Resmikan PLTS Atap, PT Industri Karet Deli Wujudkan Komitmen Keberlanjutan

Dengan peresmian PLTS Atap berkapasitas 10 Mwp ini, IKD tercatat sebagai yang terbesar di sektor industri di Provinsi Sumatera Utara.

Event peresmian PLTS Atap di Medan
PLTS Atap di Medan berkapasitas 10 MWp oleh PT Industri Karet Deli (IKD).

Ranahrumah.com – TREN [MEDAN] | PT Industri Karet Deli (IKD) resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap yang terpasang di fasilitas produksinya di Kota Medan. PLTS Atap ini berkapasitas 10.004.630 Watt peak (Wp) atau sekitar 10 MWp. Dengan peresmian ini, IKD tercatat sebagai yang terbesar di sektor industri di Provinsi Sumatera Utara hingga saat ini.

Dengan kehadiran PLTS Atap ini mencerminkan komitmen IKD dalam mengurangi emisi karbon, menekan ketergantungan pada energi fosil, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan dan keberlanjutan jangka panjang.

Direktur PT Industri Karet Deli, Darkiat Tjangnaka, menyampaikan bahwa pengoperasian PLTS  Atap ini merupakan langkah strategis dalam mendukung transisi energi bersih nasional sekaligus memperkuat kinerja operasional industri. IKD berkomitmen terus mengkaji peluang penambahan kapasitas PLTS Atap seiring dengan kebutuhan energi dan teknologi. Ia meyakini bahwa industri masa depan adalah industri yang unggul secara ekonomi sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Proyek ini menegaskan komitmen PT Industri Karet Deli dalam penerapan  prinsip  Environmental, Social, and Governance  (ESG) serta dukungan terhadap pengembangan  energi baru terbarukan dan pengurangan emisi gas rumah kaca.

Baca Juga: Komitmen Signify untuk Keberlnjutan dan Aksi Iklim melalui Pencahayaan Unggulan

Dikembangkan oleh Perusahaan Joint Venture

PLTS Atap ini dikembangkan oleh PT Greenroof Energy Indonesia, perusahaan gabungan (joint venture) antara Norfund dan Climate Fund Managers. Dirancang dan dibangun sesuai dengan standar teknis, keselamatan, dan ketentuan ketenagalistrikan yang berlaku. Norfund merupakan lembaga investasi pembangunan milik Pemerintah Norwegia dan Climate Fund Managers.

PLTS Atap selesai dibangun pada 2025, dirancang untuk menghasilkan energi listrik yang lebih bersih dengan estimasi produksi sekitar 12–13 GWh per tahun. Energi ini dimanfaatkan langsung untuk mendukung operasional pabrik. Kehadiran sistem ini dimafaatkan untuk mengelola kebutuhan energi secara lebih bertanggung jawab, mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas industri.

Dari sisi lingkungan, PLTS Atap ini diproyeksikan mampu menurunkan emisi karbon hingga 10.000 ton CO₂. Ini setara dengan penanaman sekitar 450.000 pohon per tahun, sesuai dengan faktor emisi sistem ketenagalistrikan nasional.

Baca Juga: Material Ramah Lingkungan dan Perannya dalam Infrastruktur Hijau Kota

Seremoni peresmian PLTS Atap di Medan pada 6/2/26.

Berbagai Apreiasi

Citra Effendy Capah, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah kota Medan, mengapresiasi inisiatif  IKD sebagai langkah nyata dalam mendorong transformasi energi yang lebih ramah lingkungan di kota Medan. Mencerminkan komitmen dunia usaha yang sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah. PLTS Atap dipandang sebagai wujud kesadaran menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Hal ini mencerminkan sinergi positif antara pemerintah daerah dan pelaku industri dalam membangun ekosistem usaha yang tangguh dan bertanggung jawab.

Pemkot Medan mendorong pelaku usaha lainnya untuk menjadikan inisiatif serupa sebagai inspirasi dalam pengembangan bisnis yang inovatif dan berorientasi jangka panjang. Berkontribusi pada peningkatan daya saing industri dan kualitas lingkungan, sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan dan visi “Medan untuk Semua”.

Sementara itu, Di sisi lain, Hiro Pingkir Pardede, manager PLN UP3 Medan Utara, menilai pengembangan PLTS Atap di PT IKD sebagai bentuk nyata komitmen pelanggan industri dalam mendukung transisi energi serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Sebagai salah satu pelanggan besar PT PLN (Persero) dengan kapasitas daya terpasang sebesar 22,86 MW, PT Industri Karet Deli dinilai memiliki potensi signifikan dalam mengembangkan pemanfaatan energi bersih secara terintegrasi. Sejalan dengan hal tersebut, PLN juga mendorong pemanfaatan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di lingkungan industri sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi dan penguatan ekosistem energi yang berkelanjutan.

PT Industri Karet Deli (IKD)  merupakan produsen ban nasional di Indonesia dengan merek Swallow, Delium, dan  Deli Tire. Segmen produksinya mencakup untuk sepeda, sepeda motor, mobil/truk, serta ban industri. Produk-produk IKD telah dipasarkan di pasar domestik maupun ekspor. (RR)

Baca Juga: Dari Efisiensi ke Green Cement: Cara Semen Merah Putih Bangun Konstruksi Berkelanjutan

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom