Ketika Cahaya Ikut Membentuk Masa Depan Kota

Ketika kota semakin padat dan bangunan dituntut lebih efisien, pencahayaan berkembang dari sekadar penerangan menjadi bagian dari cara kita menciptakan kota yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

diskusi panel pada Signify Innovation Day 2026
Sesi Panel Diskusi pada Signify Innovation Day - (ki-ka) Prasetyo Adi, Vice Chairman Green Building Council Indonesia sebagai moderator, Christina Ng, CFM, LEED Green Associate, Director Facilities Management, PT Colliers International Indonesia; Satrio Prakoso, President of IS2P; Stefanus Yonathan Astayasa, Chief Business Officer, PT MNC Tourism Indonesia Tbk; serta Gregorius Wahyu Kurniawan, Head of Sales Intelligent Building Segment, (Foto: Signify Indonesia)

Ranahrumah.com -TREN | Selama ini pencahayaan mungkin lebih sering dipandang sebagai kebutuhan dasar: membuat jalan terlihat, menerangi gedung, atau memastikan sebuah ruang dapat digunakan dengan nyaman. Namun, ketika kota semakin padat dan bangunan dituntut bekerja lebih efisien, peran cahaya berkembang jauh lebih besar.

Cahaya dapat membuat jalan lebih aman, ruang publik lebih nyaman, aktivitas ekonomi berlangsung lebih panjang, sekaligus membantu kota dan bangunan menggunakan energi secara lebih bijak.

Gagasan inilah yang menjadi benang merah Signify Innovation DayLight the Future, yang berlangsung di Jakarta, 2 September 2026. Melibatkan pemangku kepentingan dari berbagai sektor, Signify mengajak melihat pencahayaan sebagai bagian dari upaya membangun kota yang lebih cerdas dan layak huni, sekaligus bangunan yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan masa depan.

Baca Juga: Signify Menjadi Penyedia Lampu Sorot Pilihan FIFA

Dari Lampu Jalan hingga Kehidupan Sebuah Kota

Bayangkan sebuah jalan kota pada malam hari.

Pencahayaan yang baik bukan hanya membuat permukaan jalan terlihat. Ia membantu pengendara dan pejalan kaki merasa lebih aman, mendukung mobilitas, dan membuat kawasan tetap hidup setelah matahari terbenam.

Dalam skala yang lebih luas, pencahayaan jalan yang terkoneksi juga dapat membantu pengelola mengetahui kondisi lampu, mengatur tingkat terang sesuai kebutuhan, hingga mengurangi penggunaan energi ketika aktivitas di suatu kawasan mulai berkurang.

Di sinilah konsep smart & liveable city menjadi relevan. Teknologi tidak hanya digunakan untuk membuat kota semakin pintar, tetapi juga untuk membuatnya semakin nyaman dihuni.

Pada Signify Innovation Day, pembahasan mengenai Future of Smart & Liveable Cities: Driving Sustainability Through Innovation and Circularity mempertemukan pemerintah, perencana, pengelola infrastruktur, dan industri.

Salah satu contoh yang dibahas adalah transisi menuju pencahayaan LED dan sistem pencahayaan pintar pada Penerangan Jalan Umum (PJU) DKI Jakarta.

Perubahan semacam ini menunjukkan bahwa pencahayaan dapat menjadi bagian dari infrastruktur kota yang lebih efisien. Ketika penggunaan energi dapat dikelola dengan lebih baik dan pemeliharaan dapat dilakukan berdasarkan data, manfaatnya bukan hanya soal lampu yang menyala lebih terang atau lebih hemat.

Ada biaya operasional yang dapat dikendalikan, sumber daya yang lebih efisien, dan lingkungan kota yang dapat dirancang dengan lebih baik.

Baca Juga: Siginfy “Kampung Terang Hemat Energi” Berikan Akses Listrik untuk Pulau Buru

Cahaya juga Punya Hubungan dengan Ekonomi

Kota yang nyaman dan aman tidak hanya menyenangkan bagi penghuninya. Ia juga menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas ekonomi.

Ruang publik yang diterangi dengan baik membuat orang lebih nyaman beraktivitas. Kawasan komersial dapat tetap hidup pada malam hari. Area wisata, taman kota, fasad bangunan, hingga ruang terbuka dapat memiliki karakter yang berbeda melalui pencahayaan.

Artinya, cahaya dapat ikut membentuk pengalaman sebuah tempat. Karena itu, pencahayaan masa depan tidak lagi berhenti pada pertanyaan, “Seberapa terang lampunya?”

Pertanyaannya berkembang menjadi: untuk siapa cahaya itu digunakan, bagaimana cahaya bekerja, berapa banyak energi yang dibutuhkan, dan manfaat apa yang bisa diberikan kepada lingkungan sekitarnya?

Lucas Ardhana, Director – Commercial Leader Of Professional Business, Signify Indonesia di acara Signify Innovation Day 2026 – Light the Future. (Foto; Signify Indonesia)

Bangunan Masa Depan juga Membutuhkan Cahaya yang Lebih Pintar

Persoalan serupa terjadi di dalam bangunan.

Kantor, hotel, pusat perbelanjaan, fasilitas olahraga, rumah sakit, hingga data center memiliki kebutuhan pencahayaan yang berbeda. Bangunan modern juga semakin dituntut efisien, nyaman bagi penggunanya, serta mampu beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan.

Dalam sesi Achieving Sustainability Goals and Business Growth Through Future-Ready Buildings, Signify mempertemukan pelaku industri properti, hospitality, fasilitas, ESG, dan green building untuk membicarakan hal tersebut.

Pencahayaan menjadi salah satu elemen yang relatif mudah dikembangkan menjadi lebih cerdas karena dapat terhubung dengan sensor dan sistem pengelolaan bangunan.

Lampu, misalnya, dapat merespons keberadaan manusia atau kondisi cahaya alami. Area yang tidak digunakan tidak harus terus-menerus berada pada tingkat pencahayaan yang sama. Di ruang kerja, data dari sensor bahkan dapat membantu pengelola memahami bagaimana sebuah ruang digunakan.

Dengan demikian, pencahayaan tidak hanya menghasilkan cahaya. Ia juga menghasilkan informasi. Dan informasi tersebut dapat membantu sebuah bangunan bekerja lebih efisien.

Baca Juga: Komitmen Signify Indonesia untuk Keberlanjutan dan Aksi Iklim melalui Teknologi Pencahayaan Unggulan

Menuju Net Zero, Dimulai dari Hal-Hal yang Digunakan Setiap Hari

Indonesia menargetkan pencapaian Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat. Untuk mencapai tujuan sebesar itu, perubahan tentu tidak cukup dilakukan melalui satu teknologi atau satu sektor.

Efisiensi energi di gedung dan infrastruktur menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

Signify melihat pencahayaan sebagai salah satu area yang dapat berkontribusi melalui peralihan menuju LED yang lebih efisien, sistem pencahayaan terkoneksi, sensor, serta pengelolaan pencahayaan berbasis data.

Dalam pandangan Signify, teknologi tersebut menjadi bagian dari konsep “Light Beyond Illumination”—bahwa cahaya memiliki manfaat yang melampaui fungsi menerangi.

Cahaya dapat membantu manusia merasa aman dan nyaman. Membantu sebuah bisnis beroperasi lebih efisien. Membantu kota mengelola infrastrukturnya. Dan, ketika digunakan dengan tepat, membantu mengurangi penggunaan energi serta dampak lingkungan.

Light The Future: Melihat Cahaya dengan Cara Berbeda

Pada akhirnya, masa depan pencahayaan mungkin bukan tentang menciptakan lampu yang semakin terang.

Justru sebaliknya: tentang menciptakan cahaya yang semakin tepat.

Tepat ketika dibutuhkan, tepat di tempat yang membutuhkan, tepat tingkat terangnya, dan tepat dengan kebutuhan manusia maupun lingkungan.

Melalui Signify Innovation Day – Light the Future, gagasan tersebut terasa semakin relevan. Karena ketika kota, bangunan, dan kehidupan manusia berubah, pencahayaan pun perlu ikut berubah.

Bukan lagi sekadar membuat kita bisa melihat dalam gelap, tetapi ikut membantu menciptakan kota yang lebih aman, ruang yang lebih nyaman, bangunan yang lebih efisien, dan masa depan yang lebih berkelanjutan. (*)

Catatan Ranahrumah

Pencahayaan sering kali menjadi elemen yang baru terasa penting ketika tidak bekerja dengan baik. Padahal, cahaya secara diam-diam memengaruhi bagaimana kita bergerak, merasa aman, menikmati sebuah ruang, bahkan menggunakan energi.

Karena itu, masa depan pencahayaan menarik bukan semata karena lampunya semakin canggih, tetapi karena cahaya mulai menjadi bagian dari cara kita merancang kehidupan. (RR)

Cek berita dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom