Rumah Tumbuh dengan Konsep Kubisme Gaya Modern Kontemporer

Empat square yang menyerupai box dijadikan satu membentuk bagian-bagian rumah yang direncanakan sebagai rumah tumbuh.

Fasad rumah
Rumah Tumbuh berkonsep kubisme gaya modern kontemporer.

Ranahrumah.com – ARSITEKTUR | Konsep rumah kubisme karya Delution Architect ini, terinspirasi dari konsep rumah Modern Kontemporer yang berkembang di Jepang pada tahun 2017. Konsep ini kemudian dikembangkan dengan penentuan bentuk yang berasal dari basic shape geometri.

Dari bentuk dasar geometri yang ada, Delution kemudian mencoba untuk mengaplikasikan bentuk yang paling mencerminkan bentuk kubisme yaitu, persegi.

Baca Juga: Tren Arsitektur Rumah Tropis

Gaya kontemporer diwujudkan dalam ruang-ruang berbentuk square.

Ruang Berbentuk Square

Gaya modern kontemporer ini diaplikasian lebih luas dengan menciptakan ruang-ruang yang berbentuk square, baik di dalam rumah maupun luar rumah. Jika dilihat dari atas, rumah ini disokong oleh 4 square yang menyerupai box yang kemudian dijadikan satu membentuk bagian-bagian rumah.

Bentuk ruang square yang ada, akhirnya saling berhadapan dan membuat rumah ini harus memiliki bukaan besar untuk mendapatkan sirkulasi udara yang baik. Bentuk bukaan pun di-setting untuk memiliki bentuk square menyesuaikan bentuk ruangan.

Sebagai penunjang konsep modern kontemporer, dihadirkan nuansa monokrom dengan sentuhan colour scheme yang tak hanya menggunakan satu warna saja. Dipilihlah perpaduan dua warna yang dapat membangun nuansa monokrom, yaitu nuansa warna putih dan abu-abu tua.

Baca Juga: Rumah Tumbuh Solusi Wujudkan Hunian Impian Meski dana Belum Cukup Sepenuhnya

Baca Juga: Desain Rumah Hemat Energi Mengadopsi Neo Modern

Detail unik dan pemakaian material tak biasa diterapkan di Rumah Tumbuh berkonsep kubisme gaya modern kontemporer ini.

Rumah Tumbuh

Hal yang menarik dari rencana sang pemilik terhadap rumahnya adalah, meski memiliki area yang cukup luas, pemilik tak ingin menghabiskan seluruh bagian lahan untuk didirikan bangunan. Pemilik tetap ingin memiliki rumah yang ukurannya tidak terlalu besar, dan menjadikan sisa lahan sebagai future plan pembangunan.

Setelah berjalannya waktu, nantinya pemilik ingin rumah yang tadinya hanya digunakan sebagai rumah untuk bersinggah, menjadi rumah tinggal utama yang layak untuk kapasitas satu keluarga.

Gaya modern kontemporer yang diterapkan oleh Delution ini kental berciri dinamis. Sebuah kesengajaan agar future plan pengembangan Rumah Tumbuh dapat berjalan dan disesuaikan, sehingga nantinya akan tetap cocok dengan bangunan yang saat ini sudah berdiri.

Baca Juga: Rumah Tumbuh Semi Finished Dibangun dengan Budget yang Ketat

Interior rumah menerapkan konsep open layout atau tanpa sekat.

Open Layout dan Sistem Pisah Massa

Interior rumah menerapkan konsep open layout atau tanpa sekat dengan bentuk ruang letter L sebagai akomodasi dari kesukaan keluarga untuk berkumpul. Uniknya, karena berbentuk letter L, maka memungkinkan penghuninya bisa melihat pemandangan ke luar area rumah dari setiap sudut rumah.

Sementara itu, pembagian ruang rumah ini menerapkan sistem pisah massa, di mana massa yang pertama adalah massa yang digunakan untuk mencakup fungsi utama di dalam rumah. Massa yang kedua adalah massa yang digunakan untuk fungsi servis.

Detail Unik

Berbagai detail manis pun diterapkan, seperti halnya pada area tangga utama. Area ini dibuat seperti tidak menggunakan railing. Namun, pada dasaranya railing tersebut tetap ada, dan menjadi bagian yang kompak yang difungsikan sebagai storage.

Material yang tak biasa pun dihadirkan, seperti halnya penggunaan expanded metal pada beberapa bagian dan pemakaian roster pada beberapa dindingnya. (RR)

Nama Proyek: Monobox House | Lokasi: Meruya, Jakarta| Arsitek: Delution | Fotografer: Fernando Gomulya

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom