10 Aturan Feng Shui Dapur, Penataan yang Mendatangkan Kemakmuran

Dapur merupakan salah satu objek penting dalam Feng Shui tataruang. Baik atau buruknya keuangan, kesehatan, karier, serta hubungan suami istri dalam sebuah keluarga dapat dipengaruhi dari letak, bentuk, dan penataan interior dalam dapurnya. Pembahasan lengkap tentang 10 aturan feng shui dapur menurut Mas Dian, MRE.

Penempatan elemen api dan elemen air harus menghasilkan keselarasan untuk terciptanya Feng Shui dapur dengan kualitas yang baik.

9. Feng Shui Dapur, Seni Memadukan Elemen Api dan Elemen Air

Elemen Api dan Air yang dimaksud adalah kompor dan keran air. Penempatannya harus diatur sedemikian rupa agar menghasilkan keselarasan, untuk terciptanya Feng Shui dapur dengan kualitas yang baik. Jika letak air/keran air dan api/kompor berada dalam komposisi yang salah, maka akan menimbulkan dampak yang merugikan kehidupan penghuninya.

Peletakan kompor/api dan air/ tempat cucian, dalam 10 aturan feng shui dapur, komposisinya harus mengikuti rumusan Lima Unsur, dengan penjelasan seperti penjabaran ini.

Elemen Air

  • Elemen Air/keran air paling tepat diletakkan di sudut Utara dari ruang dapur, sebab unsur magnetik sudut Utara adalah Air.
  • Elemen air/keran air juga boleh diposisikan di sudut Timur dan Tenggara dari ruang dapur, sebab sudut tersebut elemennya adalah Kayu.
  • Elemen Air/keran air masih boleh diposisikan di sudut Barat dan Barat Laut dari ruang dapur sebab sudut yang dimaksud memiliki magnetik yang berunsur Logam. Unsur Logam dan Air boleh hidup berdampingan
  • Elemen air/keran air kurang baik bila diletakkan di bagian Timur Laut atau Barat Daya dari ruang dapur sebab posisi tersebut memiliki magnetik yang berunsur Tanah. Dalam rumusan Lima Unsur, posisi Air dibatasi oleh elemen Tanah sehingga kualitasnya kurang menguntungkan.
  • Elemen Air/keran air paling buruk bila posisinya di sudut Selatan dari ruang dapur sebab posisi tersebut memiliki magnetik yang berunsur Api. Unsur Api dan Air dalam rumusan Lima Unsur memiliki hubungan yang sifatnya konflik.

Baca Juga: Favorit di Dapur, Ini Tips Membeli Kompor Tanam Gas

Elemen Api

  • Elemen Api/kompor paling tepat diposisikan di sudut Timur dan Tenggara dari ruang dapur, sebab sudut tersebut memiliki magnetik yang berunsur Kayu. Unsur Api akan diuntungkan bila mendapat suplai Kayu.
  • Elemen Api/kompor cukup baik bila diposisikan di sudut Selatan karena unsur magnetik Selatan adalah Api. Apabila unsur Api bertemu dengan unsur Api maka analisa Feng Shui-nya masih diperbolehkan.
  • Elemen Api/kompor tidak terlalu menguntungkan jika diposisikan di sudut Timur Laut dan Barat Daya karena posisi tersebut memiliki sifat magnetik yang berunsur Tanah. Walaupun tidak menimbulkan konflik tetapi Tanah tidak bisa menyuplai Api. Oleh sebab itu, posisi tersebut kualitasnya tidak terlalu menguntungkan.
  • Elemen Api/kompor kurang baik bila diposisikan di sudut Barat dan Barat Laut karena posisi tersebut memiliki magnetik yang berunsur Logam. Unsur Api akan lelah untuk memanaskan Logam. Oleh sebab itu, kualitasnya kurang menguntungkan.
  • Elemen Api/kompor paling pantang diposisikan di sudut Utara sebab sifat magnetik sudut Utara adalah Air. Unsur Api akan dipadamkan/dirusak oleh elemen Air. Dengan demikian kualitas Feng Shui-nya buruk. Selain rumusan di atas, masih ada aturan untuk penataan elemen Api dan Air yang harus ditaati.
  • Elemen Air/keran air dan Api/kompor paling pantang kalau posisinya bersebelahan atau berdampingan.
  • Elemen Air/keran air dan Api/kompor paling pantang kalau posisinya saling berhadapan.

Mengatur Posisi Kompor & Air

Mengatur posisi kompor dan air dnegan konsep Duduk dan Hadap. Penjelasan tentang konsep ini sebenarnya sangat sederhana, tetapi sering tidak diketahui secara benar oleh sebagian besar praktisi yang mengaku ahli Feng Shui. Bahkan ada di antara mereka dalam menerangkan  permasalahan Feng Shui menggunakan konsep “menghadap” bukan menggunakan konsep “kedudukan”. Contohnya, orang yang kelahirannya memiliki elemen Api maka rumah yang dianggap paling baik adalah yang menghadap ke Selatan, sebab elemen alam bagian Selatan adalah berunsur Api. Tapi mereka lupa bahwa rumah yang menghadap ke Selatan tersebut tentunya berkedudukan di Utara yang memiliki elemen Air. Mengikuti penjabaran di atas maka unsur Api akan menduduki tempat yang elemennya air. Penjabaran Feng Shui seperti ini tentunya salah! Sebab unsur api akan mati/ padam ketika harus menduduki tempat yang elemennya air.

Mengikuti aturan Feng Shui yang benar, semua perhitungan yang dilakukan harus menggunakan konsep “kedudukan/Zou” sebagai dasar penelitian dan menggunakan konsep “menghadap/Xiang” sebagai faktor pertimbangan yang berkaitan dengan pengaruh luar/ eksterior. Contohnya demikian. Saat seseorang merokok di hadapan kita, keberadaan dari asap rokok tersebut memang akan mengganggu kenyamanan orang yang menatapnya, tapi orang tersebut tentu tidak merasakan panasnya api rokok, sebab subJek dan objek tidak bersinggungan. Permasalahan akan berakibat lain, apabila subJek menduduki objek atau saat orang yang bersangkutan menduduki api rokok, tentu dampak panas dari api akan langsung terasakan.

Seorang ahli Feng Shui dalam melakukan penelitian selalu memosisikan dirinya dari dalam rumah melihat ke luar bangunan/jalan, cara yang benar ini untuk menentukan posisi kedudukan dan arah bangunan secara lebih benar menurut ilmu Feng Shui. Dengan demikian, secara mudah dapat diambil satu kesimpulan bahwa konsep “duduk/Zou” lebih berpengaruh dibanding konsep “hadap/Xiang”.

  • Meletakkan Kompor

Peletakan kompor juga menggunakan konsep “kedudukan/Zou”. Bagian belakang kompor adalah posisi Zou/duduk sedangkan penampang atau bagian depan kompor adalah posisi arah hadap/Xiang.

Kompor harus diatur berdasarkan letaknya mengikuti konsep kedudukan/Zou bukan mengikuti konsep Xiang/ hadap. Konsep Xiang hanya digunakan untuk meneliti kondisi yang ada di bagian depan dari arah kompor, seperti posisi pintu atau keran air yang menghadap langsung ke bagian kompor.

Baik-buruknya letak kompor mengikuti rumusan posisi mata angin dalam rumusan Lima Unsur/Wu Xing, artinya letak kompor paling baik di sudut Timur dan Tenggara karena kualitas medan magnetiknya berunsur Kayu. Posisi Selatan yang berelemen Api pun masih boleh digunakan. Posisi kompor paling pantang apabila diletakkan di sudut Utara, sebab magnetik Utara berunsur Air.

  • Memosisikan Air

Kebanyakan orang hanya peduli dengan posisi kompor tapi melupakan posisi tempat cucian/washbak, demikian juga dengan bak penampungan air/gentong dan posisi keran air yang ada di ruang dapur. Padahal keberadaan unsur air di dapur mempunyai dampak yang cukup penting. Apabila peletakannya salah maka akan menimbulkan dampak yang merugikan.

Untuk menentuan posisi keran air sebetulnya tidak terlalu sulit. Bagian pangkal keran air disebut sebagai posisi kedudukan/Zou dan leher keran air yang mengucurkan air disebut posisi menghadap/Xiang. Yang paling penting harus diketahui bahwa arah hadap keran air ini menuju ke mana. Usahakan posisi keran air tidak berhadapan langsung dengan kompor. Keran air dan kompor yang berseberangan tetapi posisinya tidak langsung berhadapan merupakan pantangan dalam Feng Shui.

Dibanding dengan konsep menghadap/Xiang maka faktor kedudukan kompor dan air akan menjadi penelitian yang lebih penting dalam Feng Shui. Posisi keran air yang menghadap ke jalan raya, oleh sebagian praktisi Feng Shui konservatif dianggap sebagai sesuatu yang tabu. Posisi ini menyimbolkan rezeki yang terbuang ke luar. Pernyataan ini kurang mendasar dan hanya bersifat pengalaman sepihak tanpa didukung fakta yang akurat. Masalah hawa rezeki yang tidak bisa tersimpan dengan baik dalam rumah tidak bisa disalahkan melalui posisi keran air semata, tetapi berkaitan erat dengan tataruang yang salah dalam bangunan tersebut, seperti letak kamar, latak pintu dan posisi dapur secara menyeluruh.

Baca Juga: Perangkat Dapur Pintar untuk Dapur Masa Kini yang Makin Fleksibel