
Ranahrumah.com – INSPIRASI | Beberapa tahun lalu, banyak orang berani mengecat dinding dengan warna yang tegas dan kontras. Rumah menjadi ruang eksperimen visual. Namun perlahan, preferensi itu berubah. Kini, ketika rumah juga menjadi tempat bekerja, belajar, dan beristirahat dalam waktu yang lebih panjang, kebutuhan terhadap warna ikut bergeser.
Orang mulai bertanya bukan hanya “warna apa yang sedang tren?”, tetapi “warna apa yang membuat saya merasa nyaman setiap hari?”. Pergeseran cara pandang inilah yang membentuk arah tren warna hunian 2026—lebih tenang, lebih membumi, dan lebih personal.
Baca Juga: Discover Colours Nippon Paint: Membaca Ulang Makna Warna dalam Hunian Masa Kini
Tren Warna Hunian 2026: Mengapa Nuansa Tenang Semakin Dominan?
Jika beberapa tahun lalu warna-warna bold mendominasi, kini preferensi mulai bergeser. Banyak orang mencari ruang yang menenangkan dan stabil secara emosional.
Rumah tidak lagi hanya tempat pulang, tetapi ruang bekerja dan beristirahat sekaligus. Warna yang terlalu kuat atau kontras ekstrem perlahan ditinggalkan. Sebaliknya, warna-warna lembut, natural, dan membumi semakin diminati.
Inilah yang terbaca dalam tren warna hunian 2026—warna yang membantu ruang “bernapas”.
Baca Juga: Warna Biru Gelap dan Membumi untuk Melambat dan Memulihkan Energi

Empat Arah Warna Hunian 2026 Menurut Discover Colours Nippon Paint
Melalui Discover Colours, Nippon Paint menerjemahkan tren global ke dalam konteks Indonesia. Empat palet ini menjadi refleksi arah desain yang berkembang.
1. Bahari: Ketenangan sebagai Kebutuhan Baru
Nuansa biru laut, aqua, hingga abu kebiruan memberi efek relaksasi visual. Warna ini membantu menciptakan ruang yang lebih stabil dan tidak melelahkan secara psikologis.
Bahari menjadi representasi kebutuhan masyarakat urban akan ruang yang menenangkan.
2. Netral: Fleksibel dan Tidak Lekang Waktu
Warna netral seperti beige hangat, greige, dan abu terang tetap menjadi primadona. Tren warna hunian 2026 menunjukkan bahwa fleksibilitas menjadi nilai penting.
Netral memudahkan perubahan gaya tanpa perlu mengecat ulang terlalu sering. Ia juga memperkuat tekstur material seperti kayu, linen, atau batu alam.
3. Tropis: Energi yang Tetap Terkontrol
Hijau dedaunan, terracotta lembut, dan sentuhan kuning hangat membawa semangat tropis khas Indonesia. Namun penggunaannya kini lebih terukur—tidak terlalu mencolok, tetapi cukup memberi aksen yang hidup.
4. Etnik: Kembali pada Identitas Lokal
Warna-warna bumi yang lebih dalam seperti merah bata, cokelat kayu, indigo, dan mustard memberi kedalaman karakter.
Di tengah globalisasi, banyak desainer kembali mengeksplorasi identitas lokal sebagai kekuatan visual yang unik.
Tren Warna Rumah Indonesia: Dari Global ke Kontekstual
Salah satu perubahan penting dalam tren warna hunian 2026 adalah pendekatan kontekstual.
Warna tidak lagi diadopsi mentah dari luar negeri. Ia diterjemahkan sesuai iklim tropis, intensitas cahaya matahari, serta budaya masyarakat Indonesia.
Discover Colours Nippon Paint menunjukkan bahwa perspektif global bisa tetap relevan tanpa kehilangan akar lokal.
Bagaimana Memilih Warna Sesuai Tren Tanpa Kehilangan Karakter?
Mengikuti tren bukan berarti kehilangan identitas pribadi. Beberapa hal yang bisa dipertimbangkan:
- Pilih warna dasar netral, lalu tambahkan aksen sesuai karakter
- Perhatikan pencahayaan alami ruang
- Sesuaikan dengan fungsi ruang
- Gunakan visualisasi warna sebelum mengecat
Pendekatan ini membuat tren warna hunian 2026 menjadi panduan, bukan aturan kaku.
Tren warna hunian 2026 menunjukkan satu arah yang jelas: rumah harus terasa nyaman secara emosional.
Dan mungkin, warna yang paling relevan bukan yang paling mencolok—melainkan yang paling mampu membuat kita betah berlama-lama di dalamnya. (RR)
Baca Juga: 4 Tips Memilih Warna Eksterior Menurut Jenis, Daya Tahan, dan Hasil Akhir yang Diinginkan
Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom


