Ketika Pelanggan Menjadi Pusat, Sharp Menerjemahkannya lewat Inovasi dan Layanan

Hubungan dengan pelanggan tidak berhenti ketika produk dibeli. Bagi Sharp, pengalaman, layanan, dan inovasi menjadi cara untuk tetap hadir dalam kehidupan masyarakat.

Dimulainya kampanye Every Costumer Matters pada 9/9/26, dibarengi dengan peresmian kendaraan (armada) yang akan digunakan teknisi Sharp dalam melaksanakan program Platinum Service. (Foto: Sharp Indonesia)

Takumi dan Omotenashi: Ketika Kualitas Bertemu Perhatian

Di balik pendekatan tersebut terdapat sejumlah filosofi yang menjadi bagian dari perjalanan Sharp sebagai perusahaan Jepang, yaitu Takumi dan Omotenashi, serta nilai Sincerity and Creativity.

Takumi merepresentasikan keahlian, ketelitian, dan komitmen terhadap kualitas dalam menciptakan produk.

Sementara Omotenashi menggambarkan filosofi pelayanan Jepang yang menempatkan perhatian tulus terhadap kebutuhan orang lain sebagai bagian dari pengalaman.

Keduanya kemudian bertemu dengan Sincerity and Creativity, yang menjadi bagian dari business creed Sharp Corporation. Sincerity menjadi landasan untuk memahami dan melayani dengan tulus, sedangkan Creativity mendorong perusahaan untuk terus menciptakan inovasi dan kemajuan.

Jika Takumi berbicara tentang bagaimana Sharp menciptakan, dan Omotenashi tentang bagaimana Sharp melayani, maka Sincerity and Creativity menjadi nilai yang menggerakkan keduanya.

Baca Juga: Mengenal Omotenashi: Filosofi Jepang tentang Perhatian yang Tulus kepada Pelanggan

HITO, Menempatkan Manusia di Tengah Inovasi

Ada satu perspektif lain yang membuat rangkaian filosofi tersebut menjadi lebih utuh, yaitu HITOmanusia dan masyarakat.

Dalam perjalanan transformasinya, Sharp menempatkan manusia sebagai salah satu perspektif penting dalam pengembangan perusahaan. Cara pandang ini tercermin dalam pengembangan produk, layanan, inovasi, hingga berbagai aktivitas sosial yang ditujukan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pendekatan tersebut juga terlihat dari upaya Sharp memahami kebutuhan pasar lokal melalui produk dengan fitur local-fit—produk dan solusi yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan serta perspektif masyarakat Indonesia. Contohnya: Sharp punya Kulkas Halal, Mesin Cuci Hijab, AC Sayonara Panas.

Dengan pendekatan ini, inovasi tidak hanya dimulai dari pertanyaan “teknologi apa yang bisa dibuat?”, tetapi juga dari pertanyaan yang lebih mendasar: “Kebutuhan manusia apa yang perlu dijawab?”

Pertanyaan tersebut menjadi penting ketika teknologi semakin berkembang dan pilihan produk semakin beragam. Sebab, kecanggihan teknologi pada akhirnya tidak banyak berarti jika tidak mampu menjawab kebutuhan nyata orang yang menggunakannya.

Ketika Pelanggan Menjadi Pusat

Melalui Every Customer Matters, Sharp ingin menghubungkan inovasi, pengalaman, dan layanan dalam satu cara pandang: pelanggan sebagai manusia yang berada di pusat perjalanan tersebut.

“Setelah 56 tahun di Indonesia, Sharp melihat relevansi sebagai sesuatu yang harus terus dibangun. Bukan hanya dengan menghadirkan teknologi baru, tetapi juga dengan memahami perubahan kebutuhan manusia dan menerjemahkannya menjadi produk, pengalaman, layanan, serta kontribusi yang nyata,” jelas Andry.

Pandangan tersebut sekaligus memperluas arti hubungan antara sebuah merek dan konsumennya. Produk memang menjadi titik awal, tetapi pengalaman setelahnya ikut menentukan bagaimana sebuah merek hadir dalam kehidupan seseorang.

Pada akhirnya, Takumi menghadirkan kualitas. Omotenashi menghadirkan perhatian. Sincerity and Creativity mendorong inovasi. Dan HITO menempatkan manusia sebagai pusatnya.

Selama 56 tahun, Sharp telah tumbuh bersama masyarakat Indonesia. Tantangannya kini bukan hanya menghadirkan teknologi berikutnya, tetapi memastikan teknologi tersebut tetap relevan dengan kehidupan manusia yang terus berubah.

Sebab, ketika pelanggan benar-benar ditempatkan di pusat, hubungan dengan mereka tidak berhenti pada saat produk dibeli.

Every Customer Matters.

In Step With Your Future.

Catatan Ranahrumah

Di tengah pilihan produk elektronik yang semakin beragam, hubungan dengan pelanggan tidak lagi cukup dibangun melalui teknologi dan harga. Pengalaman saat menggunakan, mendapatkan layanan, dan merasakan manfaat produk menjadi bagian penting dari nilai sebuah merek. Di sinilah gagasan Every Customer Matters menjadi relevan: teknologi pada akhirnya bukan hanya tentang apa yang bisa dilakukan sebuah produk, tetapi tentang seberapa berarti manfaatnya bagi manusia.(RR)

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom