
| Melalui Langkah Membumi 2026, Sharp mengajak generasi muda merefleksikan kebiasaan sehari-hari dan memulai komitmen sederhana untuk lingkungan.
Ranahrumah.com – GAYA HIDUP-LINGKUNGAN | Ada banyak cara untuk ikut menjaga bumi. Tidak semuanya membutuhkan perubahan besar atau langkah yang rumit. Kadang, semuanya berawal dari pertanyaan sederhana: apa yang sudah kita lakukan untuk lingkungan, dan apa yang masih bisa kita perbaiki?
Pertanyaan ini terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari kebiasaan menggunakan barang, memperlakukan produk yang kita miliki, hingga pilihan-pilihan kecil yang sering dilakukan tanpa banyak berpikir. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan tersebut ikut menentukan bagaimana kita memperlakukan lingkungan.
Kesadaran inilah yang ingin dibangun Sharp melalui kehadirannya dalam Langkah Membumi 2026, sebuah gerakan kolaboratif yang diinisiasi Blibli Tiket Action. Berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 di Fountain Area, lantai 5 Grand Indonesia, Jakarta, acara ini mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menjadikan gaya hidup ramah lingkungan sebagai bagian dari keseharian.
Bagi Sharp, keberlanjutan bukan hanya urusan teknologi yang lebih ramah lingkungan atau upaya perusahaan mengurangi dampaknya terhadap alam. Ada hal lain yang tidak kalah penting, yaitu membangun kesadaran manusia agar lebih bijak dalam menggunakan apa yang dimiliki dan memahami dampak dari pilihannya.
Baca Juga: Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari jadi 600 Pohon untuk Dukung Konservasi Elang Jawa
Bercermin Sebelum Memulai Perubahan
Mengajak orang peduli terhadap lingkungan tidak selalu cukup dengan menjelaskan berbagai persoalan yang sedang dihadapi bumi. Informasi memang penting, tetapi kesadaran akan lebih mudah tumbuh ketika seseorang dapat menghubungkannya dengan kehidupan sendiri.
Pendekatan ini terlihat dalam aktivitas Reflect Your Matters yang dihadirkan Sharp di Langkah Membumi 2026.
Pengunjung diajak berfoto melalui aktivitas mirror selfie bersama produk Sharp. Sekilas, kegiatan ini tampak sederhana. Namun, cermin menjadi simbol untuk melihat kembali diri sendiri, termasuk kebiasaan yang selama ini dijalani.
Apa yang sudah kita lakukan dengan baik? Apa yang masih perlu diubah? Dan langkah kecil apa yang bisa dimulai sekarang?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak harus langsung menghasilkan jawaban besar. Justru, dari kesediaan melihat kembali kebiasaan sendiri, seseorang dapat menemukan perubahan yang masuk akal untuk dilakukan.
Bagi generasi muda, pendekatan seperti ini membuka ruang untuk terlibat tanpa harus merasa bahwa menjaga lingkungan merupakan tugas yang berat. Kepedulian tidak harus dimulai dengan melakukan semuanya sekaligus. Mengenali satu kebiasaan yang bisa diperbaiki pun merupakan langkah awal.

Dari Kesadaran Menjadi Janji untuk Bumi
Menyadari pentingnya menjaga lingkungan merupakan awal yang baik. Tantangannya adalah membawa kesadaran itu keluar dari sebuah acara dan menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari.
Melalui aktivitas Plant Your Promise, Sharp mengajak pengunjung melangkah lebih jauh dengan membuat komitmen pribadi.
Pengunjung dapat menuliskan janji sederhana untuk bumi pada Commitment Tree. Setelah itu, kertas berisi komitmen tersebut dibawa pulang untuk ditanam di rumah.
Pesan di balik kegiatan ini menarik: sebuah janji tidak semestinya berhenti sebagai tulisan atau menjadi kenangan setelah acara berakhir. Janji itu perlu dirawat dan diwujudkan dalam tindakan nyata.
Bentuknya tidak harus sama bagi setiap orang. Seseorang mungkin berkomitmen untuk lebih bijak menggunakan barang yang dimiliki, sementara yang lain mulai memperhatikan kebiasaan sehari-hari yang berdampak pada lingkungan.
Yang penting, komitmen tersebut bukan sekadar sesuatu yang terdengar baik, melainkan sesuatu yang benar-benar bisa dilakukan dan dipertahankan.
Pandu Setio, PR & Brand Communication Head Department PT Sharp Electronics Indonesia, menjelaskan bahwa pendekatan ini dipilih agar keberlanjutan terasa dekat dan tidak menggurui.
Generasi muda, menurutnya, membutuhkan cara yang relevan dan menyenangkan untuk terlibat dalam isu lingkungan. Karena itu, Sharp mencoba mengubah pesan keberlanjutan menjadi pengalaman yang dapat dirasakan langsung, mulai dari refleksi diri hingga membuat janji yang bisa dibawa pulang.
Cara ini juga mengingatkan bahwa tidak ada satu kebiasaan yang dengan sendirinya menyelesaikan persoalan lingkungan. Namun, ketika kesadaran mendorong seseorang untuk bertindak, lalu tindakan itu dilakukan berulang kali dan menginspirasi orang lain, perubahan memiliki kesempatan untuk berkembang lebih luas.
Keberlanjutan Bukan Hanya tentang Teknologi
Sebagai perusahaan yang telah hadir di Indonesia selama lebih dari lima dekade, Sharp menjadi bagian dari keseharian masyarakat melalui berbagai produk elektronik rumah tangga. Produk-produk tersebut membantu beragam aktivitas di rumah menjadi lebih mudah dan nyaman.
Namun, pembicaraan tentang keberlanjutan tidak cukup berhenti pada manfaat teknologi bagi penggunanya.
Ada pertanyaan lain yang perlu diperhatikan: bagaimana teknologi digunakan, bagaimana produk dirawat, dan bagaimana sebuah perusahaan mempertimbangkan dampak kegiatannya terhadap lingkungan?
Dalam keseharian, sikap ini bisa dimulai dari hal sederhana: menggunakan perangkat sesuai kebutuhan, memperhatikan konsumsi listrik, serta merawatnya agar tetap berfungsi optimal. Kebiasaan seperti ini membantu kita lebih sadar bahwa teknologi bukan hanya tentang kemudahan yang diperoleh, tetapi juga tentang bagaimana kita menggunakannya secara bertanggung jawab.
Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia, Shinji Teraoka, menekankan bahwa keberlanjutan bukan semata-mata tentang menghasilkan teknologi yang lebih baik. Hal itu juga berkaitan dengan kesadaran untuk menggunakan dan merawat apa yang dimiliki secara lebih bijak.
Pandangan tersebut menempatkan keberlanjutan dalam dua sisi yang saling melengkapi. Perusahaan memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan produk dan menjalankan usahanya, sementara masyarakat juga dapat mengambil bagian melalui cara menggunakan produk dan menjalani keseharian.
Teraoka juga menegaskan bahwa tanggung jawab produsen tidak berhenti pada penciptaan produk. Sharp perlu memikirkan lingkungan tempat produknya digunakan serta dunia yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dengan demikian, keberlanjutan bukan sekadar pesan yang disampaikan kepada konsumen. Bagi perusahaan, pesan itu juga menjadi pengingat untuk mempertimbangkan dampak jangka panjang dari keputusan dan aktivitas bisnisnya.
Baca Juga: Mengenal Teknologi J-Tech Inverter pada AC Sharp
Memberi Ruang bagi Anak Muda untuk Bergerak
Keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam upaya membangun kepedulian lingkungan. Mereka bukan hanya kelompok yang akan menghadapi dampak persoalan lingkungan pada masa mendatang, tetapi juga dapat berperan dalam membentuk kebiasaan dan cara pandang masyarakat sejak sekarang.
Sharp memiliki salah satu wadah untuk mendorong keterlibatan tersebut melalui Sharp Greenerator, kelompok anak muda pecinta lingkungan binaan Sharp yang mendorong generasi muda untuk mengenal, memahami, dan mengambil bagian dalam berbagai isu lingkungan.
Selama lebih dari satu dekade, sejak 25 November 2015 Sharp Greenerator berdiri, komunitas ini menggerakkan berbagai kegiatan konservasi. Kegiatannya di antaranya adalah monitoring kualitas air di Telaga Saat, hulu Ciliwung, untuk memahami pentingnya daerah resapan; penanaman ribuan pohon dan mangrove, yang kini tumbuh menjadi bagian dari ekosistem baru; hingga kampanye pengurangan sampah plastik melalui workshop upcycle dan aksi publik.
Baca Juga: Dekade Pertama Sharp Greenerator: Merawat Bumi Lewat Aksi Konsisten Anak Muda
Keterlibatan anak muda dalam gerakan seperti ini membuka kesempatan untuk belajar sekaligus melakukan sesuatu. Kepedulian tidak hanya dibicarakan, tetapi dapat tumbuh melalui pengalaman, interaksi, dan kebiasaan yang dijalankan bersama.
Tentu, perubahan tidak bisa dibebankan hanya kepada generasi muda. Perusahaan, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya juga memiliki peran masing-masing. Namun, memberi ruang kepada anak muda untuk terlibat sejak dini merupakan bagian penting dari upaya membangun masa depan yang lebih baik.
Melalui Langkah Membumi 2026, Sharp berupaya mendekatkan pesan tersebut kepada masyarakat lewat kegiatan yang sederhana dan mudah diikuti. Pendekatan ini sejalan dengan upayanya membangun kesadaran lingkungan, baik melalui edukasi maupun berbagai inisiatif yang dijalankan perusahaan.
Bagi Sharp, alam juga menjadi sumber inspirasi tentang proses, kemampuan beradaptasi, dan keseimbangan. Kemajuan, dalam pandangan ini, bukan hanya soal bergerak lebih cepat atau menghasilkan teknologi yang semakin canggih, tetapi juga tentang bagaimana manusia dapat berkembang tanpa mengabaikan lingkungan tempatnya hidup.
Langkah Kecil yang Perlu Dilanjutkan
Tidak ada satu acara yang bisa menyelesaikan persoalan lingkungan. Begitu pula satu janji, jika hanya dituliskan tanpa pernah dilakukan.
Namun, kegiatan seperti Reflect Your Matters dan Plant Your Promise dapat menjadi pengingat bahwa menjaga bumi tidak harus menunggu seseorang memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan besar.
Kita bisa memulainya dengan mengenali kebiasaan sendiri, menentukan hal yang ingin diperbaiki, lalu menjalaninya secara konsisten. Ketika kebiasaan itu menular kepada keluarga, teman, atau lingkungan sekitar, dampaknya berpeluang meluas.
Di sinilah pesan keberlanjutan yang dibawa Sharp menjadi relevan bagi kehidupan sehari-hari. Teknologi dapat membantu manusia menjalani hidup dengan lebih nyaman, tetapi pilihan manusia dalam menggunakan teknologi dan memperlakukan lingkungan tetap memiliki arti.
Masa depan yang lebih baik membutuhkan inovasi sekaligus kesadaran. Keduanya tidak harus menunggu perubahan besar untuk dimulai. Sebab, langkah pertama bisa sesederhana berani bercermin, membuat janji kepada diri sendiri, dan sungguh-sungguh menjalankannya.
(RR)
Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom


