Abu Vulkanik: Jangan Remehkan Efek Buruknya

Letusan gunung api menghasilkan material, salah satunya abu vulkanik yang membahayakan tubuh.

Abu vulkanik di halaman sekolah
Salah satu penampakan abu vulkanik di halaman sekolah di Jogyakarta saat terjadi gunung meletus. (Foto: IST)

Ranahrumah.com – KESEHATAN | Fenomena alam dahsyat yang sedang terjadi di negara tercinta ini rupanya tidak cuma mendatangkan kerugian besar dan kesedihan mendalam, tapi juga mengancam kesehatan masyarakat.

Saat gunung api bererupsi, ada partikel halus batuan vulkanik yang keluar berbentuk abu dengan diameter kurang dari 2 mikrometer. Abu yang dikenal dengan sebutan wedhus gembel tidak larut dalam air. Konsentrasi ini berbeda-beda setiap gunung api, tergantung kondisi alam seperti suhu udara dan angin.

Abu vulkanik memiliki kandungan mineral yang sangat baik untuk menyuburkan tanah dan menjadi media penjernih air yang jauh lebih baik dari pasir biasa. Selain itu, pasir vulkanik juga bisa digunakan sebagai bahan beton karena pola partikel bersudutnya membuat ikatan pasir dan semen lebih kuat. Namun di samping kelebihannya, rupanya abu vulkanik adalah material yang sangat berbahaya bagi tubuh dan lingkungan.

Baca Juga: Kasus Autoimun Meningkat: Tantangan Baru di Era Kesehatan Modern

Efek Negatif Bagi Tubuh

Menurut yang tertulis di situs Web The International Volcanic Health Hazard Network, organisasi di Durham University, Inggris, yang melakukan penelitian mengenai efek gunung berapi bagi kesehatan, abu vulkanik menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan pernapasan, penyakit mata, dan iritasi kulit.

Partikel abu vulkanik berukuran sangat kecil, sehingga mudah masuk ke dalam paru-paru saat kita bernapas. Dalam jumlah banyak, kita akan sulit bernapas. Masalah gangguan pernapasan yang bisa terjadi antara lain iritasi hidung dan tenggorokan, bronkitis akut, dan asma.

Jika telah masuk ke dalam saluran tenggorokan, abu ini bisa merusak paru-paru. Sumber dari Sub Bidang Pengamatan Gunung Api (PVMBG), mengatakan bahwa abu vulkanik mengandung Silika (SiO) sebagai bahan pembuat kaca yang bisa memicu terjadinya gangguan pernapasan.

Penderita penyakit paru-paru kronis sangat rentan terhadap abu vulkanik karena saat partikel abu yang sangat halus masuk ke dalam tubuh, akan terjadi kontraksi yang mempersulit pernapasan. Hal ini akan menyebabkan batuk dan sesak napas, terutama pada penderita asma dan anak-anak.

Selain itu, butiran abu yang tajam bisa merusak kornea mata dan menyebabkan iritasi mata dengan tanda-tanda seperti mata perih, gatal, merah, mengeluarkan air mata, lengket, kantong mata bengkak, mata menjadi sensitif terhadap cahaya, dan kornea lecet atau tergores.

Bagi sebagian orang dengan kulit sensitif, abu vulkanik bisa menyebabkan iritasi kulit akibat zat asam yang diciptakan. Akibatnya, kulit bisa memerah dan timbul infeksi karena biasanya kita menggaruknya.

Baca Juga: Lima Cara Menjaga Kesehatan Kasur agar Bebas Kuman

Tidak cuma manusia, abu vulkanik juga berbahaya bagi makhluk hidup lain. Abu yang berukuran sangat kecil bisa menghambat proses respirasi tanaman dan hewan.

Efek Negatif bagi Lingkungan

Abu vulkanik bisa membahayakan sarana transportasi. Bagi orang yang mengendarai di jalanan yang dipenuhi abu vulkanik, jarak pandang akan berkurang sehingga menjadi rawan kecelakaan. Jalanan yang ditutupi abu juga akan menjadi sangat licin, terutama saat abu basah terkena air hujan.

Air bersih yang tidak tertutup dapat terkontaminasi abu vulkanik. Selain itu, saluran air rawan tersumbat dan peralatan rawan rusak. Efek luasnya, sistem sanitasi lingkungan menjadi rawan tercemar.

Bagi peralatan elektronik seperti televisi dan komputer, abu vulkanik bisa menyebabkan kerusakan. Abu basah memiliki sifat konduktif, sehingga saat peralatan yang mengandung listrik dibersihkan, tidak boleh dalam keadaan menyambung pada aliran listrik.

Menurut beberapa sumber, abu vulkanik juga menimbulkan berbagai ancaman bagi penerbangan pesawat. Abu yang masuk ke dalam mesin akan menurunkan kinerja mesin dan menyebabkan gagal mesin yang berbahaya. Elemennya yang tajam akan mengabrasi komponen luar pesawat dan mengontaminasi interior pesawat.

Baca Juga: Skinification Merambah Oral Care: Saatnya Rawat Gini Layaknya Merawat Kulit

Cara Menghindari Paparan Abu Vulkanik

Berikut cara menghindari paparan abu vulkanik.

  • Hindari berkendaraan baik darat maupun udara saat udara diselimuti abu vulkanik.
  • Sebisa mungkin tinggallah di dalam ruangan untuk meminimalkan paparan abu.
  • Sediakan obat yang cukup bagi penderita asma atau gangguan pernapasan.
  • Gunakan masker atau kain saat berada di luar rumah atau sedang membersihkan abu. Supaya lebih efektif, kain bisa dibasahi terlebih dulu.
  • Pilihlah kacamata dibandingkan lensa kontak untuk menghindari iritasi mata.
  • Gunakan baju tangan panjang dan celana panjang untuk menghindari iritasi kulit.
  • Saringlah air minum terlebih dulu sebelum diminum.
  • Lindungi stok air bersih dengan penutup agar tidak terkontaminasi abu.
  • Luka bakar karena abu vulkanik bisa sangat dalam dan berbahaya serta mencapai otot, sehingga harus segera ditangani. Pertolongan pertama untuk luka bakar ringan bisa dengan cara dialiri dengan air mengalir.
  • Saat mata terkena abu, jangan menggosoknya. Sebaiknya celupkan ke dalam air bersih. (RR)

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom