
Ranahrumah.com – TREN [ISTANBUL] | Beko, perusahaan peralatan rumah tangga global terkemuka, meluncurkan Indeks Hidup Cerdas (Smart Living Index/SLI) miliknya. Studi ini mengungkapkan bahwa tekanan finansial kini menjadi pendorong terbesar adopsi perilaku rumah tangga berkelanjutan di seluruh dunia (22/02/26)
Smart Living Index: Sampel Representatif
Salah satu studi terbesar di bidangnya, Smart Living Index melacak bagaimana pandangan konsumen tentang keberlanjutan dan penggunaan energi berkembang. Studi ini juga mengamati bagaimana konsumen menggunakan peralatan pintar di rumah mereka sendiri.
Untuk Smart Living Index, Beko mensurvei sampel representatif sebanyak 6.000 konsumen di 12 pasar – Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol, Italia, Belanda, Rumania, Turki, Mesir, Thailand, Pakistan, dan Afrika Selatan.
Pertimbangan Membeli Peralatan Rumah Tangga
Konsumen di setiap pasar melaporkan perubahan dalam pendekatan mereka untuk membeli peralatan dalam 12 bulan terakhir, dengan keterjangkauan jangka panjang dan keberlanjutan semakin penting sebagai pertimbangan.
Di pasar-pasar di mana konsumen secara aktif melacak biaya operasional peralatan rumah tangga, adopsi fitur pintar lebih tinggi. Sebaliknya, pasar-pasar yang tidak melacak penggunaan energi dengan cermat lebih lambat dalam mengadopsi fitur pintar dan malah beralih ke aktivitas hemat energi lainnya seperti mengeringkan cucian di jemuran, atau mencuci piring dengan tangan.
Baca Juga: LG StanbyME 2 Bukan Sekadar TV Portabel tapi Partner Cerdas Aktivitas Harian Modern
Baca Juga: Mengenal Peralatan Rumah Tangga Pintar Berbasis AI dari China
Temuan Utama
- Biaya sebagai katalis: 8 dari 12 pasar menyebutkan biaya energi sebagai masalah lingkungan yang paling berdampak pada kehidupan sehari-hari mereka, mencerminkan bagaimana tantangan iklim dan keberlanjutan paling dirasakan melalui tagihan energi rumah tangga.
- Negara-negara Selatan memimpin: Di pasar-pasar barat seperti Inggris, Jerman, dan Prancis, konsumen kurang menghargai kehidupan pintar dibandingkan dengan pasar-pasar berkembang seperti Mesir, Thailand, dan Pakistan.
- Kesenjangan kepercayaan pada teknologi: Kurang dari 20% konsumen di pasar-pasar utama Eropa (Prancis, Spanyol, Inggris, Jerman) mempercayai peralatan bertenaga AI, meskipun ada pengakuan luas bahwa peralatan pintar bermanfaat bagi lingkungan.
- Kembali ke cara lama: Sebagian besar masyarakat melakukan penggantian peralatan rumah tangga untuk menghemat energi – misalnya, di banyak negara sekitar dua pertiga responden menyatakan bahwa mereka mengeringkan pakaian di tali jemuran.
- Paradoks usia vs. pendapatan: Aktivitas hemat energi meningkat seiring bertambahnya usia, tetapi menurun seiring bertambahnya pendapatan, menentang asumsi konvensional tentang keterlibatan lingkungan. Kelompok usia di atas 54 tahun memimpin dalam semua perilaku hemat energi.
- Permintaan dukungan pemerintah: Lebih dari 50% responden dari semua pasar setuju bahwa kebijakan pemerintah harus mendukung konsumen saat mereka beralih ke peralatan rumah tangga yang lebih hemat sumber daya daripada menyerahkan transisi sepenuhnya kepada rumah tangga.
- Masa depan adalah cerdas: Thailand (81%), Pakistan (86%), dan Turki (80%) menunjukkan antusiasme terbesar agar peralatan menjadi lebih cerdas, sementara Jerman (39%), Inggris (40%), dan Prancis (43%) kurang fokus pada inovasi cerdas. Namun, negara-negara tersebut bersatu dalam antusiasme terbesar terhadap inovasi yang membersihkan diri sendiri atau menghasilkan energi.
Perlunya Peralatan Rumah Tangga yang Mengurangi Dampak Lingkungan
Mengomentari peluncuran Smart Living Index, Hakan Bulgurlu, Chief Executive Officer di Beko, mengatakan: “Smart Living Index menyoroti kebutuhan mendesak untuk menjembatani kesenjangan kepercayaan pada teknologi pintar dan manfaatnya untuk membuka potensi penuhnya bagi kehidupan yang lebih cerdas dan berkelanjutan di setiap rumah tangga.:
Lebih lanjut dikatakannya bahwa temuan ini juga menunjukkan bagaimana perubahan kecil dan individual – ketika diadopsi dalam skala besar – dapat menciptakan dampak kolektif yang signifikan.
“Di Beko, kami percaya bahwa konsumen harus memiliki akses ke pilihan yang dirancang untuk mengurangi dampak lingkungan, terlepas dari tekanan finansial. Dengan memahami tren penghematan energi global dan persepsi tentang peralatan pintar, kami semakin siap untuk memenuhi kebutuhan pelanggan kami dan mendukung pergeseran menuju kehidupan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya. (RR)
Baca Juga: Perangkat Dapur Pintar untuk Dapur Masa Kini yang Makin Fleksibel
Baca Juga: Menciptakan Hunian yang Berkelanjutan dengan Rumah Pintar
Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom


