
Ranahrumah.com – TIPS & TRIK | Kondisi rumah tetap prima saat ditinggal liburan akhir tahun adalah harapan setiap orang. Namun, faktanya, ada satu hal yang bisa membuat fokus liburanmu hilang. Contohnya, tiba-tiba ada kabar dari tetangga bahwa rumah kamu bocor dan merembet ke rumah tetangga. Padahal saat sebelum ditinggalkan, kondisi rumah terlihat bagus, tak ada yang mengkhawatirkan.
Lantas, bagaimana cara memastikan agar kondisi rumah baik dan aman untuk ditinggal cukup lama? Kondisi rumah prima dan aman ditinggal mudik atau traveling? Berikut beberapa caranya.
Baca Juga: Rumah Kosong Aman dari Maling saat Ditinggal Liburan
Pengecekan Kondisi Rumah
Sebelum meninggalkan rumah dalam waktu cukup lama, sebaiknya dilakukan pengecekan menyeluruh ke seluruh detail di dalam rumah. Hal ini dapat mencegah terjadinya risiko kerusakan saat rumah tidak berpenghuni.
Agar kondisi rumah tetap prima perlu dilakukan pemeriksaan dan pengecekan rutin. Merawat dan meremajakan rumah dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu secara kasat mata dan tidak kasat mata.
Secara kasat mata, pastikan untuk memeriksa peralatan rumah tangga yang berpotensi menimbulkan bahaya, seperti memastikan bahwa kompor sudah dimatikan dan tabung gas sudah dicabut sehingga mencegah kebakaran rumah. Pemeriksaan kasat mata juga meliputi pemeriksaan terhadap peralatan listrik yang berpotensi menimbulkan kebakaran dengan mencegah korsleting oleh tukang listrik professional.
Terdapat beberapa hal yang sulit untuk diperiksa dan sering terlewat, hal ini yang disebut tidak kasat mata, seperti kondisi sambungan pipa pada saluran air yang dapat menyebabkan kebocoran air. Pemeriksaan atap dan plafon juga penting untuk mencegah bocor. Kelembapan pada dinding yang mengancam kekuatan bangunan dan mengganggu kesehatan penghuni dan estetika.
Baca Juga: Cara Ciptakan Perjalanan Liburan Aman dan Menyenangkan
Baca Juga: Atap Bocor Tak Kelar-Kelar? Jangan Salah Pilih Pelapis!

Pencegahan Vs Memperbaiki Kerusakan
Di luar dari kesadaran pentingnya peremajaan dan perawatan rumah, hal paling penting adalah memastikan pembangunan rumah telah menggunakan bahan-bahan aman ramah lingkungan. Berbagai material inovatif saat ini banyak beredar di pasaran, yang semuanya menawarkan solusi berbagai masalah rumah yang timbul karena gangguan iklim.
Faktanya, contoh kecil, terjadinya bocor pada rumah, nyatanya tak hanya disebabkan “dari atas” alias atap saja, namun juga bisa dari rembesan air di dinding. Dinding menjadi bagian rawan saat musim hujan, dengan masalah lembap dan bocor.
Meningkatkan wawasan produk terbaru dan inovatif sangat penting agar dapat menentukan pilihan material terbaik untuk melindungi bangunan. Ini adalah tindakan preventif paling disarankan.
Baca Juga: Jadikan Rumah Destinasi Staycation Nyaman untuk Liburan di Musim Hujan
Pemilihan material yang tahan air dan kelembapan sangat penting. Mungkin produk material terbaik saat ini, bisa saja terasa usang dan “tertinggal” kemampunannya dengan majunya teknologi yang terus dikembangkan oleh industri. Karenanya perlu selalu meningkatkan wawasan terhadap produk-produk inovatif terbaru yang ada di pasaran.
Salah satu contohnya adalah, beberapa produk inovatif yang terus dikembangkan oleh Semen Merah Putih. Dua produk inovatif yang terus dikembangkan ini, contohnya adalah Semen Watershield dan Beton High Density Concrete (HDC) 4800. Keduanya dihadirkan untuk menjamin keamanan bangunan.
Menggunakan Semen Merah Putih Watershield, bangunan rumah lebih kuat hadapi cuaca. Teknologi water relellent-nya jadi solusi meningkatkan ketahanan bangunan terhadap cuaca ekstrem, sekaligus menjaga keberlanjutan konstruksi dalam jangka panjang.
Arsitek Riri Yakub, dalam satu kesempatan mengatakan, membangun rumah ideal bukan hanya mendirikan bangunan saja, tetapi bagaimana merancang desain yang didasari pada pemahaman yang dalam terhadap lingkungan dan kehidupan. Hal ini demi menghasilkan rumah yang fungsional, nyaman ditinggali dan tetap indah secara estetikanya.
“Desain rumah di daerah tropis tentu harus mempertimbangkan dua iklim, musim kemarau yang panas dan musim hujan yang debit airnya tinggi. Desain rumah harus memberikan fungsionalitas dan kenyamanan dan juga memberikan perlindungan dari teriknya panas matahari dan kelembaban udara tinggi,” ujarnya. Pemilihan dan aplikasi bahan bangunan yang sesuai kebutuhan dan benar akan menjaga fungsionalitas dan estetika rumah bertahan lebih lama.
Baca Juga: Efektif Atasi Kelembapan Rumah dengan Semen Watershield
Diketahui, tak hanya memproduksi semen watershield yang menjawab kebutuhan bangunan residensial, Semen Merah Putih juga mengeluarkan produk Semen Flexiplus untuk kebutuhan proyek konstruksi dan infrastruktur di Indonesia. Flexiplus adalah semen hidrolis dari Semen Merah Putih yang berorientasi pada aspek ramah lingkungan.
Kehadiran FLEXIPLUS yang telah memperoleh Green Label berpredikat Gold dari GPCI (Green Product Council Indonesia (GPCI), menjadi wujud semakin kuatnya komitmen Semen Merah Putih dalam industri konstruksi hijau dengan menghadirkan solusi inovatif yang mengutamakan keberlanjutan.FLEXIPLUS dari Semen Merah Putih sebagai semen non-OPC, tidak hanya diposisikan untuk mendorong praktik konstruksi berkelanjutan, tetapi juga menawarkan keunggulan teknis untuk kualitas konstruksi yang lebih baik. (RR)
Baca Juga: Mengenal FLEXIPLUS, Semen Hidrolis untuk Proyek Konstruksi dan Infrastruktur Hijau
Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom


