
2 Jenis Rumah Tumbuh
Secara umum, terdapat dua jenis rumah tumbuh, yaitu rumah tumbuh horizontal dan rumah tumbuh vertikal. Perbedaan keduanya terletak pada cara penambahan pembangunan pada masa yang akan datang.
Jika memiliki tanah yang luas, maka rumah tumbuh horizontal cocok untuk kamu, karena penambahan akan dilakukan secara melebar. Sementara itu, jika kamu memiliki lahan yang terbatas, meningkat rumah atau menerapkan rumah tumbuh vertikal menjadi pilihan yang tepat karena penambahan dapat dilakukan ke atas, seperti menambah lantai (meningkat rumah) atau mezzanine.
Baca Juga: Pintu Baja dan WallPanel, Solusi Interior Eksklusif dan Ramah Lingkungan
Manfaat Menerapkan Konsep Rumah Tumbuh
Selain memberi solusi membangun rumah meski biaya yang dibutuhkan belum sepenuhnya cukup, ada beberapa manfaat yang kamu bisa dapatkan dengan penerapan konsep rumah tumbuh.
● Fleksibilitas dan adaptabilitas
Rumah tumbuh dapat beradaptasi dengan perubahan kebutuhanmu sebagai penghuni rumah, seiring waktu, sehingga tidak perlu membangun rumah baru atau bahkan pindah rumah jika ada perubahan kebutuhan di kemudian hari.
● Efisiensi biaya
Dengan menggunakan desain rumah tumbuh secara efektif, kamu dapat menghemat biaya untuk perubahan, pengembangan rumah, perluasan ruangan atau renovasi rumah di masa depan.
● Keberlanjutan
Perencanaan pembangunan yang matang, meski pengerjaannya dikerjakan bertahap akan mempengaruhi dampak lingkungan, terutama dari penggunaan material.
Material pada rumah tumbuh biasanya sudah bisa diestimasi dan jarang meninggalkan material sisa.
Desain pun bisa direncanakan dari awal secara lebih baik, bukaan rumah biasanya juga lebih banyak, jadi memiliki pencahayaan alami dan bisa hemat energi.
Co-founder dan CEO Gravel, Georgi Ferdwindra Putra, menjelaskan, “Rencana yang matang dan estimasi biaya ke depan adalah dua hal penting yang perlu diperhatikan. Jangan sampai ada perombakan infrastruktur yang terlalu besar, agar biaya tidak membengkak. Ini adalah checklist yang idealnya dipenuhi dalam pembangunan rumah tumbuh.”
Baca Juga: 14 Jenis Tukang dan Keahliannya, Kenali sebelum Memilih!
Baca Juga: Pilih Tukang Harian atau Tukang Borongan?


