
Ranahrumah.com – TREN | Pembelajaran Desain Komunikasi Visual (DKV) kini tidak lagi hanya mengandalkan kreativitas dan kemampuan menggambar. Di era digital, siswa juga dituntut menguasai berbagai perangkat lunak desain, pengolahan gambar, hingga produksi konten multimedia yang membutuhkan dukungan perangkat teknologi memadai.
Karena itulah, kualitas perangkat belajar menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kompetensi lulusan SMK agar siap memasuki dunia kerja. Monitor dengan tampilan warna akurat, ruang belajar yang nyaman, hingga fasilitas laboratorium yang mendukung praktik menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran modern.
Semangat inilah yang mendorong PT LG Electronics Indonesia kembali memperkuat komitmennya di bidang pendidikan melalui program tanggung jawab sosial LG Loves School.
LG Bangun Laboratorium Multimedia untuk Pembelajaran DKV
Melalui program tersebut, LG menyerahkan 12 unit monitor LG 27 inci, tiga unit pendingin udara (AC) hemat energi, sekaligus melakukan renovasi ruang kelas multimedia di SMKN 2 Tangerang Selatan sehingga menjadi laboratorium multimedia yang lebih nyaman untuk kegiatan praktik siswa jurusan DKV.
Menurut Ha Sang-chul, President of LG Electronics Indonesia, dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas pendidikan berbasis teknologi, khususnya di sekolah kejuruan. “Sebagai wujud dukungan kami bagi semakin meluasnya pendidikan berbasis teknologi, khususnya di lembaga pendidikan vokasi.”
Ia menjelaskan, seluruh perangkat yang diberikan akan digunakan untuk menunjang kelas multimedia sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan industri.
Pemilihan SMKN 2 Tangerang Selatan juga bukan tanpa alasan. Sekolah ini menyandang predikat Center of Excellence dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang berfokus pada revitalisasi pendidikan vokasi serta penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia industri.
“Dengan dukungan dari produk yang kami sampaikan bagi kelas multimedia ini, tentunya kami berharap dapat menjadi penunjang peningkatan kompetensi siswa didik untuk siap ke dunia kerja,” ujar Ha Sang-chul.

Mengapa Monitor Berkualitas Penting untuk Pembelajaran DKV?
Dalam pembelajaran DKV, monitor bukan sekadar layar komputer. Perangkat ini menjadi media utama bagi siswa untuk mengolah ilustrasi digital, desain grafis, fotografi, animasi, hingga penyuntingan video.
Karena itu, LG memilih menghadirkan monitor LG 27U411A sebagai perangkat utama laboratorium multimedia.
Monitor berukuran 27 inci tersebut menggunakan panel IPS Full HD beresolusi 1.920 × 1.080 piksel dengan refresh rate 120Hz dan desain virtually borderless di keempat sisi layar sehingga memberikan area kerja yang lebih luas.
Untuk mendukung akurasi visual, monitor ini juga dibekali teknologi HDR10, cakupan warna sRGB 99 persen, tingkat kecerahan 250 nits, serta pengaturan kemiringan layar (tilt) dari -5° hingga 20° sehingga lebih nyaman digunakan dalam sesi belajar yang berlangsung berjam-jam.
Kombinasi teknologi tersebut membantu siswa melihat warna dengan lebih akurat sekaligus memberikan kenyamanan visual saat mengerjakan berbagai proyek desain digital.
Selain perangkat utama pembelajaran, LG juga melengkapi ruang multimedia dengan AC hemat energi sehingga suasana kelas menjadi lebih nyaman dan kondusif selama proses belajar mengajar berlangsung.
Baca Juga: LG DualUp Monitor Tingkatkan Produktivitas Kreatif Digital

Dukungan Industri untuk Menyiapkan Lulusan Siap Kerja
Kepala SMKN 2 Tangerang Selatan, Akhmad Basuni, menyambut baik dukungan tersebut. “Kami menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan LG. Ini tentunya akan membantu proses belajar-mengajar siswa dan dapat meningkatkan kesiapan siswa memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.”
Bagi sekolah vokasi, kolaborasi dengan dunia industri seperti ini menjadi salah satu cara memperkecil kesenjangan antara proses pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan kompetensi di dunia kerja.
Dengan fasilitas yang lebih baik, siswa tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pengalaman praktik menggunakan perangkat yang relevan dengan lingkungan profesional.
Baca Juga: LG Raih Pencapaian Kembali TKDN untuk Produk Monitornya
LG Loves School, Komitmen Jangka Panjang untuk Pendidikan Indonesia
Program LG Loves School merupakan salah satu pilar dari payung program tanggung jawab sosial LG Loves Indonesia yang telah dijalankan LG selama lebih dari 35 tahun beroperasi di Indonesia.
Bagi LG, LG Loves School menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan pendidikan berbasis teknologi, terutama di sekolah kejuruan, agar mampu melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Selain LG Loves School, LG juga memiliki tiga pilar CSR lainnya.
LG Loves Green berfokus pada pelestarian lingkungan melalui berbagai program hemat energi, penanaman lebih dari 32.000 pohon, serta kegiatan daur ulang kain, limbah makanan, hingga sampah elektronik.
Sementara LG Loves Children diarahkan untuk meningkatkan literasi anak Indonesia melalui penerbitan buku bersama Kementerian Pendidikan dan pembangunan perpustakaan di daerah dengan tingkat literasi yang masih rendah.
Adapun LG Loves and Cares menjadi wadah berbagai kegiatan sosial perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk program Lebaran Sehat dan donasi berbagai produk LG.
“Seperti pula program LG Loves School yang kami lakukan saat ini, LG memiliki komitmen yang sama besar untuk terus berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui pilar inisiatif sosial kami lainnya,” ujar Ha Sang-chul.
Ia menegaskan, seluruh inisiatif tersebut merupakan bagian dari semangat LG untuk terus bertumbuh bersama masyarakat Indonesia melalui visi “Better Life for All.” (RR)
Insight Ranahrumah
Pembelajaran di jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) kini semakin bertumpu pada teknologi digital. Hampir seluruh proses belajar—mulai dari membuat ilustrasi, mengolah foto, mendesain identitas visual, hingga menyunting video dan animasi—dikerjakan melalui komputer dan monitor. Karena itu, kualitas perangkat yang digunakan di laboratorium multimedia ikut memengaruhi kenyamanan belajar sekaligus akurasi hasil karya siswa.
Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri menjadi salah satu langkah penting untuk menghadirkan fasilitas belajar yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan pengalaman menggunakan teknologi yang mendekati standar profesional sejak di bangku sekolah, lulusan SMK memiliki bekal yang lebih kuat untuk beradaptasi saat memasuki industri kreatif maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Cek berita terbaru dari industri dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom


