Dari Efisiensi ke Green Cement, Cara Semen Merah Putih Bangun Konstruksi Berkelanjutan

Di tengah tantangan industri semen nasional yang masih menghadapi oversupply dan perlambatan permintaan, Semen Merah Putih memilih jalur berbeda. Perusahaan menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis inti, melalui efisiensi proses, pengembangan green cement, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung konstruksi yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan.

Pabrik Semen Merah Putih di Bayah
Memproduksi Green Cement, Semen Merah Putih dukung pembangunan konstruksi berkelanjutan. (Foto Pabrik Semen Merah Putih di Bayah - Dok. Semen Merah Putih)

Ranahrumah.com – ARSITEKTUR | Keberlanjutan sebagai Cara Kerja Industri.

Bagi Semen Merah Putih, keberlanjutan bukan lagi sekadar program tambahan, melainkan cara kerja industri saat ini. Pendekatan ini diterapkan secara menyeluruh melalui empat pilar utama: process, product, people, dan planet.

Melalui pendekatan tersebut, perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara kualitas produk, efisiensi operasional, dan kepedulian terhadap lingkungan. Strategi ini terbukti relevan di tengah kondisi industri semen nasional yang masih mengalami utilisasi kapasitas rendah, sekaligus menghadapi tekanan regulasi dan tuntutan efisiensi yang semakin tinggi.

Pendekatan sistemik ini turut mendorong kinerja Semen Merah Putih yang mampu tumbuh positif di wilayah-wilayah relevan, meskipun secara nasional permintaan semen masih melambat.

Baca Juga: Green Architecture House Tuntutan Dunia Properti Masa Kini

Efisiensi Energi, Fondasi Konstruksi Berkelanjutan

Upaya menuju konstruksi berkelanjutan dimulai dari proses produksi. Semen Merah Putih mengoperasikan Waste Heat Recovery System (WHRS) di pabrik Indonesia dan Vietnam, yang memanfaatkan panas buang untuk menghasilkan listrik. Sistem ini menyuplai sebagian kebutuhan energi produksi sekaligus membantu menurunkan emisi karbon secara signifikan.

Selain itu, perusahaan secara konsisten menekan intensitas emisi karbon per ton semen melalui optimalisasi proses produksi, pemanfaatan bahan baku alternatif, serta peningkatan efisiensi energi. Di sisi logistik, penggunaan truk dan forklift listrik di area operasional juga menjadi bagian dari upaya menekan jejak emisi.

Langkah-langkah ini memperlihatkan bahwa efisiensi bukan hanya soal biaya, tetapi menjadi fondasi penting bagi ketahanan operasional industri semen ke depan.

Peran Green Cement dalam Konstruksi Hijau

Efisiensi proses kemudian diterjemahkan ke dalam strategi produk. Semen Merah Putih mendorong penggunaan green cement sebagai solusi material konstruksi yang lebih ramah lingkungan, tanpa mengorbankan kekuatan dan performa bangunan.

Produk seperti FLEXIPLUS, ECOPRO, Semen Patriot, dan Watershield dirancang dengan komposisi yang menghasilkan jejak karbon lebih rendah dibandingkan semen konvensional. Saat ini, mayoritas portofolio Semen Merah Putih sudah berada pada kategori non-OPC dan telah mengantongi sertifikasi Green Label Indonesia dengan peringkat tinggi.

Green cement berperan penting dalam menunjang konstruksi hijau karena membantu menurunkan emisi sejak tahap awal pembangunan, sekaligus mendukung efisiensi material dan daya tahan bangunan dalam jangka panjang. Tidak heran jika permintaan terhadap produk hydraulic cement seperti FLEXIPLUS menunjukkan pertumbuhan signifikan dan diproyeksikan terus meningkat seiring meningkatnya kesadaran pasar.

Baca Juga: Eksplorasi Desain Fasad Estetik dan Tahan Cuaca Menggunakan Semen Watershiled

Baca Juga: Mengenal FlexiPlus: Semen Hidraulis Ramah Lingkungan untuk Konstruksi Hijau

Surindro Kalbu Adi, Commercial & Logistic Director PT Cemindo Gemilang Tbk. di konferensi pers tentang Sustainability & Business Update, 23 Januari 2026.

Kolaborasi untuk Kualitas Bangunan Masa Depan

Upaya mendorong konstruksi berkelanjutan tidak dapat berjalan sendiri. Pemerintah menilai industri semen memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas bangunan, efisiensi sumber daya, dan dampak lingkungan jangka panjang.

Dalam konteks pembangunan perumahan, khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan perkotaan, kualitas material menjadi faktor penting agar hunian tidak hanya terjangkau, tetapi juga layak dan berkelanjutan.

Semen Merah Putih melihat kolaborasi antara industri, pemerintah, dan pelaku konstruksi sebagai kunci untuk menjawab tantangan tersebut—mulai dari backlog perumahan hingga kebutuhan akan bangunan yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: Tolok Ukur Arsitektur Berkelanjutan dan tahan Bencana Versi SM Group

15 Tahun Cemindo Gemilang: Membangun Ekosistem Berkelanjutan

Memasuki usia 15 tahun, Cemindo Gemilang juga memperkuat pilar people melalui berbagai program pengembangan kapasitas, mulai dari Mandor Pintar Institute, edukasi bagi kontraktor dan toko bangunan, hingga program apresiasi bagi mitra dan komunitas konstruksi.

Pendekatan ini menegaskan bahwa keberlanjutan bukan hanya soal teknologi dan produk, tetapi juga tentang membangun ekosistem dan kemitraan jangka panjang. Dengan mengintegrasikan efisiensi, inovasi green cement, dan penguatan sumber daya manusia, Semen Merah Putih menempatkan diri sebagai bagian dari solusi pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berkualitas. (RR)

Baca Juga: Desain dan Pilihan Material jadi Aspek Vital untuk Pembangunan Rumah Hemat Energi dengan Lahan Memanjang dan Menghadap ke Barat

Baca Juga: Green Design Renovasi Rumah Satu Lantai 21/60M2 Jadi Dua Lantai

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcomÂ