Mengenal Smart Lighting & Lighting Control: Saat Cahaya Mengikuti Kehidupan di Rumah

Rumah tidak selalu membutuhkan cahaya yang lebih banyak. Yang dibutuhkan adalah cahaya yang lebih tepat. Di sinilah smart lighting dan lighting control membantu pencahayaan mengikuti aktivitas, waktu, dan kebutuhan penghuninya.

Lighting control membantu mengurangi pemborosan energi yang sering tidak disadari. Contohnya, membiarkan lampu yang tetap menyala di ruang kosong.

Smart Lighting Membantu Mengurangi Kebiasaan Boros yang Sering Tidak Disadari

Berbicara tentang penghematan energi, sering kali perhatian kita langsung tertuju pada jenis lampu dan besarnya daya listrik. Padahal, cara lampu digunakan juga memiliki pengaruh besar.

Lampu yang menyala di ruang kosong. Lampu yang terlalu terang untuk aktivitas sederhana. Lampu yang tetap menyala sepanjang malam meski tidak dibutuhkan. Semua itu merupakan bentuk penggunaan energi yang sering terjadi tanpa disadari.

Lighting control membantu mengurangi pemborosan tersebut dengan mengatur pencahayaan berdasarkan waktu, aktivitas, keberadaan penghuni, dan ketersediaan cahaya alami.

Departemen Energi Amerika Serikat mencatat bahwa sistem kontrol pencahayaan dapat membantu meningkatkan efisiensi dengan menyesuaikan pencahayaan terhadap kondisi okupansi, aktivitas, dan ketersediaan cahaya alami.

Estimasi penghematan dari sistem kontrol dasar dalam sejumlah studi berada pada kisaran 24–38 persen, meski hasil aktual tentu bergantung pada desain sistem, jenis ruang, pola penggunaan, dan perilaku penghuni.

Artinya, manfaat lighting control bukan sekadar “lampu bisa dikendalikan dari jauh”. Manfaat terbesarnya adalah membantu menghilangkan penggunaan cahaya yang sebenarnya tidak diperlukan.

Manfaat yang Sering Tak Terpikirkan: Rumah Menjadi Lebih Nyaman

Ada manfaat lain dari lighting control yang sering kalah populer dibandingkan penghematan listrik.

Yaitu kenyamanan.

Pulang ke rumah pada malam hari dan lampu teras atau area masuk sudah menyala. Bangun di tengah malam dan tidak perlu menyalakan lampu utama yang terlalu terang. Berjalan menuju kamar mandi tanpa harus mencari sakelar dalam keadaan mengantuk.

Hal-hal kecil seperti ini mungkin tidak terlihat penting ketika membicarakan teknologi rumah. Namun, justru pengalaman-pengalaman kecil tersebut yang membuat teknologi terasa berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Teknologi yang baik bukanlah teknologi yang terus-menerus meminta perhatian. Sebaliknya, ia bekerja di belakang layar untuk membuat aktivitas penghuni rumah menjadi lebih mudah.

Baca Juga: Menguak Keajaiban Lampu WiZ, Fitur Pintar dan Jenis Produknya

Lighting control tidak hanya mengontrol satu lampu, tetapi menciptakan pengalaman pencahayaan. Pencahayaan dapat dirancang berdasarkan scene atau skenario: cahaya untuk membaca atau belerja berbeda dengan cahaya untuk makan malam. (Foto: Dok. Savyavasa)

Dari Terang untuk Melihat menjadi Cahaya untuk Merasakan

Pencahayaan rumah modern juga mulai bergerak ke arah yang lebih personal. Cahaya yang dibutuhkan saat bekerja tidak sama dengan cahaya yang ideal ketika bersantai. Cahaya untuk membaca berbeda dari cahaya yang mendukung suasana makan malam.

Karena itu, pencahayaan dapat dirancang berdasarkan scene atau skenario.

Misalnya:

  • Morning untuk memulai aktivitas.
  • Work untuk bekerja atau belajar.
  • Relax untuk bersantai.
  • Movie untuk menonton.
  • Dinner untuk makan bersama.
  • Night untuk suasana menjelang tidur.

Satu tombol atau satu perintah dapat mengatur beberapa sumber cahaya sekaligus. Lampu utama dapat diredupkan. Lampu aksen dapat dinyalakan. Lampu dekoratif dapat ditingkatkan intensitasnya.

Dengan cara ini, lighting control tidak hanya mengontrol satu lampu, tetapi menciptakan pengalaman pencahayaan.

Baca Juga: Philips UltraBright: Cara Membuat Rumah Tetap Terang tanpa Silau

Selanjutnya: Smart Lighting dan Ritme Kehidupan di Rumah (halaman 4)