
| Pelatihan teori dan praktik membantu siswa SMK jurusan audio video memahami cara kerja perangkat elektronik, mengenali gangguan, hingga melakukan perawatan dan perbaikan. Melalui Sharp Class, Sharp Indonesia menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan industri sekaligus membuka wawasan siswa tentang profesi teknisi.
Ranahrumah.com – TREN | Memahami teori elektronika merupakan salah satu bekal penting bagi siswa SMK jurusan audio video. Namun, untuk menghadapi dunia kerja, pengetahuan tersebut perlu dilengkapi dengan pengalaman praktik. Siswa perlu mengenal komponen perangkat, memahami cara kerja sistem elektronik, serta belajar mengidentifikasi gangguan dan menentukan langkah penanganan yang tepat.
Keterampilan seperti ini tidak hanya dibutuhkan untuk mengoperasikan atau memperbaiki perangkat. Dalam pekerjaan teknisi, ketelitian, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, dan pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan juga menjadi bagian dari kompetensi profesional.
Kebutuhan tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya pembelajaran yang menghubungkan pendidikan vokasi dengan dunia industri. Siswa tidak cukup hanya mengetahui prinsip kerja sebuah perangkat, tetapi juga perlu memahami bagaimana pengetahuan itu diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
Salah satu upaya untuk menjembatani kebutuhan tersebut hadir melalui Sharp Class, program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) yang diselenggarakan PT Sharp Electronics Indonesia untuk mendukung pengembangan keterampilan siswa SMK.
Pada 21 Oktober 2026, Sharp Indonesia menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan SMKN 1 Cikarang Barat untuk pelaksanaan Sharp Class di bidang audio video. Sebanyak 25 siswa terpilih mengikuti program pelatihan selama tiga bulan yang memadukan pembelajaran teori dan praktik.
Baca Juga: TV Rusak karena Tersambar Petir? Cegah dengan Cara Ini!
Apa yang Dimaksud Keterampilan Audio Video Berbasis Industri?
Keterampilan audio video berbasis industri adalah kemampuan teknis yang dipelajari dengan mengacu pada penerapan pengetahuan, prosedur kerja, dan standar profesional yang dibutuhkan di lingkungan industri.
Dalam bidang elektronik, pembelajaran ini mencakup pemahaman komponen, pemeriksaan fungsi perangkat, identifikasi gangguan, serta dasar-dasar perawatan dan perbaikan. Siswa tidak hanya mempelajari konsep, tetapi juga berlatih menerapkannya untuk memahami persoalan teknis dan menentukan penanganan yang sesuai.
Pembelajaran tersebut perlu berjalan beriringan dengan pembentukan sikap kerja. Seorang teknisi dituntut bekerja secara teliti dan disiplin, bertanggung jawab terhadap pekerjaannya, serta mampu menjelaskan persoalan perangkat kepada pelanggan dengan bahasa yang mudah dipahami.
Artinya, kesiapan kerja tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan teknis. Cara menangani masalah, mengikuti prosedur, dan memberikan pelayanan juga memengaruhi kualitas pekerjaan seorang teknisi.
Inilah aspek yang ingin diperkenalkan melalui Sharp Class di SMKN 1 Cikarang Barat.
Baca Juga: Sharp Class Jembatan Industri dan SMK Minyiapkan Lulusan Siap Kerja
Teori, Praktik, dan Pembekalan Sikap Profesional
Selama tiga bulan, 25 peserta Sharp Class mendapatkan pelatihan audio video yang dibimbing oleh tenaga profesional Sharp Indonesia. Materi pembelajaran meliputi pengenalan komponen elektronik, pemeriksaan fungsi perangkat, identifikasi gangguan, serta dasar-dasar perawatan dan perbaikan.
Selain keterampilan teknis, siswa memperoleh pembekalan mengenai etika kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi, dan kepemimpinan. Kombinasi materi tersebut diharapkan membantu siswa memahami pekerjaan teknisi secara lebih menyeluruh, termasuk tuntutan sikap profesional yang menyertainya.
Lise Tiasanty, Customer Satisfaction Division Head PT Sharp Electronics Indonesia, menjelaskan bahwa kemampuan teknis perlu didukung oleh keterampilan pelayanan.
“Seorang teknisi perlu memiliki pemahaman teknis yang baik, tetapi itu saja tidak cukup. Ketelitian, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, dan pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan juga menjadi bagian penting dari pekerjaannya. Melalui Sharp Class, kami ingin memperkenalkan perspektif tersebut sejak siswa masih berada di bangku sekolah, sehingga mereka memiliki gambaran yang lebih utuh tentang profesi dan standar kerja yang akan dihadapi,” ungkap Lise.
Pembekalan tersebut menjadi relevan karena pekerjaan teknisi berhubungan langsung dengan kepercayaan pelanggan. Kemampuan mendiagnosis gangguan perlu disertai ketepatan dalam melakukan penanganan, sedangkan proses pelayanan menuntut komunikasi yang baik dan tanggung jawab terhadap hasil pekerjaan.
Dengan mengenalkan aspek-aspek tersebut sejak di bangku sekolah, siswa diharapkan lebih siap menghadapi situasi kerja yang sesungguhnya.
Baca Juga: AC Installer Championship oleh Sharp Indonesia
Menyiapkan Calon Tenaga Kerja Sekaligus Mendukung Layanan Purnajual
Bagi perusahaan elektronik, pengembangan keterampilan teknisi juga berkaitan dengan kebutuhan menjaga kualitas layanan purnajual. Kemampuan memeriksa perangkat, mengidentifikasi gangguan, dan melakukan perbaikan sesuai prosedur merupakan bagian penting dari pelayanan kepada konsumen setelah pembelian produk.
Karena itu, keterlibatan Sharp Indonesia dalam pendidikan vokasi memiliki relevansi dengan kebutuhan perusahaan untuk mengembangkan sumber daya manusia yang memahami bidang elektronik sekaligus mengenal standar pelayanan profesional.
Pandu Setio, PR & Brand Communication Department Head PT Sharp Electronics Indonesia, mengatakan bahwa program ini dirancang untuk membantu menjembatani pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan dunia kerja.
“Bagi Sharp, mendukung pendidikan vokasi bukan sekadar memberikan pelatihan tambahan kepada siswa. Kami ingin membantu menjembatani apa yang mereka pelajari di sekolah dengan kebutuhan yang akan mereka hadapi ketika memasuki dunia kerja. Dengan bekal keterampilan yang relevan dan pemahaman tentang lingkungan profesional, kami berharap mereka lebih percaya diri dalam mengambil peluang dan membangun karier setelah lulus,” ujar Pandu.
Dalam jangka panjang, lulusan dengan keterampilan yang sesuai dapat menjadi salah satu sumber calon tenaga kerja bagi industri elektronik, termasuk untuk kebutuhan layanan teknis. Apabila sebagian alumni memenuhi kualifikasi dan direkrut oleh Sharp Indonesia, keterampilan yang mereka peroleh melalui program ini berpotensi mendukung pengembangan tenaga teknisi sekaligus memperkuat layanan purnajual perusahaan.
Namun, manfaat program tidak terbatas pada peluang bekerja di perusahaan penyelenggara. Kompetensi yang diperoleh siswa juga dapat menjadi bekal untuk memasuki perusahaan lain, mengembangkan keterampilan lebih lanjut, atau membangun usaha mandiri di bidang yang relevan.
Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan memberi manfaat bagi kedua pihak. Siswa memperoleh kesempatan memperluas kompetensi dan wawasan profesi, sedangkan industri turut berkontribusi dalam menyiapkan calon tenaga kerja yang lebih memahami kebutuhan lapangan.
Sharp Class dan Pengembangan Pendidikan Vokasi
Sharp Class pertama kali diperkenalkan pada 2012 sebagai bagian dari komitmen Sharp Indonesia dalam mendukung pendidikan vokasi. Hingga Oktober 2026, program ini telah diikuti oleh 948 siswa. Sebanyak 97 lulusan di antaranya telah bergabung sebagai karyawan Sharp Indonesia, sementara alumni lainnya berkarier di perusahaan nasional dan internasional maupun mengembangkan usaha mandiri.
Angka tersebut menunjukkan bahwa peserta program menempuh beragam jalur setelah menyelesaikan pelatihan. Pengalaman belajar yang terhubung dengan industri diharapkan membantu mereka mengenali pilihan karier dan mempersiapkan diri untuk mengambil langkah berikutnya.
Program Sharp Class telah dilaksanakan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Aceh, Malang, Denpasar, Banjarmasin, dan Padang, serta daerah lainnya di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Pelaksanaan di SMKN 1 Cikarang Barat melanjutkan upaya Sharp Indonesia untuk memperluas kesempatan belajar yang relevan dengan kebutuhan industri.
Bagi sekolah, kolaborasi dengan perusahaan membuka ruang untuk memperkaya proses pembelajaran dan memperluas wawasan siswa mengenai profesi yang ingin mereka tekuni.
B. Agus Wimbadi, S.Pd., M.Pd., Kepala SMKN 1 Cikarang Barat, menyampaikan bahwa keterlibatan industri dapat membantu siswa melihat hubungan antara pengetahuan yang dipelajari di sekolah dan penerapannya dalam pekerjaan.
Melalui pelatihan yang memadukan teori, praktik, dan pembekalan sikap kerja, siswa diharapkan memiliki dasar kompetensi yang lebih kuat sebelum lulus. Pengalaman tersebut juga dapat membantu mereka memahami tuntutan profesi dan menentukan arah pengembangan keterampilan selanjutnya.
Sinergi pendidikan dan industri menjadi semakin penting ketika kebutuhan dunia kerja terus berkembang. Pembelajaran yang relevan tidak hanya membantu siswa menguasai bidang keahlian, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk beradaptasi, bekerja secara profesional, dan menghadapi persaingan kerja.
Sharp Indonesia berharap Sharp Class dapat terus berkontribusi dalam menyiapkan lulusan SMK yang terampil, adaptif, dan siap memasuki dunia kerja. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara sekolah dan industri, program ini diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kompetensi sekaligus mendukung kebutuhan tenaga kerja di sektor elektronik.
(RR)
Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom


