
Ranahrumah.com – GAYA HIDUP | Setiap tahun, jutaan masyarakat di berbagai belahan dunia merayakan Tahun Baru Imlek dengan penuh sukacita. Namun, di balik kemeriahannya, Imlek menyimpan kisah legenda, nilai keluarga, dan simbolisme yang begitu kaya.
Sejarah Singkat Tahun Baru Imlek
Tahun Baru Imlek berasal dari tradisi masyarakat agraris Tiongkok kuno yang merayakan datangnya musim semi. Dalam legenda, terdapat kisah tentang makhluk buas bernama Nian yang dipercaya muncul setiap pergantian tahun dan mengganggu penduduk desa. Untuk mengusirnya, masyarakat menggunakan warna merah, cahaya terang, dan suara keras.
Dari sinilah lahir tradisi menghias rumah dengan warna merah, menyalakan petasan, dan menghadirkan pertunjukan barongsai.
Imlek juga dikenal sebagai Festival Musim Semi, yang hingga kini dirayakan secara luas di berbagai negara dengan komunitas Tionghoa besar.
Baca Juga: Rayakan Imlek 2026 di Paramount Gading Serpong: Dari Barongsai hingga Festival Penuh Warna
Makna Warna Merah dan Emas
Warna merah dalam tradisi Imlek melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan perlindungan dari energi negatif. Sementara emas melambangkan kemakmuran dan rezeki.
Tak heran jika dekorasi Imlek selalu didominasi kedua warna ini—dari lampion, pakaian, hingga ornamen rumah.
Baca Juga: Pandangan Feng Shui tentang Lokasi dan Kondisi Rumah yang Mendatangkan Keberuntungan

Filosofi di Balik Tradisi Imlek
Berikut filosofi di balik tradisi Imlek.
1. Barongsai dan Liong
Pertunjukan barongsai dipercaya membawa keberuntungan dan mengusir roh jahat. Gerakannya yang dinamis melambangkan energi, keberanian, dan semangat baru untuk memasuki tahun yang akan datang.
2. Angpao
Amplop merah berisi uang yang diberikan kepada anak-anak atau anggota keluarga yang belum menikah ini melambangkan doa dan harapan akan rezeki serta keberuntungan di tahun baru.
3. Jeruk Mandarin
Buah ini sering hadir dalam perayaan karena bunyinya dalam bahasa Mandarin mirip dengan kata “keberuntungan”. Memberikan jeruk berarti menyampaikan harapan baik.
4. Makan Malam Keluarga
Malam sebelum Tahun Baru Imlek menjadi momen paling sakral. Seluruh anggota keluarga berkumpul untuk makan bersama sebagai simbol persatuan dan keharmonisan.
5. Lampion dan Dekorasi
Lampion melambangkan harapan dan cahaya yang menerangi perjalanan hidup di tahun baru.
Tradisi yang Terus Beradaptasi
Seiring waktu, perayaan Imlek tidak hanya berlangsung di rumah, tetapi juga di ruang publik, pusat kota, hingga kawasan komersial yang menghadirkan dekorasi tematik dan festival budaya. Tradisi tetap dijaga, namun dikemas dengan sentuhan modern yang membuatnya semakin inklusif dan dapat dinikmati lintas generasi.
Di Indonesia, Imlek telah menjadi bagian dari kekayaan budaya nasional dan dirayakan secara terbuka sebagai simbol keberagaman dan harmoni.
Imlek Tak Sekadar Kemeriahan
Imlek bukan hanya tentang kemeriahan visual, tetapi tentang harapan baru, refleksi diri, serta kebersamaan keluarga. Setiap simbol dan aktivitas memiliki makna yang mengajarkan optimisme, rasa syukur, dan semangat untuk memulai lembaran baru dengan hati yang lebih ringan.
Memahami maknanya membuat perayaan terasa lebih hangat—tidak sekadar tradisi, tetapi juga perjalanan nilai yang terus hidup dari generasi ke generasi. (RR)
Baca Juga: Cara Menghias Rumah agar Imlek Lebih Berkesan Tanpa Biaya Mahal
Baca Juga: Sambut Imlek dengan Menikmati Menu Spesial IKEA
Cek berita, gaya hidup, dan inovasi produk baru, ulasan inspiratif ranahnya rumah lainnya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom


