LG di IFA 2026: Saat Hemat Energi Menjadi Standar Baru Peralatan Rumah Tangga

Hemat energi bukan lagi sekadar fitur tambahan pada peralatan rumah tangga premium. Di IFA 2026, LG menunjukkan bagaimana teknologi efisiensi energi mulai diterapkan lebih luas—dari mesin cuci, pengering, dan washer-dryer hingga kulkas serta dishwasher—untuk menjawab kebutuhan rumah modern yang semakin cerdas dan berkelanjutan.

Produk home appliances hemat energi LG di IFA 2026
LG menghadirkan teknologi home appliances hemat energi di IFA 2026.

Ranahrumah.com – PRODUK | Bayangkan jika peralatan rumah tangga di rumah tidak hanya bekerja sesuai perintah, tetapi juga semakin mampu menyesuaikan cara kerjanya dengan kebiasaan penggunanya.

Mesin cuci mengoptimalkan penggunaan energi pada setiap tahap pencucian, kulkas membaca pola pemakaian untuk menghemat energi saat aktivitas rumah sedang rendah, sementara dishwasher dapat menyesuaikan siklus pencucian berdasarkan kondisi peralatan makan.

Arah seperti inilah yang akan dibawa LG Electronics ke IFA 2026, yang berlangsung 4–8 September di Messe Berlin, Jerman.

Melalui Energy Leadership Zone, LG menampilkan perkembangan teknologi home appliances yang tidak hanya mengejar performa, tetapi juga efisiensi energi. Menariknya, LG tidak lagi menempatkan teknologi tersebut hanya pada model-model flagship. Teknologi inti yang sebelumnya identik dengan produk premium kini diperluas ke lebih banyak jajaran produk.

Bagi penghuni rumah, langkah ini punya arti penting. Sebab semakin banyak perangkat yang digunakan setiap hari, semakin besar pula peluang penghematan energi jika masing-masing perangkat bekerja secara lebih efisien.

Ketika Hemat Energi Tidak Lagi Berarti Mengurangi Performa

Selama ini, efisiensi energi sering kali dipahami secara sederhana: menggunakan listrik lebih sedikit. Namun, teknologi yang ditampilkan LG di IFA 2026 menunjukkan pendekatan yang lebih jauh.

Tantangannya bukan sekadar membuat perangkat mengonsumsi lebih sedikit energi, melainkan bagaimana mengoptimalkan energi tanpa mengurangi performanya.

Pada perangkat pencucian, misalnya, LG memanfaatkan teknologi seperti Direct Drive Motor dan kontrol inverter untuk mengatur kecepatan serta output motor secara lebih presisi sesuai tahapan pencucian.

Dengan cara ini, energi tidak digunakan secara berlebihan ketika tidak diperlukan.

Pada mesin pengering, pendekatan tersebut dilanjutkan melalui teknologi Dual Inverter Heat Pump™. Sistem ini mendaur ulang panas di dalam proses pengeringan sehingga kebutuhan energi dapat ditekan, sekaligus tetap mempertahankan kinerja pengeringan.

Bukan hanya teknologi yang menjadi perhatian. LG juga memperluas penerapan efisiensi energi tersebut ke produk yang lebih terjangkau.

Salah satunya adalah mesin pengering kategori mass-premium yang direncanakan meluncur di Eropa pada akhir 2026. Jika sebelumnya berada pada standar kelas B, model baru ini ditingkatkan hingga standar kelas A.

Artinya, teknologi hemat energi perlahan bergerak keluar dari kategori produk premium dan menjadi sesuatu yang dapat dinikmati lebih banyak rumah tangga.

Mesin Cuci yang Menggunakan Energi Secara Lebih Cermat

Perangkat pencucian menjadi salah satu area yang paling menarik dalam Energy Leadership Zone LG.

Mesin cuci terbaru LG yang dipamerkan di IFA 2026 diklaim mampu melampaui persyaratan standar kelas A hingga 70 persen. Sementara itu, washer-dryer kombinasi memiliki siklus Washing Only dengan efisiensi hingga 30 persen di atas standar kelas A.

Untuk siklus lengkap Complete Wash and Dry, efisiensinya dapat mencapai hingga 10 persen di atas standar kelas A.

Yang menarik, pencapaian tersebut tidak hanya datang dari satu fitur.

Motor Direct Drive, kontrol inverter yang presisi, hingga pengaturan output motor bekerja sebagai satu sistem untuk menyesuaikan kebutuhan energi pada setiap tahapan pencucian.

Bagi kehidupan sehari-hari, pendekatan seperti ini penting karena mesin cuci merupakan perangkat yang digunakan secara rutin. Efisiensi yang terjadi berulang kali pada setiap siklus pada akhirnya dapat memberikan dampak terhadap konsumsi energi rumah tangga secara keseluruhan.

Baca Juga: LG WashTower untuk Kebutuhan Laundry Modern

Kulkas Mulai Belajar dari Kebiasaan Penggunanya

Jika mesin cuci bekerja berdasarkan siklus penggunaan, kulkas memiliki tantangan yang berbeda.

Perangkat ini bekerja hampir sepanjang hari sehingga efisiensi energi menjadi persoalan yang sangat relevan.

Di IFA 2026, LG menghadirkan sejumlah kulkas dengan efisiensi energi kelas A. Model Bottom-Freezer bahkan diklaim mampu melampaui standar kelas A hingga 35 persen, sementara model Side-by-Side dan French Door juga menawarkan performa kelas A.

Teknologinya tidak berhenti pada kompresor yang lebih efisien.

LG mengoptimalkan sistem pendinginan melalui kontrol temperatur yang lebih presisi, insulasi, penukar panas, serta motor untuk membantu mengurangi kehilangan energi.

Yang juga menarik adalah AI Saving Mode.

Sistem ini menganalisis data penggunaan selama tiga minggu untuk memahami pola aktivitas pengguna. Ketika aktivitas sedang rendah, sistem dapat menyesuaikan performa pendinginan sehingga energi tidak digunakan secara berlebihan.

Pendekatan ini memperlihatkan perubahan penting dalam teknologi rumah tangga.

Perangkat tidak lagi hanya menunggu perintah pengguna, tetapi mulai membaca pola penggunaan untuk menentukan cara kerja yang lebih efisien.

Baca Juga: Kulkas LG Bottom Freezer InstaView dengan Ice Maker Sudah Tersedia di Pasar Indonesia

Dishwasher yang Tidak Hanya Hemat Air, tetapi Juga Energi

Pada dishwasher, penghematan air ternyata berkaitan langsung dengan penghematan energi.

Semakin sedikit air yang perlu dipanaskan, semakin kecil pula energi yang dibutuhkan untuk menjalankan proses pencucian.

Karena itu, LG melakukan penyempurnaan pada unit penggerak sekaligus menggunakan Inverter Motor untuk membantu meningkatkan efisiensi. Hampir seluruh jajaran dishwasher terbaru LG bahkan telah mencapai peringkat energi kelas A.

Salah satu inovasi yang menarik adalah Hybrid Air Dry.

Teknologi ini meningkatkan sirkulasi udara untuk mempercepat proses pengeringan. Hasilnya, konsumsi energi dapat dihemat hingga 30 persen dibandingkan standar kelas A.

Sementara itu, fitur AI SenseClean™ membawa pendekatan yang lebih personal.

Alih-alih menjalankan pengaturan yang sama pada setiap pencucian, sistem dapat menyesuaikan siklus berdasarkan hingga 32 variabel. Suhu dan durasi pencucian, misalnya, dapat disesuaikan dengan kondisi peralatan makan yang dicuci.

Untuk penggunaan sehari-hari, teknologi seperti ini menunjukkan bahwa efisiensi tidak selalu berarti perangkat bekerja lebih sedikit. Justru, perangkat bekerja lebih tepat sesuai kebutuhan.

Dari Fitur Premium Menjadi Standar Baru Rumah Modern

Apa yang ditampilkan LG di IFA 2026 sebenarnya menggambarkan perubahan yang lebih besar dalam perkembangan peralatan rumah tangga.

Efisiensi energi semakin sulit dipandang sebagai fitur tambahan. Ketika rumah dipenuhi berbagai perangkat yang bekerja setiap hari, kemampuan setiap perangkat untuk menggunakan energi secara lebih cermat akan semakin penting.

Apalagi teknologi rumah masa depan bergerak menuju sistem yang lebih terhubung dan adaptif. Peralatan tidak hanya dituntut memiliki performa tinggi, tetapi juga mampu memahami konteks penggunaan, mengurangi pemborosan, dan bekerja lebih efisien tanpa terus-menerus membutuhkan intervensi manusia.

Inilah yang membuat perluasan teknologi hemat energi LG menjadi menarik.

LG tidak hanya membawa teknologi efisiensi energi pada produk unggulannya, tetapi berupaya menurunkan teknologi tersebut ke lebih banyak kategori dan segmen produk.

Dengan demikian, gaya hidup hemat energi tidak harus selalu berarti memilih lebih sedikit perangkat atau mengurangi penggunaannya. Pilihan lainnya adalah menggunakan perangkat yang sejak awal dirancang untuk bekerja lebih efisien.

Baca Juga: Mengapa Rumah Masa Kini Lebih Personal, Nyaman, Cerdas?

Catatan Ranahrumah

Rumah yang lebih hemat energi pada akhirnya bukan hanya ditentukan oleh seberapa sering penghuni mematikan perangkat atau mengurangi pemakaian listrik. Teknologi pada perangkat itu sendiri semakin memiliki peran penting. Ketika mesin cuci, kulkas, pengering, hingga dishwasher mampu mengatur penggunaan energi secara lebih presisi dan adaptif, efisiensi dapat menjadi bagian dari cara perangkat bekerja sehari-hari—bukan sekadar kebiasaan tambahan bagi penghuninya.

Melalui Energy Leadership Zone di Hall 18, Messe Berlin, LG akan memperlihatkan portofolio home appliances hemat energi tersebut selama IFA 2026, 4–8 September.

Seperti disampaikan Baek Seung-tae, Presiden LG Home Appliance Solution Company, LG ingin menjadikan performa energi tinggi bukan lagi sekadar pilihan premium, tetapi standar yang semakin mudah dijangkau lebih banyak konsumen.

Dan mungkin, inilah salah satu gambaran rumah masa depan: bukan rumah yang menggunakan lebih sedikit teknologi, melainkan rumah yang memiliki teknologi yang semakin tahu bagaimana menggunakan energi dengan lebih bijak. (RR)

Cek berita inovasi produk terbaru, ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom