Teknologi Perlu Memberi Manfaat yang Terasa
Tujuan akhir pertumbuhan ekonomi digital perlu diterjemahkan menjadi manfaat bagi masyarakat. Teknologi yang berkembang pesat belum tentu langsung memperbaiki pengalaman pengguna atau memudahkan kegiatan usaha jika penerapannya tidak sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyoroti pentingnya memastikan teknologi terkini, termasuk AI, benar-benar memberi manfaat bagi UMKM, industri, dan masyarakat.
Telkomsel membawa tiga fokus bisnis untuk mendukung arah tersebut. Pertama, memperkuat Customer Experience agar layanan menjadi lebih mudah, personal, dan aman. Kedua, mengembangkan Digital Ecosystem yang membuka ruang kolaborasi dan kesempatan bertumbuh. Ketiga, menghadirkan solusi Beyond Connectivity untuk menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri.
Ketiga fokus ini memperlihatkan bahwa konektivitas saja tidak cukup. Teknologi perlu diterjemahkan menjadi layanan dan solusi yang membantu pengguna menyelesaikan persoalan mereka.
Bagi UMKM, misalnya, perkembangan ekosistem digital berpotensi membuka akses terhadap pelanggan, layanan, dan peluang kolaborasi yang lebih luas. Bagi masyarakat, layanan digital yang lebih mudah digunakan dan aman dapat membantu berbagai aktivitas sehari-hari.
Namun, manfaat tersebut tidak hadir secara otomatis hanya karena teknologi tersedia. Diperlukan layanan yang sesuai kebutuhan, pelaku usaha yang mampu memanfaatkannya, serta ekosistem yang mendukung penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.
Melalui Bali Tech Week 2026, Telkomsel berharap kapabilitas pemerintah, industri, inovator, dan investor dapat dipertemukan untuk membangun kemitraan serta menghasilkan solusi konkret.
Perspektif serupa disampaikan Chief Executive Officer GoTo, Hans Patuwo. Menurutnya, teknologi yang dikembangkan perusahaan perlu memberikan manfaat nyata bagi pelanggan, mitra pengemudi, dan mitra merchant.
Hans menekankan bahwa pertumbuhan para pengguna dan mitra usaha tersebut turut berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karena itu, penguatan ekosistem teknologi perlu disertai upaya menyiapkan talenta, membangun iklim investasi, dan menghadirkan kebijakan yang mendukung perkembangan industri.
Pandangan ini penting karena perusahaan teknologi tidak berdiri sendiri. Pertumbuhan bisnisnya berhubungan dengan banyak pihak, mulai dari pelanggan dan pekerja hingga pelaku UMKM yang menggunakan platform digital untuk menjalankan usaha.
Jika ekosistem berkembang secara sehat, peluang yang terbuka bukan hanya pertumbuhan perusahaan teknologi, melainkan juga kesempatan bagi pelaku usaha lain untuk memperluas pasar dan mengembangkan bisnisnya.
Karena itu, keberhasilan transformasi digital tidak cukup diukur dari jumlah layanan atau teknologi baru yang diluncurkan. Perlu dilihat pula sejauh mana teknologi tersebut membantu kegiatan ekonomi, memperluas kesempatan, dan menjawab kebutuhan penggunanya.
Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga: Tiga Arah Transformasi Digital
Bali Tech Week 2026 sejalan dengan tiga arah utama transformasi digital Komdigi, yaitu Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga.
Ketiganya tidak berdiri sendiri. Konektivitas membuka kesempatan untuk mengakses teknologi dan pasar. Kesempatan tersebut perlu diikuti pertumbuhan usaha dan inovasi. Sementara itu, pertumbuhan yang berkelanjutan membutuhkan ekosistem yang aman, tepercaya, dan memiliki kepastian regulasi.
Terhubung: Membuka Akses dan Memperluas Kolaborasi
Terhubung berarti mempertemukan pelaku ekosistem digital Indonesia dengan jejaring teknologi, talenta, dan investasi global.
Dalam konteks Bali Tech Week, arah ini diwujudkan melalui pertemuan pemerintah, industri, startup, investor, dan komunitas teknologi dari berbagai negara. Pertemuan tersebut diharapkan membuka akses terhadap mitra, pengetahuan, dan peluang pasar yang mungkin sulit dijangkau jika pelaku usaha bergerak sendiri.
Bagi perusahaan Indonesia, jejaring internasional dapat menjadi pintu untuk menjajaki pasar baru, mencari mitra pengembangan teknologi, atau memperluas peluang investasi.
Bagi masyarakat, manfaatnya berpotensi muncul ketika kolaborasi tersebut berkembang menjadi layanan, produk, dan kesempatan ekonomi yang lebih beragam.
Tumbuh: Mendorong Usaha dan Inovasi
Terhubung saja belum cukup. Hubungan yang terbangun perlu menghasilkan kesempatan untuk berkembang.
Melalui arah Tumbuh, Komdigi ingin mendorong pasar digital yang kompetitif dan adil (fair digital market), sekaligus membuka kesempatan bagi startup, UMKM, dan inovator lokal untuk berkembang serta menarik investasi berkualitas.
Pasar yang kompetitif memberi ruang bagi pelaku usaha untuk menawarkan solusi dan bersaing berdasarkan kemampuan. Sementara itu, akses terhadap pendanaan, teknologi, dan kemitraan dapat membantu perusahaan mengembangkan produknya serta memperluas kegiatan usaha.
Bagi masyarakat, pertumbuhan ekosistem yang sehat berpotensi menghadirkan pilihan layanan yang lebih beragam dan membuka kesempatan ekonomi baru. Meski demikian, hasil tersebut bergantung pada bagaimana peluang yang dibangun benar-benar dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha dan pengguna.
Karena itu, pertemuan investor dan perusahaan dalam Bali Tech Week perlu dilanjutkan dengan kerja sama yang memiliki arah dan tindak lanjut jelas.
Terjaga: Membangun Kepercayaan terhadap Ekosistem Digital
Pertumbuhan teknologi juga membawa kebutuhan untuk menjaga keamanan dan kepercayaan.
Komdigi menempatkan Terjaga sebagai arah transformasi digital yang memastikan pertumbuhan ekonomi digital didukung ekosistem yang sehat, aman, tepercaya, dan memiliki kepastian regulasi.
Bagi industri, kejelasan regulasi dan lingkungan digital yang tepercaya menjadi bagian penting dalam mengambil keputusan bisnis dan investasi. Bagi masyarakat, keamanan serta kepercayaan dibutuhkan agar layanan digital dapat digunakan dengan lebih tenang.
Arah ini juga berkaitan dengan pengembangan keamanan siber dan pembahasan kebijakan digital yang menjadi bagian dari rangkaian Bali Tech Week 2026.
Ketiga arah tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi baru. Konektivitas perlu membuka akses, pertumbuhan perlu menciptakan kesempatan, dan keamanan perlu menjaga kepercayaan agar perkembangan ekosistem dapat berlangsung dalam jangka panjang.
Mengukur Keberhasilan dari Hasil Setelah Acara
Bali Tech Week 2026 berlangsung bertepatan dengan momentum dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Oktober 2026.
Dalam momentum tersebut, pemerintah ingin mendorong ekonomi digital Indonesia menuju tahap pertumbuhan yang menghasilkan inovasi, investasi, lapangan kerja, dan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Meutya Hafid juga menyoroti tantangan dari dinamika geopolitik, penyesuaian rantai pasok lintas negara, serta disrupsi teknologi yang berlangsung cepat di berbagai belahan dunia. Dalam situasi tersebut, Indonesia perlu memperkuat kemampuannya agar tidak hanya menjadi pasar bagi teknologi, tetapi juga memiliki kapasitas lebih besar untuk mengembangkan perusahaan dan inovasi sendiri.
Bali Tech Week 2026 diharapkan menjadi agenda unggulan teknologi Indonesia yang dikenal di tingkat internasional dan memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi serta pengembangan teknologi.
Namun, seberapa jauh harapan tersebut dapat terwujud, baru akan terlihat dari tindak lanjut setelah acara.
Apakah pertemuan investor menghasilkan peluang pendanaan? Apakah perusahaan menemukan mitra yang sesuai? Apakah dialog pemerintah dan industri membantu menjawab kebutuhan pengembangan usaha? Dan apakah kolaborasi yang terbentuk dapat berkembang menjadi inovasi, lapangan kerja, serta manfaat yang dirasakan lebih luas?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi penting karena nilai sebuah pertemuan tidak hanya ditentukan oleh skala penyelenggaraan atau jumlah peserta, tetapi juga oleh hasil yang dibawanya.
Melalui Bali Tech Week 2026, Komdigi ingin mempertemukan berbagai bagian ekosistem teknologi yang selama ini memiliki kebutuhan dan peran berbeda. Infrastruktur, kebijakan, investasi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi diharapkan dapat bergerak dalam arah yang lebih selaras.
Jika kolaborasi tersebut berlanjut menjadi langkah nyata, potensi ekonomi digital Indonesia memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang menjadi kemampuan industri yang kuat.
Teknologi bukan hanya tentang seberapa canggih sistem yang dibangun atau seberapa besar nilai transaksi yang dicapai. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana perkembangan tersebut membantu perusahaan tumbuh, membuka kesempatan bagi pelaku usaha, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
(RR)
Cek berita terbaru dari industri, ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom


