
Ranahrumah.com – GAYA HIDUP | Coba ingat kapan terakhir kali water heater di rumah dikuras.
Bukan dimatikan. Bukan dibersihkan bagian luarnya. Tetapi benar-benar dikuras, sampai air yang tersimpan di dalam tangki keluar seluruhnya.
Kalau jawabannya, “Wah, belum pernah,” kamu tidak sendirian.
Water heater memang termasuk benda di rumah yang jarang kita pikirkan cara merawatnya. Selama air panas masih keluar, rasanya tidak ada masalah. Apalagi air yang mengalir dari shower terlihat jernih.
Tetapi sebuah kejadian di media sosial beberapa waktu lalu membuat persoalan ini kembali menarik perhatian.
Iffan Suryanto, President Director & Country General Manager PT Electrolux Indonesia, melihat sebuah video TikTok yang memperlihatkan proses pembersihan water heater. Saat tangki dikuras oleh teknisi, air yang keluar berwarna cokelat, bahkan nyaris hitam.
Setelah itu, video-video serupa justru semakin sering muncul di linimasa.
Dari situ muncul pertanyaan sederhana: ternyata water heater bisa sekotor itu? Dan kalau memang bisa, kenapa selama ini kita tidak pernah melihatnya?
Yang Kita Lihat Hanya Air yang Keluar dari Shower
Water heater pada dasarnya adalah tangki penyimpan air yang dilengkapi sistem pemanas. Air masuk ke dalam tangki, disimpan, kemudian dipanaskan sebelum digunakan.
Masalahnya, air yang masuk tidak hanya membawa air.
Tergantung sumber dan karakteristik airnya, terdapat mineral yang dalam proses pemanasan dan penyimpanan berulang dapat membentuk endapan atau kerak. Pada bagian-bagian tertentu juga dapat terjadi korosi atau penumpukan material dari komponen di dalam sistem.
Semakin lama dibiarkan, endapan tersebut dapat menumpuk di bagian bawah tangki.
Mirip dengan bak air di rumah yang lama tidak pernah dikuras. Bedanya, bak air biasanya bisa kita lihat. Water heater tertutup rapat dan berada di kamar mandi. Kita hanya melihat hasil akhirnya: air hangat yang keluar dari shower.
Itulah yang membuat persoalan ini mudah sekali terlewat.
Kenapa Airnya Tetap Terlihat Bersih?
Ini bagian yang sering membuat orang bingung.
Kalau di dalam tangki memang ada endapan, kerak atau karat, mengapa air yang keluar saat mandi tetap terlihat bersih?
Salah satu alasannya berkaitan dengan posisi endapan dan cara air panas diambil dari dalam tangki.
Material yang lebih berat cenderung mengendap di bagian bawah. Sementara air panas yang digunakan untuk mandi diambil melalui sistem outlet yang berada di bagian tertentu dalam tangki. Jadi, tidak semua endapan di dasar tangki otomatis ikut terbawa keluar setiap kali shower dinyalakan.
Karena itu, air yang terlihat jernih dari shower bukan berarti bagian dalam tangki juga jernih.
Penelitian tentang tangki water heater rumah tangga bahkan menunjukkan adanya stratifikasi mikroorganisme di dalam tangki. Dalam sebuah studi yang diterbitkan pada 2024, peneliti menemukan konsentrasi Legionella pneumophila lebih tinggi di bagian bawah tangki pada sistem yang mereka teliti. Studi tersebut juga menunjukkan bahwa komunitas mikroba di dalam tangki dapat bertahan dan berubah sesuai kondisi suhu serta pola pengurasan.
Tetapi ada catatan penting: keberadaan mikroorganisme atau endapan di dalam tangki tidak otomatis berarti air yang keluar dari setiap water heater pasti berbahaya. Penelitian lain pada water heater rumah tangga menemukan bahwa endapan memang mengandung berbagai material anorganik, termasuk mineral dan unsur yang berkaitan dengan korosi, tetapi tidak menemukan bahwa endapan tersebut secara otomatis menjadi sumber kontaminasi pada air di outlet.
Jadi persoalannya bukan untuk membuat kita panik. Persoalannya adalah: mengapa bagian rumah yang menyimpan air untuk kebutuhan mandi justru hampir tidak pernah kita rawat?
Baca Juga: Electrolux Group Umumkan Target Daur Ulang Baru pada Produknya untuk Kurangi Emisi Karbon
Air Dipanaskan Berulang Kali, Endapan Pun Bisa Bertambah
Menurut penjelasan Rino Nainggolan, Head of Product Line Wellbeing Category Electrolux Indonesia, di dalam tangki terdapat lapisan enamel atau porselen sebagai pelindung.
Mineral dari air dapat membentuk endapan kapur. Ketika air dipanaskan berulang kali, endapan tersebut dapat mengeras dan menempel pada bagian dalam tangki maupun komponen pemanas.
Di sinilah perawatan menjadi penting.
Karena persoalannya bukan cuma soal tampilan air. Endapan yang semakin banyak juga dapat mengganggu bagian-bagian di dalam water heater dan membuat unit bekerja tidak seoptimal ketika kondisinya masih bersih.
Pemanasan air pun bisa membutuhkan waktu lebih lama. Ketika komponen pemanas harus bekerja lebih berat untuk mencapai suhu yang diinginkan, kebutuhan energi juga dapat meningkat. Artinya, water heater yang jarang dikuras bukan hanya berisiko membuat proses pemanasan kurang optimal, tetapi juga berpotensi membuat konsumsi listrik menjadi lebih tinggi.
Gejalanya sering muncul perlahan: air membutuhkan waktu lebih lama untuk panas, aliran terasa kurang lancar, atau pemakaian listrik mulai terasa berbeda.
Sering kali kita baru memanggil teknisi ketika masalah sudah terasa. Padahal, mungkin yang dibutuhkan sejak awal hanyalah kebiasaan perawatan.
Airnya Terlihat Bersih, Tapi Bagaimana Hasil Ujinya?
Air yang keluar dari shower memang belum tentu menunjukkan apa yang terjadi di dalam tangki. Karena itu, menarik melihat hasil pengujian yang ditampilkan Electrolux saat peluncuran UltimateHome Water Heater Series (30/9).
Sebagai pembanding, dalam presentasinya Electrolux menampilkan parameter air untuk keperluan higiene dan sanitasi yang mengacu pada ketentuan Kementerian Kesehatan.

Parameter air untuk keperluan higiene dan sanitasi yang ditampilkan dalam presentasi Electrolux, mengacu pada Permenkes No. 2 Tahun 2023.
Permenkes No. 2 Tahun 2023 menetapkan sejumlah parameter untuk air yang digunakan bagi keperluan higiene perorangan dan/atau rumah tangga. Salah satunya adalah besi (Fe) terlarut, dengan kadar maksimum yang diperbolehkan sebesar 0,2 mg/L.
Lalu, bagaimana dengan air yang berada di dalam water heater yang tidak pernah dikuras?

Perbandingan hasil pengujian sampel air di luar dan di dalam water heater yang tidak dikuras, seperti ditampilkan Electrolux dalam presentasi peluncuran UltimateHome Water Heater Series, 30 September 2026.
Pada tabel tersebut terlihat adanya perbedaan antara sampel air di luar water heater dan sampel dari dalam unit yang tidak dikuras. Salah satu yang ditampilkan adalah kandungan Fe yang lebih tinggi pada sampel dari dalam water heater dan berada di atas nilai maksimum Fe terlarut yang tercantum dalam parameter air untuk keperluan higiene dan sanitasi pada Permenkes No. 2 Tahun 2023.
Hasil ini tentu tidak berarti setiap water heater yang tidak dikuras akan menghasilkan kondisi air yang sama. Kualitas air juga dipengaruhi oleh sumber air, kondisi instalasi, usia unit, material tangki, serta kondisi masing-masing water heater.
Namun, tabel tersebut memberikan satu gambaran yang penting: kondisi air di dalam tangki tidak selalu bisa dinilai hanya dari air yang keluar dan terlihat jernih dari shower.
Karena itu, tangki water heater juga perlu mendapat perhatian dalam perawatan rumah. Endapan yang terkumpul di dalam tangki memang tidak otomatis berarti air yang keluar dari shower sudah tercemar. Penelitian pada water heater rumah tangga juga menunjukkan bahwa sedimen dapat menumpuk di dalam tangki dan mengandung berbagai material mineral maupun hasil korosi.
Pertanyaannya kemudian bukan hanya, “Apakah airnya masih terlihat bersih?” Tetapi juga, “Kapan terakhir kali tangki water heater di rumah dikuras?”
Baca Juga: Praktis dan Hemat, Pemanas Air Electrolux Ini Habiskan Rp200 Sekali Mandi
Ketika Tangki Tak Pernah Dibersihkan, Kinerja Water Heater Bisa Ikut Terganggu
Endapan yang terus menumpuk bukan hanya soal apa yang tersimpan di dasar tangki. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi cara kerja water heater.
Lapisan kerak dan endapan mineral dapat mengganggu proses perpindahan panas. Akibatnya, pemanasan air bisa menjadi kurang efisien dan unit berpotensi membutuhkan waktu atau energi lebih besar untuk mencapai suhu yang diinginkan.
Artinya, kebiasaan tidak pernah menguras water heater bukan hanya membuat kita tidak tahu apa yang menumpuk di dalam tangki. Kinerja unit pun berpotensi ikut berubah dan konsumsi listrik bisa menjadi lebih tinggi.
Penelitian tentang pembersihan water heater rumah tangga menunjukkan bahwa proses pengurasan dan pembersihan dapat mengurangi material mineral serta material yang berkaitan dengan korosi yang terkumpul pada sedimen. Namun, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa dampak sedimen terhadap kualitas air yang keluar dari keran tidak selalu sama pada setiap unit.
Jadi, tidak perlu menunggu air berubah warna atau water heater terasa bermasalah untuk mulai memikirkan perawatannya.
Menguras Water Heater Ternyata Bukan Pekerjaan Sekali Seumur Hidup
Selama ini menguras water heater identik dengan teknisi.
Tangki dibuka, air dikeluarkan, endapan dibersihkan. Pemilik rumah tinggal menunggu.
Karena dianggap merepotkan dan ada biaya jasa, banyak orang akhirnya memilih tidak melakukannya. Padahal, seperti halnya membersihkan bak air atau filter, tangki water heater juga membutuhkan perhatian.
Electrolux melalui kampanye #KurasSendiriAja mencoba mengubah kebiasaan tersebut. Pesannya sederhana: jangan menunggu air berubah warna atau water heater bermasalah baru memikirkan isi tangkinya.
Electrolux merekomendasikan pengurasan secara rutin. Dalam materi peluncurannya, pengurasan disebut perlu dilakukan paling tidak secara berkala, dengan rekomendasi hingga satu bulan sekali.
Yang menarik, pengurasan ini tidak lagi harus selalu menjadi pekerjaan teknisi pada lini water heater terbaru Electrolux.

Dari Pekerjaan Teknisi Menjadi Perawatan di Rumah
Electrolux memperkenalkan tiga seri UltimateHome Water Heater yang membawa fitur pengurasan mandiri.
Pada UltimateHome 700, ada fitur Easy Drain. Pengguna cukup membuka valve pada jalur pengurasan untuk mengeluarkan air dari tangki.
Sementara UltimateHome 500 dan 300 menggunakan fitur Self Drain, yang memungkinkan proses pengurasan dilakukan secara mandiri dengan bantuan kunci yang sesuai.
Tentu saja, mudah bukan berarti asal membuka dan menguras.
“Perawatan water heater tetap harus dilakukan sesuai petunjuk produk dan dengan memastikan instalasi listriknya aman. Grounding dan sistem proteksi seperti ELCB/RCCB juga menjadi bagian penting dalam instalasi water heater karena perangkat ini menggunakan listrik untuk memanaskan air,” ungkap Iffan.
Badan Standardisasi Nasional mencatat SNI 04-6956.1-2003 mengenai RCCB atau pemutus sirkit arus sisa untuk pemakaian rumah tangga dan sejenisnya masih berstatus berlaku. PUIL 2020 juga memiliki bagian khusus mengenai proteksi terhadap kejut listrik.
Jadi, sebelum berpikir “wah, sekarang bisa kuras sendiri”, pastikan dulu instalasi water heater di rumah memang memenuhi persyaratan keselamatan.
Air Hangat Memang Nyaman. Justru Karena Itu, Jangan Lupa Merawat Sumbernya
Air hangat sudah menjadi bagian dari keseharian banyak keluarga. Mandi setelah seharian bekerja terasa lebih nyaman dengan air hangat. Untuk sebagian orang, mandi air hangat juga membantu tubuh lebih rileks.
Kementerian Kesehatan sendiri menyebut mandi air hangat dapat membantu melancarkan aliran darah, menenangkan otot, membantu pemulihan otot dan sendi, serta membuat tubuh lebih rileks, meski manfaat mandi air hangat tentu bergantung pada kondisi dan kebutuhan masing-masing orang.
Sejumlah penelitian juga telah melihat pengaruh warm-water immersion terhadap tubuh. Sebuah tinjauan ilmiah menemukan adanya respons pada sistem kardiovaskular dan neuromuskular, tetapi para peneliti menekankan bahwa protokol penelitian yang berbeda-beda membuat manfaat kesehatan secara keseluruhan belum bisa disimpulkan secara sederhana.
Artinya, kita tidak perlu menjadikan air hangat sebagai “obat”. Cukup melihatnya sebagai bagian dari kenyamanan sehari-hari yang juga perlu dirawat sumbernya.
Karena kita mungkin rajin mengganti shower, membersihkan kamar mandi, mencuci bak, bahkan memilih sabun yang tepat. Tetapi bagaimana dengan tangki yang menyimpan air panas sebelum sampai ke tubuh kita?
Baca Juga: 3 Jenis Pemanas Air, Mana yang Paling Aman dan Hemat?
Mungkin Sudah Waktunya Water Heater Masuk Daftar Perawatan Rumah
Ada banyak benda di rumah yang baru kita perhatikan ketika rusak.
Water heater salah satunya.
Selama air panas masih mengalir, kita menganggap semuanya baik-baik saja. Padahal, bagian dalam tangki tidak pernah terlihat.
Itulah yang sebenarnya ingin diingatkan melalui kampanye #KurasSendiriAja. Bukan sekadar soal memiliki water heater yang canggih, tetapi membangun kebiasaan bahwa alat yang setiap hari kita gunakan juga perlu dirawat.
Jadi, kalau kamu sudah lama tidak pernah menguras water heater di rumah, mungkin sekarang waktunya mengeceknya. Karena yang terlihat bersih dari shower, belum tentu sama dengan apa yang tersimpan di dalam tangki.
CATATAN RANAHRUMAH
Water heater juga perlu dirawat, bukan hanya digunakan. Kalau selama ini tangki tak pernah dikuras, jangan tunggu sampai performanya menurun. Cek cara perawatan unit di rumah dan pastikan proses pengurasannya dilakukan dengan aman.
(RR)
Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom


