Ranahrumah.com – PRODUK | Meski semua orang tahu, makan buah itu bagus dan berguna bagi kesehatan, namun tak semua orang suka makan buah. Alasannya pun bermacam-macam. Harus mengupas dan mengiris, apalagi jika dalam jumlah yang banyak, bagi sebagian orang cukup merepotkan dan memakan waktu.
Beberapa buah memang cukup empuk dan mudah untuk dipotong. Namun, ada banyak juga buah yang sangat keras, sehingga untuk memotongnya pun memerlukan usaha lebih. Mengonsumsi buah dengan cara dibikin jus, merupakan cara yang banyak dipilih sebagai solusi.
Dua jenis peranti yang cukup banyak dikenal untuk keperluan ini adalah juicer dan blender. Meski fungsi keduanya sama untuk “pelumat” buah, namun nyatanya keduanya punya cara kerja yang berbeda yang memengaruhi hasil jus yang didapatkan.
Juicer pun di pasaran ada berbagai jenis. Seperti halnya Sharp, selain blender, juga memproduksi juicer dengan dua pilihan, yaitu juice extractor dan slow juicer. Modena dengan vacuum blender-nya, dan Philips dengan blender bermaterial kaca dan pisau titanium yang aman.
Penjelasan berikut akan membantu dalam memilih peranti yang sesuai kebutuhanmu.
Baca Juga: Mengenal Produk Hafele untuk Dapur Modern
Baca Juga: Cara Mudah Bersihkan Kompor Kaca

Juicer Hasilkan Sari Buah
Yudha Hari Putra, Head of WM & SHA Product Marketing PT Sharp Electronics Indonesia menjelaskan perbedaan pokok antara juicer dan blender. Pada juicer sari buah dipisahkan dari seratnya sehingga jus yang didapat adalah berupa sari buah murni.
Juice Extractor sesuai namanya, berfungsi untuk mengekstrak jus dari buah dengan mencabik-cabik buah menggunakan pisau gerigi berkecepatan tinggi yang berputar melawan penyaring berbahan logam. Sari buah dipisahkan dari seratnya dengan memanfaatkan putaran cepat dari pisau. Sari buah dapat dinikmati dengan waktu yang cepat. Karena kecepatan putaran pisau bergerigi tersebut, jus yang dihasilkan bertekstur lebih encer dan berbusa.
Sedangkan Slow Juicer, mengekstrak jus dari buah dengan melumatkan atau memeras buah secara perlahan hingga sari buah terpisah dengan seratnya. Motor penggerak pelumat pada slow juicer berputar dengan kecepatan yang sangat rendah, sehingga menghasilkan jus yang lebih kental, dan sedikit busa. Jika dilihat dari power consumption, slow juicer memiliki input power yang lebih rendah dibandingkan juice extractor karena putaran motornya tidak butuh putaran yang cepat.
Baca Juga: Ada Dapur Kotor dan Dapur Bersih di Rumah, Bagaimana Pandangan Feng Shui?
Juice Extractor
Pengoresian cepat dengan suara yang berisik. Hasil jus encer, berbusa (berbuih), sari jus cepat terpisah dan warnanya pucat. Ampas agak basah dan mengalami oksidasi lebih tinggi dari slow juicer. Direkomendasikan untuk membuat jus dari buah bertekstur keras dan sayuran.

Slow Juicer
Pengoperasiannya lama dengan suara yang tidak berisik. Hasil jusnya kental, sedikit berbusa, sari jus butuh waktu lebih lama untuk terpisah, dan warna jus seperti buah asli. Jus yang dihasilkan lebih banyak dari jus ekstraktor. Oksidasinya rendah dan ampas jus lebih kering. Direkomendasikan untuk membuat jus dari buah bertekstur keras, buah bertekstur lembut, dan sayuran.
Blender Tidak Pisahkan Serat Buah
Berbeda dengan juicer yang mencabik buah untuk mendapatkan sarinya, blender tidak memisahkan antara sari buah dan serat buah, sehingga hasil jus lebih kental. Hasil jus kental karena selain sari buah, serat buahnya tidak terbuang. Jika juice extractor lebih tepat digunakan untuk buah yang bertekstur keras dan sayur-sayuran, maka blender lebih cocok untuk menyiapkan/mencampur minuman (membuat jus, susu kocok, atau menghancurkan es batu), atau menghaluskan bahan makanan yang mengandung banyak air seperti ketika membuat sup kental.
Beberapa blender yang beredar di pasaran adalah Vacum Blender dari Modena, Jug Blender dari Sharp, dan blender berbahan kaca ringan dari Philips yang menjamin kesehatan jus yang dihasilkan. Berikut adalah fitur khas ketiga blender ini.
Jug Berbentuk Botol
Jug berbentuk botol ini menawarkan kemudahan karena tanpa dituang, jus bisa langsung dibawa pergi beraktivitas. Blender dilengkapi 4 mata pisau berbahan stainless steel antikarat ini, disiapkan untuk kapasitas kecil, satu orang. Bahan jug aman, BPA Free, dan jug bersifat re-usable, bisa digunakan secara berulang. Dilengkapi fitur hand-held pulse switch dengan sistem kunci pengaman dan aksesoris berupa lid cover, blender keluaran Sharp ini aman digunakan dan cantik tampilannya.
Blender Material Kaca
Dilengkapi Glass Jar, wadah blender dari Philips ini berbahan kaca. Pisau berbahan titanium yang ringan dan tajam melebihi stainless steel, namun tetap aman bagi kesehatan dan kuat terhadap karat, dilengkapi gilingan hingga mampu menghancurkan es. Khusus diproduksi dalam ukuran jar kecil, untuk keperluan keluarga kecil.
Vacuum Blender
Jika pada blender biasa bahan makanan dilumatkan dalam kondisi terpapar udara sehingga hasil pelumatan mengandung gelembung-gelembung udara, maka pada vacuum blender Modena ini proses pelumatan bahan makanan dilakukan pada kondisi vakum atau hampa udara.
Cara kerjanya, setelah bahan makanan dimasukkan ke dalam blender jar dan ditutup dengan rapat, mesin akan memulai proses pemvakuman terlebih dahulu. Setelah mencapai kondisi vakum, barulah mesin akan mulai proses pelumatan/penghancuran seperti biasa. Jus yang dihasilkan minim mengalami oksidasi, jus tercampur rata tanpa layer (terpisah sari serat), tanpa busa atau gelembung udara. Nutrisi yang dihasilkan pun akan lebih banyak (terjaga). (RR)
Baca Juga: Ketahui Ukuran Ideal 3 Jenis Ruang Servis di Rumah: Ergonomis bagi Penggunanya
Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom



