleh karena itu, kami selalu terbuka untuk setiap kesempatan berkolaborasi dengan arsitek dan desainer interior di Indonesia, maupun internasional,” pungkas Stanford S.

Kehadiran Enviro Craft di ARCH:ID 2026 menegaskan satu hal: masa depan material ada pada inovasi yang mampu menyatukan estetika, performa, dan pengalaman.(RR)

Baca Juga: Cara Hadirkan Suasana Hangat dan Romantis dengan Gaya Farmhouse

Cek berita dari inovasi produk baru, ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom