Infinity Pool, Kolam Renang Tanpa Batas Bikin Berenang Serasa di Laut Lepas

Bayangkan, pagi-pagi kamu membuka pintu kamar, melangkah beberapa langkah, lalu langsung berendam di air yang seolah menyambung hingga ke laut lepas. Tidak ada garis tepi yang terasa membatasi. Hanya air, langit, dan pemandangan luas di depan mata.

Infinity Pool menyatu dengan pemandangan gunung dan lembah. (Foto: Pexels)

Tidak Harus Selalu di Hotel atau Resor

Selama ini, infinity pool memang lebih sering diasosiasikan dengan resor mewah atau hotel eksklusif. Namun, kolam renang tanpa batas ini sebenarnya juga dapat dihadirkan di rumah pribadi, selama kondisi lahan dan anggaran memungkinkan.

Rumah di lahan berkontur, berada di tepi bukit, menghadap laut, atau memiliki pemandangan terbuka merupakan lokasi yang potensial untuk menghadirkan infinity pool.

Rumah di perkotaan pun dapat memanfaatkan konsep serupa dengan menempatkan kolam di area rooftop atau lantai atas.

Ketika lahan semakin terbatas, area atap dapat diubah menjadi ruang rekreasi pribadi. Kolam renang tidak hanya menjadi tempat berolahraga, tetapi juga ruang untuk bersantai, berkumpul, dan menikmati pemandangan kota.

Inilah salah satu alasan mengapa infinity pool relevan dengan gaya hidup modern. Ketika lahan di perkotaan semakin terbatas, ruang vertikal pun mulai dimanfaatkan untuk menghadirkan pengalaman tinggal yang lebih lengkap.

Namun, menghadirkan infinity pool di rumah tentu bukan sekadar soal memiliki lahan yang cukup. Struktur bangunan, kondisi tanah, posisi kolam, sistem sirkulasi air, serta pemilihan material perlu direncanakan dengan baik. Pada lahan berkontur atau lereng, misalnya, kebutuhan struktur penahan dapat menjadi lebih kompleks.

Lebih Mahal dan Lebih Rumit daripada Kolam Renang Biasa

Dibandingkan kolam renang konvensional dengan sistem skimmer, infinity pool umumnya membutuhkan konstruksi dan sistem mekanikal yang lebih kompleks.

Selain struktur kolam, dibutuhkan sistem overflow untuk menampung air yang melimpas dari tepian. Air tersebut kemudian disirkulasikan kembali ke dalam kolam melalui sistem pompa dan perpipaan.

Karena itu, biaya pembuatan infinity pool umumnya lebih tinggi dibandingkan kolam renang biasa.

Besarnya biaya sangat bergantung pada ukuran kolam, kondisi lahan, kebutuhan struktur, sistem sirkulasi, serta material finishing yang digunakan. Kolam dengan finishing mozaik, batu alam, atau material khusus tentu memiliki perhitungan yang berbeda.

Untuk rumah pribadi, infinity pool sebaiknya dipandang sebagai investasi pada pengalaman ruang. Bukan hanya biaya pembuatan awal yang perlu diperhitungkan, tetapi juga kebutuhan perawatan dan operasionalnya.

Perawatan yang Lebih Intensif

Sistem overflow membuat air terus bergerak dan bersirkulasi. Konsekuensinya, kebutuhan operasional infinity pool dapat lebih tinggi dibandingkan kolam renang biasa.

Pompa dan sistem sirkulasi bekerja untuk mengembalikan air dari bak penampungan ke dalam kolam. Selain itu, air yang terus mengalir di tepian kolam dapat meningkatkan penguapan, terutama pada area yang panas dan berangin.

Air yang berkurang perlu diganti dan kualitasnya tetap dijaga. Penggunaan bahan kimia untuk menjaga keseimbangan air juga perlu dilakukan secara berkala.

Tidak kalah penting, bak penampungan atau catch basin juga harus diperhatikan. Daun, kotoran, dan lumut yang terkumpul di area tersebut perlu dibersihkan agar sistem sirkulasi tetap bekerja dengan baik.

Jadi, sebelum menghadirkan infinity pool di rumah, pertimbangkan pula biaya dan waktu untuk perawatannya.

Memilih Pemandangan yang Tepat

Keberhasilan infinity pool sangat ditentukan oleh hubungan antara kolam dan lingkungan sekitarnya.

Karena itu, pemandangan perlu dipertimbangkan sejak awal. Kolam yang menghadap laut tentu memberikan pengalaman berbeda dengan kolam yang menghadap taman, hutan, sawah, atau lanskap perkotaan.

Warna dan material kolam juga dapat memengaruhi kesan visual. Pemilihan warna yang selaras dengan lingkungan dapat membuat kolam terasa lebih menyatu dengan pemandangan.

Pada infinity pool yang menghadap laut, misalnya, warna air dan finishing kolam dapat dirancang agar transisi visual antara kolam dan laut terasa lebih halus. Sebaliknya, jika elemen di sekitar kolam terlalu kontras, garis batas antara kolam dan latar belakang akan semakin terlihat.

Pada akhirnya, infinity pool bukan hanya tentang membuat satu sisi kolam terlihat menghilang.

Desain yang baik adalah ketika kolam mampu menjadi bagian dari lanskap dan menghadirkan pengalaman yang terasa menyatu dengan ruang di sekitarnya.

Baca Juga: Inspirasi Kamar Mandi Modern Gentlement Sanctuary untuk Relaksasi Karya Christine Castillo dan Dion Wiyoko

Selanjutnya: Dari Bali hingga roof top di tengah kota (halaman 3)