ARES 2025: Ketika Marketplace Tepercaya Menjadi Fondasi Kota dan Komunitas Masa Depan Asia

Di tengah dinamika industri properti Asia Pasifik yang kian kompleks, PropertyGuru Asia Real Estate Summit (ARES) 2025 kembali hadir sebagai ruang dialog strategis. Bertempat di Bangkok, forum ini mengajak pelaku industri melihat lebih jauh peran teknologi, desain, dan kepercayaan dalam membangun kota yang tangguh dan berkelanjutan.

Para pembicara di panggung AERES 2025
Diskusi panel PropertyGuru Asia Real Estate Summit (ARES) 2025 di Bangkok. (Foto: Dok.PropertyGuru)

Ranahrumah.com – PROPERTI | Edisi ke-11 PropertyGuru Asia Real Estate Summit (ARES) 2025 menjadi pembuka penting rangkaian PropertyGuru Week 2025 di Bangkok. Lebih dari 400 delegasi dari berbagai negara Asia Pasifik berkumpul untuk mendiskusikan masa depan properti, teknologi, dan desain dalam tema besar “Trusted Marketplaces and Thriving Communities.”

Rangkaian diskusi di ARES 2025 ini menjadi pembuka menuju berbagai agenda penting PropertyGuru Week, termasuk PropertyGuru Indonesia Property Awards 2025, yang sebelumnya telah menyoroti pencapaian para pengembang nasional di tingkat nasional.

Jules Kay, General Manager PropertyGuru Asia Property Awards and Events, menyampaikan: “ARES menjadi ruang kolaborasi di mana teknologi dan desain bersatu—mendorong keuangan berkelanjutan, pemanfaatan data yang human-centric, serta kebijakan yang melahirkan inovasi berdampak.”

Summit ini juga menjadi pembuka menuju malam puncak PropertyGuru Asia Property Awards 2025 yang merayakan pengembang, proyek, dan desain terbaik dari seluruh Asia Pasifik.

Ajang Temu Industri dan Ruang Refleksi

Diselenggarakan di The Athenee Hotel, Bangkok, ARES dikenal sebagai platform thought leadership PropertyGuru Group—bukan sekadar ajang temu industri, tetapi ruang refleksi tentang bagaimana sektor properti berperan membentuk kualitas hidup urban.

Mengangkat tema tahun ini “Trusted Marketplaces and Thriving Communities”, ARES 2025 berhasil menarik lebih dari 400 delegasi yang antusias berdiskusi mengenai isu-isu di persimpangan antara properti, teknologi, dan desain.

Banyak pengembang yang hadir di Bangkok tahun ini juga merupakan para pemenang PropertyGuru Indoensia Property Awards 2025, yang kemudian melaju dan berkompetisi di tingkat Asia Pasifik.

Tantangan Global Properti

Diskusi dibuka dengan paparan makro dari Syetarn Hansakul (The Economist Intelligence Corporate Network), yang mengulas tantangan global sekaligus prospek Asia menuju 2026. Perspektif ini menjadi fondasi diskusi sepanjang hari, mulai dari desain, hospitality, hingga kebijakan publik.

Isu kekuatan desain dalam membentuk identitas tempat diangkat dalam sesi Design Spotlight oleh Simon Mitchell dari Sybarite Architects. Ia menyoroti bagaimana proyek berskala besar seperti SKP Wuhan mampu menciptakan pengalaman ruang yang relevan secara sosial dan ekonomi.

Sektor hospitality dan branded residences pun mendapat perhatian khusus. Panel “The Brand Premium” membahas bagaimana kolaborasi antara pengembang dan brand global kini bukan lagi soal gengsi, melainkan strategi nilai jangka panjang yang berdampak langsung pada persepsi pasar.

Selama bertahun-tahun, PropertyGuru dikenal sebagai salah satu penghargaan properti paling kredibel di Indonesia, sekaligus referensi penting bagi konsumen dan pelaku industri.

Kepercayaan & Marketplace

Di tengah percepatan teknologi, perhatian besar juga diarahkan pada keamanan data dan kecerdasan buatan. Duncan James Simpson, founder CyberAI, mengingatkan bahwa kepercayaan digital akan menjadi mata uang baru di marketplace properti berbasis AI.

Sesi-sesi selanjutnya menyoroti isu yang semakin dekat dengan konteks Asia, termasuk equity dalam kepemilikan properti, peran wellness dalam pengembangan komunitas, hingga ketahanan kota di era ekonomi digital. Perwakilan UN-Habitat, praktisi regional, hingga investor lintas sektor berbagi sudut pandang tentang bagaimana kota dapat tumbuh tanpa meninggalkan inklusivitas.

Puncak Summit ditutup dengan keynote inspiratif dari peraih dua medali emas Olimpiade, Panipak “Tennis” Wongpattanakit. Ia mengaitkan ketahanan personal, disiplin, dan komunitas—nilai yang relevan bukan hanya dalam olahraga, tetapi juga dalam pembangunan kota.

Dalam pernyataannya, Jules Kay, General Manager PropertyGuru Asia Property Awards and Events, menegaskan bahwa peran PropertyGuru melampaui sekadar platform listing. Tujuan utamanya adalah mengurangi ketidakpastian dan membangun kepercayaan agar keputusan properti menjadi lebih berkualitas, sekaligus mendorong komunitas yang berkembang secara sehat.

ARES 2025 kembali menegaskan bahwa masa depan properti Asia tidak hanya ditentukan oleh skala proyek, tetapi oleh kepercayaan, kolaborasi lintas disiplin, dan keberanian untuk merancang kota yang lebih manusiawi. (RR)

Cek berita dari dunia properti lainnya, gaya hidup, dan inovasi produk baru, ulasan inspiratif ranahnya rumah lainnya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom