Dari Busana ke Interior, Batik Menemukan Ruang Baru Bersama Amanda Hartanto dan Vinoti Living

Batik tak lagi hanya hadir sebagai busana. Melalui kolaborasi Amanda Hartanto dan Vinoti Living, motif, warna, serta detail kriya batik diterjemahkan menjadi aksesori interior yang membawa kehangatan ke dalam ruang modern.

Kehadiran batik 3D vibran pada cushion memberi aksen di furnitur yang tampil earthy di Vinoti Living. (Foto: Erly/Ranahrumah.com)

Dari Kembang Setaman ke Ruang Setaman

Kolaborasi ini memiliki jejak dari koleksi Amanda Hartanto Batik sebelumnya, yaitu Kembang Setaman, yang diluncurkan dalam rangka Hari Batik Nasional 2025.

Dalam koleksi tersebut, Amanda mengeksplorasi flora Indonesia yang dipadukan dengan motif geometris pada batik. Bunga-bunga bahkan dibuat dalam bentuk tiga dimensi dan menjadi ciri khas pada busana rancangannya.

“Di setiap koleksi kami selalu ada ciri khas bunga-bunga yang kami jadikan 3D untuk di busana. Nah, saat ini benda 3D tadi kami tampilkan sebagai benda interior,” jelas Amanda.

Perpindahan dari fesyen ke interior membuat proses pengerjaan Ruang Setaman menjadi pengalaman baru bagi Amanda. Bentuk bunga yang sebelumnya mengikuti bentuk dan lekuk tubuh manusia kini harus diterjemahkan dalam skala yang lebih besar dan berhadapan dengan konteks ruang.

“Biasanya kami membuat hanya sesuai bentuk dan lekuk tubuh manusia, sekarang harus membuat dengan skala yang lebih besar. Ini menjadi tantangan yang spesial buat kami sekaligus juga menjadi pelajaran yang baru,” tuturnya.

Wall decor tampil monkrom diciptakan Amanda Hartanto untuk penggambaran kondisi “ketika hidup sedang tidak berwarna. Namun apapun kesulitannya, warna tetap ada”. (Foto: Erly/Ranahrumah.com)

Batik, Bunga, dan Detail yang Terasa dari Dekat

Dalam Ruang Setaman, batik tulis menjadi salah satu material utama. Amanda mendesain sendiri motif batiknya, kemudian kain tersebut dikerjakan oleh perajin yang selama ini bekerja sama dengannya di Pekalongan dan Yogyakarta.

Untuk warna, Amanda memilih sendiri palet yang digunakan dalam koleksi ini. Jadi, warna yang hadir tidak semata-mata mengikuti karakter batik dari daerah tempat kain tersebut dibuat.

Selain batik, koleksi ini menggunakan kain katun untuk elemen bunga dan benang katun pada bordir. Beberapa bagian diberi quilting serta hiasan payet untuk memberikan dimensi.

Dari dekat, motifnya tidak hanya terlihat sebagai gambar di permukaan kain. Bordir, quilting, payet, dan bentuk bunga tiga dimensinya memberi tekstur yang membuat setiap elemen terasa lebih hidup.

Amanda mengatakan material katun juga dipilih karena relatif tahan lama dan mudah dirawat. Untuk perawatannya, koleksi ini cukup menggunakan dry clean.

Baca Juga: Gandeng Joe Human, Vinoti Living Hadirkan Koleksi New York Playful

|Selanjutnya: Membuat Ruang Minimalis Terasa Lebih Hangat