
Ranahrumah.com – TREN | Perhelatan DAIKIN Designer Awards 2025 resmi mencapai puncaknya di Jakarta (27/11).
DAIKIN Designer Awards 2025 menjadi panggung bagi para arsitek dan desainer interior yang berani tampil orisinal. Tahun ini, tema Originality bukan sekadar kata kunci. Ia menjelma menjadi prinsip yang menjiwai hampir setiap karya yang masuk, baik dari profesional maupun mahasiswa.
Dengan 1700 peserta, ajang ini menunjukkan gelombang baru kesadaran bahwa kualitas udara adalah bagian penting dari desain ruang masa depan. Estetika tak lagi hanya wujud, warna, atau geometri—melainkan juga bagaimana ruang bernapas, bergerak, dan memeluk penghuninya.
Baca Juga: Hadapi Era AI, DAIKIN Designer Awards 2025 Digelar dengan Tema Originality
Langkah Besar ke ASEAN
Perhelatan tahun kelima ini terasa istimewa. Untuk pertama kalinya, DAIKIN membuka kompetisi bagi dua negara: Indonesia dan Malaysia. Kolaborasi ini menghadirkan dukungan dari asosiasi besar seperti DOMA Initiatives, MIID, IAI, hingga HDII DKI Jakarta.
Dengan melibatkan dua kultur desain, dua perspektif, dua ekosistem kreatif, ajang ini mengalirkan harapan baru: bahwa wacana kualitas udara dan estetika dapat bergema lebih luas di kawasan ASEAN.
Baca Juga: PT DAIKIN Industries Indonesia Peroleh 3 Sertifikat ISO

Rangkaian Karya yang Berbicara
Berikut para pemenang DAIKIN Designer Awards 2025.
- Di kategori Proyek Terbangun, nama GeTs Architects muncul sebagai pemenang pertama melalui karya bertajuk The Steric Spes. Fasade berlapis beton kisi menciptakan dialog menarik antara cahaya, bayangan, dan ingatan visual. Sebuah pendekatan yang menggabungkan keberanian bentuk dan kepekaan konteks.

Pada karya-karya konseptual, imajinasi para peserta mengalir bebas:
- Dreamlabs Architects – “Weave”
Sebuah anggukan lembut pada tradisi tenun, memadukan jalinan alam, tradisi, dan modernisme dalam hunian kontemporer.
- Severus Andrew Febrian Aristoteles – “In Praise of Nature”
Karya arsitektur F&B yang memusatkan perhatian pada satu elemen besar: sebuah kanopi tunggal sebagai metafora keteraturan alam.
- Solenne Space – “Defying The Ordinary: A Narrative of Bold Intimacy”
Desain interior hunian yang membawa geometri pahatan, warna emosional, dan material taktil ke dalam pengalaman ruang yang lebih intim.
- Helen Agustine Studio – “Seribu Rasa Kemayoran”
Menghadirkan restoran Indonesia dalam nuansa rumah Jawa yang diolah ulang dengan sentuhan kontemporer.
Baca Juga: Resmikan Proshop Kedua di Semarang, DAIKIN Pasarkan AC Home Central

Sementara itu, karya mahasiswa tak kalah memukau.
- V House dan Umah Nataran menyampaikan gagasan segar tentang hunian sebagai ruang tumbuh yang lebih berpihak pada pengalaman sehari-hari penghuninya.

Lebih dari Sekadar Penghargaan
Shinji Miyata, Presiden Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia, menyampaikan bahwa kompetisi ini adalah ruang tempat ide tumbuh dan saling menginspirasi.
DAIKIN percaya bahwa meningkatkan kualitas hidup tak dapat dilepaskan dari kualitas udara yang kita hirup. Dan ketika tata udara dirancang seiring dengan estetika, lahirlah ruang-ruang yang bukan hanya indah dilihat, tetapi juga nyaman ditinggali.
Melalui DAIKIN Designer Awards 2025, harapan itu terasa semakin nyata—bahwa desain adalah bahasa universal untuk menghadirkan kehidupan yang lebih sehat, lebih manusiawi, dan lebih baik. (RR)
Baca Juga: Pemenang DAIKIN Designer Awrads 2024
Cek berita produk baru, inspirasi desain, tips gaya hidup modern, inovasi produk baru, dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, dan properti di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom


