Self Improvement Berawal dari Rumah: Resolusi Tahun Baru untuk Dunia Lebih Baik & Berkelanjutan

Mulailah dari rumah yang dirancang dengan keterbukaan visual, tidak terisolasi dari lingkungan, serta memiliki ruang bersama yang mendorong interaksi keluarga, dapat memperkuat rasa kebersamaan dan keterhubungan. Karena rumah adalah fondasi bagi pembentukan karakter dan kesehatan mental.

Bangunan rumah kokoh bersahabat dengan lingkungan
Menjadikan rumah sebagai awal dari seff improvement dengan perancangan yang mendukung keberlanjutan.

Ranahrumah.com – INSIGHT | Resolusi tahun baru tak sekadar tentang target dan ambisi, seharusnya tentang bagaimana perbaikan diri.

Banyak orang mulai menyadari pentingnya kontemplasi diri sebagai bagian dari resolusi. Berhenti sejenak untuk mengenali diri, memahami kebutuhan emosional, mengevaluasi proses, dan membangun kekuatan mental menjadi fondasi penting dalam self improvement. Semua ini agar tahun baru dijalani bukan dengan tekanan, melainkan dengan kesiapan, energi baru, dan harapan akan hasil yang lebih berkelanjutan dan dapat memberikan banyak manfaat bagi sekitar.

Baca Juga: Material Ramah Lingkungan dan Perannya dalam Infrastruktur Hijau Kota

Rumah: Fondasi Pembentukan Karakter dan Kesehatan Emosional

Dan untuk perbaikan ini, rumah adalah satu hal yang penting, dimana  perubahan menuju hidup yang lebih seimbang justru seharusnya dimulai dari rumah. Rumah memang tempat kita istirahat, tetapi “tempat istirahat” memiliki makna yang lebih dalam.

Rumah adalah fondasi pembentukan karakter dan kesehatan emosional. Di sanalah kepercayaan diri atau self-esteem bertumbuh atau justru rapuh. Pola komunikasi dan interaksi yang berlangsung di dalam rumah menjadi akar yang menentukan bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri dan berhadapan dengan dunia di luar.

Perlunya Rancangan Rumah yang Benar dari Awal

Menariknya, hal tersebut juga bisa dipengaruhi oleh bagaimana sebuah hunian dirancang. Arsitektur bukan sekadar soal bentuk dan struktur, tetapi tentang pengalaman hidup di dalamnya. Rumah yang dirancang dengan keterbukaan visual, tidak terisolasi dari lingkungan, serta memiliki ruang bersama yang mendorong interaksi keluarga, dapat memperkuat rasa kebersamaan dan keterhubungan.

Perpaduan antara ruang privat dan komunal, serta relasi yang sehat dengan lingkungan sekitar, menghadirkan perlindungan psikologis yang seringkali tidak disadari, namun sangat bisa dirasakan.

Head of Marketing Semen Merah Putih, Nyiayu Chairunnikma, menegaskan bahwa rancangan hunian bisa berkaitan erat dengan kualitas hidup penghuninya. “Rumah yang dirancang dengan mengedepankan pola interaksi penghuni rumah yang baik, bisa menghadirkan energi positif yang besar. Dan jika dari rumah kita sudah memiliki emosi yang baik, tentu diharapkan kita akan lebih siap menghadapi tantangan di luar nanti,” ujarnya.

Oleh karenanya, mengawali tahun, banyak keluarga mulai menata ulang rumah sebagai bagian dari resolusi hidup yang lebih sehat dan seimbang. Hunian yang aman, nyaman, dan kaya dukungan emosional menjadi fondasi penting dalam membentuk keluarga yang tangguh, keluarga yang mampu menghadapi tekanan, termasuk dampak bullying, dengan sikap yang lebih positif dan saling menguatkan.

Sebab pada akhirnya, rumah bukan hanya bangunan. Ia adalah fondasi kehidupan. Dari rumah yang kokoh secara fisik dan hangat secara emosional, tumbuh rasa aman, keseharian yang lebih positif, dan keberanian untuk melangkah optimistis menyongsong hari-hari yang akan datang.

Baca Juga: Mengenal 4 Material Prefabrikasi untuk Ngedak Lebih Cepat, Hemat, dan Ramah Lingkungan

Baca Juga: Mengenal “Beton Merah Putih” Ramah Lingkungan Berteknologi Carbon Injection

Memilih Bahan Bangunan Inovatif

Membangun rumah bukan hanya berpikir soal hasil jadi fisik bangunannya saja. Kesadaran akan pengaruhnya pada lingkungan sejak dalam awal proses membangun hingga setelah jadi dan ditinggali mesti jadi perhatian. Desain dan arsitektur rumah harus dirancang dengan kepedulian pada permasalahan lingkungan yang ditimbulkan.

Karenanaya, pemilihan bahan bangunan inovatif yang adaptif terhadap permasalahan lingkungan menjadi sangat penting. Karena tuntutan di bidang konstruksi saat ini adalah bagaimana dapat memberikan solusi inovatif yang mengutamakan keberlanjutan, meningkatkan kualitas sehingga mampu menghadapi perubahan iklim yang meningkat. Di sinilah pentingnya penerapan konsep arsitektur hijau, yang berfokus pada desain tepat guna, efisiensi energi dan penggunaan material ramah lingkungan.

Semen Merah Putih, pabrik semen asli Indonesia, telah menyediakan kebutuhan ini. Berbagai “Inovasi Hijau” khususnya di produk bahan bangunan secara konsisten dilakukan lewat kehadiran produk-pruduk inovatifnya. Produk seperti FLEXIPLUS, ECOPRO, Semen Patriot, dan Watershield dirancang dengan komposisi yang menghasilkan jejak karbon lebih rendah dibandingkan semen konvensional. Saat ini, mayoritas portofolio Semen Merah Putih sudah berada pada kategori non-OPC dan telah mengantongi sertifikasi Green Label Indonesia dengan peringkat tinggi.

Green cement berperan penting dalam menunjang konstruksi hijau karena membantu menurunkan emisi sejak tahap awal pembangunan, sekaligus mendukung efisiensi material dan daya tahan bangunan dalam jangka panjang.

Nah, ayo awali tahun baru dengan self improvement yang berawal dari rumahmu. Bangun rumah dengan material aman dan ramah lingkungan. Sebuah resolusi positif yang dapat memberikan kontribusi positif untuk terwujudnya konstruksi hijau bagi Indonesia dan dunia. (RR)

Baca Juga: Inspirasi Desain Rumah Hemat Energi di Lahan Memanjang Menghadap Barat: Pilihan Material jadi Aspek Vital

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom