Jangan Asal Pasang Bingkai, Ini yang Wajib Kamu Tahu!

Memasang bingkai tak sekadar untuk mengisi kekosongan dinding. Pilihan objek yang tidak tepat dan kesalahan pasang, bisa merusak suasana dan komposisi di dalam ruangan. Salah tempat pun bisa merusak keindahan ruang.

bingkai dengan objek gambar pemandangan
Memanfaatkan setiap jengkal pada dinding kosong bisa dilakukan dengan memasang bingkai sebagai dekorasi ruang. Harus tepat melakukannya agar selain fungsional, juga estetis. (Foto: Pexels)

Ranahrumah.com – INTERIOR | Benda-benda seni adalah elemen yang memberi jiwa pada ruangan. Patung wanita cantik memberi aura kelembutan. Bagaimana dengan gambar berbingkai yang tergantung di dinding atau tertata apik di atas meja?

Memasang bingkai tak sekadar untuk mengisi kekosongan dinding. Pilihan objek yang tidak tepat dan kesalahan pasang, bisa merusak suasana dan komposisi di dalam ruangan. Salah tempat pun bisa merusak keindahan ruang.

Hubungan Bingkai dan Ruang

Ada hubungan antara objek yang dibingkai dengan ruangan di mana bingkai diletakkan. Objek (gambar) memberi kesan tertentu pada ruang. Sebaliknya tatanan ruang memperkuat dan menonjolkan kualitas objek (gambar). Sebuah bingkai dapat kita gunakan sebagai pemberi nilai tambah bagi benda yang kita bingkai dan cara menghias dinding yang unik bagi ruang.

Karenanya, pikirkan tentang keselarasan gaya, warna, dan motif di dalam ruang dengan bingkai yang kita pasang sehingga tercipta paduan dari setiap elemen interiornya. Demikian pun dengan model bingkainya. Pilih sesuai kebutuhan dan kecukupan ruang (space).

Untuk objek gambarnya, cocokkan dengan fungsi ruang. Misalnya, di ruang keluarga, kita ingin setiap anggota mengenal dan mengenang nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan nenek moyang. Objek foto berupa foto kenangan oma atau opa yang sudah tiada bisa kita bingkai sebagai hiasan ruang.  Coretan si buah hati yang masih kecil pun dapat menjadi hiasan lucu di kamarnya. Cara ini juga menjadi sarana apresiasi terhadap karya anak yang akan sangat membanggakannya.

Khusus untuk objek foto, karena tujuan memotret berbeda-beda, seni dan aturan memajang bingkai foto juga berbeda-beda. Jenis dan tema foto penting dipertimbangkan, selain proporsi foto dan bingkainya.

Memasang bingkai dengan teori kenyamanan pandang. Bingkai dipasang simetris dengan furnitur ruang.

Posisi Bingkai

Setidaknya ada dua hal pokok yang harus diperhatikan saat memajang bingkai. Pertama, kenyamanan pandang. Pasanglah bingkai dengan ketinggian titik tengah bingkai sejajar dan setinggi pandangan mata, yaitu berkisar antara 150cm-160cm (tinggi rata-rata orang Indonesia). Jika diletakkan terlalu tinggi akan memaksa kepala mendongak saat memandangnya, sedangkan jika terlalu rendah akan menjadikan kita harus menundukkan kepala atau membungkukkan badan untuk dapat menikmatinya.

Kedua, manfaatkan bingkai sebagai penyeimbang ruangan. Artinya posisi bingkai tak harus simetris dengan furnitur benda-benda lainnya karena menimbulkan kesan kaku, terlalu biasa, dan membosankan. Letakkan agak ke tepi dan tidak sentral. Pilihlah titik fokus yang menarik.

Teknik Memajang

Memajang bingkai tidak selalu dengan cara digantung menggunakan tali. Teknik off the wall  merupakan salah satu cara peletakan bingkai selain digantung di dinding. Selain dengan menggunakan tali, bingkai juga bisa dipasang di dinding tanpa paku, yaitu dengan perekat inovatif yang dinamakan Command dari 3M. Perekat ini kuat menahan beban seberat 7 kg bingkai yang digantung tanpa merusak atau melubangi dinding.

Bersama pernik aksesori lainnya, sebuah bingkai dapat diletakkan begitu saja di atas meja. Justru peletakan seperti ini menciptakan titik fokus yang menarik dan memberi peluang untuk diubah-ubah letaknya dan ditata ulang.

Grouping dan Sequence

Bingkai juga dapat ditata dengan cara pengelompokan dan pengurutan.

1. Penataan tunggal (bingkai soliter)

Bingkai yang dipasang dengan cara ini umumnya berukuran besar, digantung sendiri, dan menjadi atu-satunya aksesori yang dominan pada dinding.

Bingkai dipasang secara berkelompok dan acak.

2. Penataan berkelompok

Untuk menghidupkan suasana, beberapa bingkai serial dengan tipe dan ukuran sama atau bermacam jenis dan ukuran bisa dipasang mengelompok pada satu area untuk menciptakan komposisi yang menarik. Bermacam jenis penataan bisa dipilih di antaranya: simetris, acak, ataupun diagonal. Untuk kesan ruang formal, pilih bingkai berukuran dan bertipe sama dan ditata secara simetris atau diagonal. Sebaliknya untuk kesan informal, pilihlah sistem penataan acak.

Manfaatkan Setiap Jengkal

Seharusnya setiap jengkal area kosong dapat dimanfaatkan untuk memajang bingkai untuk menghidupkan ruangan. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut.

  1. Sesuaikan ukuran bingkai dengan besarnya area yang tersedia.
  2. Sesuaikan model penataan dengan jenis areanya. Misalnya, untuk lorong, yang umumnya panjang dan sempit, pilihlah model penataan berjejer (horizontal) sepanjang lorong. Tambahkan lampu jika ruang ini gelap.  Atur posisi pajang agar tak terkesan penuh dan ramai.

Kabar baiknya, kini ada solusi yang sangat kekinian untuk mendekorasi ruang (dinding) tanpa ribet hanya dengan lampu pintar. Contihnya, gunakan WiZ Smart Flex Strip untuk dipasang di dinding. Tanpa kabel, kamu bisa wujudkan gaya personal kamu. (RR)

Baca Juga: Mengenal Material Dinding untuk Backsplash Dapur

Baca Juga: Mengenal EPS (Expanded Polystyrene System) dan Keunggulannya, Material insulasi dalam Sandwich Panel pada Bangunan Prefabrikasi

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom