Ranahrumah.com – INSPIRASI | Sudah kita ketahui bahwa setiap makhluk hidup membutuhkan organ-organ pernafasan untuk mendukung kehidupannya. Wujud dan bentuknya dapat bermacam-macam, misalnya paru paru pada manusia dan insang pada ikan.
Selain organ pernafasan, makhluk hidup juga membutuhkan beragam indera agar mampu berkomunikasi dengan lingkungan sekitar, misalnya mata untuk melihat dan mulut untuk mengecap.
Walaupun tak sepenuhnya serupa, merancang sebuah rumah tinggal bagaikan mencipta sebuah makhluk hidup. Para perancang harus dapat membuatnya seperti “hidup” agar nyaman untuk ditinggali. Tak cukup hanya nyaman, namun rumah tinggal juga harus sehat untuk memberikan perlindungan yang sempurna. Untuk itulah kehadiran akses dan bukaan berupa pintu dan jendela mutlak diperlukan.
Tanpa pintu, penghuni tidak akan memiliki “komunikasi” menuju ke dalam rumah tinggal atau sebaliknya. Rumah tinggal hanya akan menjadi bangunan tanpa fungsi.
Begitu pun jika dirancang tanpa jendela, rumah tinggal seakan tidak dapat “bernafas”. Dengan adanya jendela, cahaya alami yang mampu membunuh bakteri dapat masuk ke dalam rumah.
Walaupun kini terdapat perangkat yang canggih di pasaran, seperti pendingin udara (air conditioning atau AC), tetap tidak akan dapat menggantikan fungsi udara alami yang lebih sehat. Kehadirannya yang esensial bukan berarti ditinggalkan dalam hal keunikan bentuk dan rupa. Tiga inspirasi yang akan disajikan berikut ini membuktikannya.
Baca Juga: Ini Letak Jendela Paling Ideal untuk 4 Ruang Vital di Rumah

Gaya Baru Jendela Roster
Siapa yang tidak familiar dengan salah satu material berikut ini, yaitu roster. Material ini sempat populer di tahun 80-an. Selain berfungsi untuk bukaan, roster memiliki corak beragam dengan detail yang rumit.
Memasuki tahun 90-an akhir, penggunaan roster mulai ditinggalkan. Masuknya pengaruh desain Barat yang lebih modern dan lebih bersih, membuat kehadiran roster pada rumah tinggal tak lagi sesuai.
Seperti busana, tren desain pun memiliki siklus yang terus berputar. Gaya retro dan vintage yang kekunoan sengaja diekspos untuk menampilkan memori masa lampau yang personal. Salah satunya tentu saja, penggunaan roster.
Untuk membuatnya tetap terlihat modern dan untuk mengimbangi kerumitan pola dan corak, kamu dapat menambahkan warna-warna yang lebih ringan, seperti putih, agar lebih sesuai dengan desain keseluruhan bangunan. Kelebihan lain dari penggunaan roster ini adalah ilusi optik yang dihasilkan akan menjadi daya tarik di dinding rumah.
Baca Juga: Mengenal Jendela Nako: Desain Sederhana tapi Paling Optimal Mengalirkan Udara

Perca Jendela Bekas
Tak perlu memaksakan merancang dan membeli jendela baru agar desain terlihat maksimal. Jendela-jendela bekas yang sengaja dikumpulkan dan dirangkai, seperti tampak pada gambar, justru memberikan pertunjukan yang atraktif pada kafe yang terletak di Jakarta Selatan ini.
Tapi jangan terlalu cepat puas, karena pertunjukan yang sebenarnya belum dimulai. Berbagai macam bentuk dan ukuran jendela persegi empat ini disusun acak dan disatukan dalam bingkai besi berwarna hitam. Engsel berbeda diaplikasikan pada setiap jendela. Apa yang terjadi?
Tak hanya ruangan menjadi kaya akan cahaya dan udara bersih, permainan arah bukaan yang berbeda-beda yang disebabkan aplikasi engsel menjadi daya tarik utama ruangan ini. Ditambah dengan aksen bayangan sebagai efek yang ditimbulkan dan warna kayu bekas yang dibiarkan tanpa polesan, pertunjukan pun kian apik.
Baca Juga: Mengapa Tagihan Listrik Tetap Naik Meski Sudah Pakai AC Inverter?

Jendela Kaca Besar Mengekpos Taman
Banyaknya bukaan tentu akan membuat ruang terasa lebih nyaman saat ditinggali. Namun, bagaimana jika sudah terlanjur memanfaatkan pendingin udara di ruang?
Bukaan yang berukuran besar justru akan membuat konsumsi listrik semakin besar. Ada salah satu solusi yang dapat diterapkan di ruang seperti ini. Solusinya adalah membuat jendela mati berukuran besar di salah satu dinding. Tak hanya ukurannya, namun dinding yang dipilih pun tak bisa sembarang. Dinding yang dipilih akan lebih baik jika mengarah pada taman yang asri dan rimbun.
Cara ini sangat sesuai jika diterapkan pada ruang kerja di rumah. Taman yang tersaji di hadapan, membuat semangat kerja terus terbangun dan membuat penghuninya serasa menyatu dengan alam. Selain itu, taman yang rindang tentunya akan menjadi penghalang panas matahari masuk ke ruangan. Kerja menjadi nyaman dan konsumsi listrik pun tidak lagi boros. (RR)
Cek inspirasi desain terbaru, ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom



