
Ranahrumah.com – INSPIRASI | Kita terbiasa memberi fungsi yang jelas pada setiap ruang di rumah. Kamar tidur untuk tidur, ruang kerja untuk bekerja, ruang tamu untuk menerima tamu, sementara meja makan menjadi tempat untuk makan.
Padahal, kehidupan sehari-hari tidak pernah sesederhana itu.
Kita bisa bekerja sambil duduk di sofa, membaca di tempat tidur, mencari ide sambil menyeruput kopi di coffee table, atau justru mendapatkan inspirasi ketika sedang tidak melakukan apa-apa.
Ruang Candramawa, hasil kolaborasi IKEA Indonesia dan Danilla, menunjukkan cara pandang yang berbeda. Alih-alih membuat ruang berdasarkan fungsi yang sudah ditentukan, IKEA terlebih dahulu memahami bagaimana Danilla dan tim menjalani proses kreatif di balik album Candramawa.
Dari sana muncul satu gagasan yang lebih luas: ruang seharusnya dirancang mengikuti gaya hidup penghuninya dan mendukung kehidupan penghuninya, bukan sebaliknya.
Baca Juga: Karakter Danilla yang Diterjemahkan ke Dalam Ruang
Ketika Kehidupan Penghuni Menjadi Titik Awal Desain
Dalam merancang Ruang Candramawa, IKEA tidak memulai dengan pertanyaan, “Seperti apa studio musik Danilla?”
Yang dicari justru adalah bagaimana Danilla dan dua produser yang bekerja bersamanya, Lafa Pratomo dan Otta Tarrega, menjalani proses menciptakan musik.
Proses kreatif mereka ternyata tidak berlangsung secara linear. Ada saat ketika mereka bekerja serius, mencoba bagian vokal atau instrumen, mendengarkan hasilnya, lalu saling memberikan respons. Ada pula waktu untuk berbincang, mencari ide, menikmati kopi, berhenti sejenak, bahkan sekadar membiarkan pikiran berjalan sendiri.
Kebiasaan-kebiasaan tersebut menjadi informasi penting bagi IKEA untuk memahami kebutuhan ruang mereka.
“Dari awal kami memang tidak ingin membuat replika kamar atau studionya Danilla. Kami ingin memahami bagaimana beliau dan teman-temannya menjalani proses pembuatan musik,” ujar Alfinda Krista Rahardyana, Interior Design Leader IKEA Indonesia.
Pendekatan ini membuat desain tidak lagi semata-mata dimulai dari ukuran ruang, jenis furnitur, atau fungsi yang sudah ditentukan sebelumnya.
Manusianya terlebih dahulu yang dipahami. Baru setelah itu ruang dirancang untuk merespons kehidupan yang akan berlangsung di dalamnya.
Baca Juga: Rumah Adaptif: Ketika Desain Rumah Disiapkan untuk Mengikuti Perubahan Hidup

Satu Ruang, Banyak Kemungkinan
Apa yang terjadi di ruang kreatif Danilla sebenarnya tidak jauh berbeda dari kehidupan banyak orang di rumah.
Kita mungkin memiliki meja kerja, tetapi tidak selalu bekerja di sana. Ada kalanya laptop justru dibawa ke meja makan atau coffee table. Sofa yang seharusnya menjadi tempat duduk bisa berubah menjadi tempat membaca, menonton, berbincang, bahkan sekadar rebahan sambil menunggu sebuah ide muncul.
Karena itu, ruang yang fleksibel bukan berarti harus memiliki furnitur yang semuanya bisa berubah bentuk.
Fleksibilitas juga bisa muncul dari cara kita memberi kemungkinan pada sebuah ruang.
Inilah yang diterjemahkan IKEA dalam Ruang Candramawa. Di dalam roomset berukuran sekitar 4 x 4 meter tersebut, terdapat area kerja yang menyerupai suasana studio, tetapi juga ada coffee table yang dapat digunakan untuk bekerja, sofa untuk beristirahat, serta area yang memungkinkan Danilla dan orang-orang terdekatnya duduk dan berbincang.
Laptop pun tidak harus selalu berada di meja kerja.
Dengan begitu, batas antara bekerja, beristirahat, mencari inspirasi, dan bersosialisasi menjadi lebih cair.
Baca Juga: Perabot Rumah yang Mengikuti Kebutuhan Penghuni
Ruang yang Tidak Membatasi Kreativitas
Bagi Danilla, ruang memiliki hubungan yang cukup personal dengan proses kreatif.
Ia menggambarkan ruang sebagai sesuatu yang bisa dikontrol. Ketika seseorang memiliki ruang untuk diam dan tenggelam sejenak dalam dirinya sendiri, ide justru bisa muncul dengan lebih bebas.
Karena inspirasi tidak selalu datang ketika seseorang sedang duduk di depan komputer atau alat musik. Bisa ketika sedang minum kopi. Bisa sambil rebahan. Bisa ketika sedang berbincang. Bahkan bisa ketika sedang bengong.
Maka ruang yang dibutuhkan bukan semata-mata ruang yang menyediakan semua peralatan untuk bekerja, tetapi ruang yang memberikan kemungkinan untuk berada dalam berbagai kondisi.
Tenang ketika ingin sendiri. Nyaman ketika ingin beristirahat. Terbuka ketika ingin berdiskusi. Dan, yang tidak kalah penting, tidak terasa terlalu mengatur.
Selanjutnya: Dari 4 x 4 Meter, Belajar tentang Ruang yang Fleksibel (Halaman 2)


