
| Tower crane Zoomlion digunakan dalam pembangunan jembatan setinggi 283 meter di Tiongkok dan gedung 380 meter di Istanbul, dengan dukungan teknologi kendali presisi serta pemantauan jarak jauh.
Ranahrumah.com – ARSITEKTUR | Pembangunan jembatan dan gedung pencakar langit membutuhkan alat angkat yang mampu menangani komponen berat dengan presisi tinggi. Zoomlion mengandalkan teknologi kendali cerdas dan rekayasa yang disesuaikan dengan kondisi proyek untuk mendukung konstruksi di ketinggian.
Konstruksi bangunan tinggi dan infrastruktur berskala besar menghadirkan tantangan tersendiri. Komponen baja dan beton harus diangkat serta ditempatkan secara akurat, sementara ruang gerak alat terbatas dan kondisi angin dapat berubah sewaktu-waktu.
Dalam kondisi tersebut, kemampuan mengangkat beban berat saja tidak cukup. Stabilitas, ketepatan pergerakan, serta sistem pemantauan juga berperan penting dalam mendukung proses pemasangan komponen.
Hal inilah yang ditunjukkan Zoomlion Heavy Industry Science & Technology Co., Ltd. melalui penggunaan tower crane atau derek menara dalam pembangunan Jembatan Besar Danau Lugu di Tiongkok dan gedung Bank Sentral Republik Türkiye di Istanbul.
Kedua proyek tersebut memperlihatkan penerapan teknologi pengangkatan yang berbeda sesuai kebutuhan, mulai dari kapasitas angkat hingga penyesuaian desain dan dukungan teknis di lapangan.
Baca Juga: Lift Interior Kontemporer untuk Gedung Pencakar Langit
Tower Crane Zoomlion untuk Pembangunan Jembatan di Tiongkok
Pada 29 September, pembangunan menara setinggi 283 meter di Jembatan Besar Danau Lugu, Tiongkok, mencapai tahap penyelesaian struktur utama atau topping out.
Jembatan yang berada di Jalan Tol Xichang–Shangri-La, Tiongkok barat daya, ini dibangun melintasi ngarai pegunungan. Kondisi tersebut menuntut ketepatan dalam penempatan komponen struktural berukuran besar, terutama ketika pekerjaan berlangsung di ketinggian dan menghadapi perubahan arah maupun kecepatan angin.
Untuk mendukung pekerjaan tersebut, Zoomlion mengoperasikan dua unit tower crane R4300-200. Masing-masing unit bertugas menangani pengangkatan komponen untuk menara utama yang menjadi tanggung jawabnya.
Pada tahap akhir pembangunan menara sisi Shangri-La, pekerjaan mencakup penyelesaian 103 meter terakhir, termasuk penempatan komponen baja dan beton di atas balok melintang tengah (crossbeam).
R4300-200 memiliki kapasitas angkat maksimum 200 metrik ton dan panjang lengan derek (jib) 80 meter. Kemampuan tersebut didukung lebih dari 20 fungsi keselamatan dan kendali cerdas untuk membantu mengendalikan pergerakan beban selama proses pengangkatan.
Fitur yang tersedia mencakup sistem pencegahan tabrakan, penyesuaian kecepatan operasi secara otomatis berdasarkan beban, serta mekanisme untuk mencegah beban yang diangkat merosot ke bawah.
Pengendalian ini membantu operator mengatur pergerakan komponen berat agar proses penempatan dapat berlangsung secara terkendali.
Pemantauan Jarak Jauh untuk Menjaga Presisi
Selain kapasitas angkat, visibilitas selama proses kerja menjadi faktor penting dalam pembangunan jembatan tersebut.
Zoomlion memanfaatkan tayangan kamera langsung agar operator dapat memantau posisi komponen dan mengendalikan proses pengangkatan dari permukaan tanah. Dengan demikian, operator tetap dapat mengamati pergerakan beban dan mendukung penyelarasan komponen selama pemasangan.
Menurut Zoomlion, pengangkatan segmen untuk menara utama di sisi Shangri-La telah diselesaikan dengan aman.
Penerapan sistem pemantauan ini memperlihatkan bagaimana teknologi kendali jarak jauh dapat membantu operator menangani pekerjaan di ketinggian, terutama ketika ketepatan penempatan komponen menjadi kebutuhan utama.
Tower Crane yang Disesuaikan untuk Gedung Setinggi 380 Meter di Istanbul
Tantangan berbeda dihadapi dalam pembangunan gedung Bank Sentral Republik Türkiye di Istanbul International Financial Center. Gedung setinggi 380 meter tersebut memadukan struktur baja dan beton pracetak, sementara area konstruksinya memiliki ruang gerak yang terbatas.
Selama pembangunan, proyek ini melibatkan 1.260 kali pengangkatan beban berat. Salah satu komponen yang harus ditangani adalah kolom baja dengan bobot mencapai 48,2 metrik ton.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Zoomlion melakukan kustomisasi pada tower crane tipe luffing jib L760-50. Model ini memiliki kapasitas angkat maksimum 50 metrik ton dan panjang jib maksimum 60 meter.
Penyesuaian juga dilakukan pada bagian tiang atau mast. Dengan ukuran sisi 2,3 meter, struktur modularnya dirancang untuk menyesuaikan keterbatasan ruang di lokasi proyek sekaligus memungkinkan pengangkutan menggunakan kontainer pengiriman standar.
Setiap unit tower crane memerlukan 10 sambungan khusus ke bangunan. Sambungan tersebut direkayasa untuk memenuhi persyaratan seismik yang berlaku di wilayah setempat.
Penyesuaian ini menunjukkan bahwa pemilihan alat angkat untuk gedung tinggi tidak hanya bergantung pada kapasitasnya. Dimensi peralatan, metode pemasangan, serta kesesuaiannya dengan struktur bangunan juga perlu diperhitungkan sejak tahap perencanaan.
Sistem Kendali Membantu Mengurangi Ayunan Beban
Untuk mendukung ketepatan pengangkatan, L760-50 dilengkapi sistem penggerak frekuensi variabel (variable-frequency drive).
Sistem ini mengatur pergerakan pengangkatan, rotasi, dan jib, sehingga memungkinkan proses mulai dan berhenti berlangsung lebih mulus. Pengaturan tersebut juga membantu operator melakukan penyesuaian saat menyelaraskan komponen baja berbobot besar.
Pengendalian pergerakan yang lebih presisi membantu mengelola ayunan beban, terutama ketika komponen harus ditempatkan pada posisi tertentu di dalam struktur bangunan.
Sistem pemantauan kecepatan angin turut mendukung pengoperasian. Ketika kecepatan angin melampaui ambang batas yang telah ditentukan, sistem dapat memberikan peringatan otomatis dan membatasi kecepatan operasi.
Dengan adanya pemantauan tersebut, tim di lapangan memiliki informasi tambahan untuk menyesuaikan pekerjaan terhadap perubahan kondisi di ketinggian.
Baca Juga: 14 Jenis Tukang dan Keahliannya, Kenali sebelum Memilih
Pemantauan Peralatan untuk Mendukung Pemeliharaan
Teknologi yang digunakan Zoomlion di Istanbul tidak berhenti pada pengendalian saat pengangkatan berlangsung. Perusahaan juga menerapkan sistem pemantauan dan pemeliharaan jarak jauh untuk membantu memantau kondisi peralatan.
Sistem tersebut mentransmisikan 28 parameter operasional, termasuk beban, suhu komponen, jam operasi, dan kode kerusakan.
Data ini dapat digunakan untuk menilai kondisi serta tingkat keausan komponen, sekaligus membantu perencanaan pemeliharaan preventif. Dengan pemantauan tersebut, potensi masalah diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganannya tidak harus menunggu hingga terjadi gangguan yang lebih besar.
Zoomlion juga mengandalkan koordinasi antara tim penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) di Tiongkok dengan para insinyur di Turki. Kerja sama jarak jauh ini digunakan untuk membantu mendiagnosis masalah peralatan dan mendukung pemeliharaan tepat waktu.
Dukungan teknis tersebut turut membantu meminimalkan waktu henti (downtime) peralatan. Menurut perusahaan, pemilihan alat dan dukungan teknis yang diberikan membantu menjaga jadwal pembangunan, dengan capaian penyelesaian satu lantai struktur utama setiap lima hari.
Layanan yang diberikan juga meliputi penentuan posisi derek, studi kelayakan pemasangan, serta simulasi pembongkaran. Seluruh tahapan ini diperlukan agar konfigurasi alat sesuai dengan kebutuhan praktis di lokasi konstruksi.
Baca Juga: Mengenal Arsitektur Sangrada Familia
Teknologi Pengangkatan untuk Proyek Gedung Tinggi
Pengalaman di Tiongkok dan Istanbul memperlihatkan dua kebutuhan berbeda dalam pengoperasian tower crane. Pembangunan jembatan membutuhkan kemampuan mengangkat beban sangat berat sekaligus menjaga ketepatan penempatan komponen. Sementara itu, proyek gedung tinggi di kawasan perkotaan menuntut penyesuaian peralatan terhadap keterbatasan ruang, struktur bangunan, dan kebutuhan operasional.
Keduanya memperlihatkan bahwa kinerja alat angkat tidak hanya ditentukan oleh kapasitas maksimum. Sistem kendali, pemantauan kondisi, konfigurasi peralatan, serta dukungan teknis juga berperan dalam mendukung pekerjaan konstruksi.
Zoomlion menyebut pengalaman tersebut sebagai bekal untuk proyek gedung tinggi lainnya, termasuk Ciel Dubai Marina setinggi 377 meter, Al Habtoor Tower setinggi 400 meter di Dubai, serta Oasis Central Towers setinggi 331 meter di Indonesia.
Perusahaan menyatakan akan terus mengembangkan solusi pengangkatan yang disesuaikan dengan kebutuhan proyek, disertai dukungan teknis untuk pembangunan gedung pencakar langit dan infrastruktur.
Bagi proyek konstruksi di ketinggian, perpaduan antara kemampuan angkat, presisi kendali, dan perencanaan yang tepat menjadi bagian penting dalam mendukung pekerjaan yang aman dan efisien.
(RR)
Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom


