Lebih dari Estetika, Ini Kriteria Penilaian Juri DDA 2026

Dalam DAIKIN Designer Award 2026, desain tidak dinilai hanya dari keindahan visual. Juri mencari karya yang mampu menjawab tantangan iklim, menghadirkan kenyamanan, menjaga kesehatan, dan tetap relevan untuk masa depan.

Dewan juri DDA 2026 sedang membahas kriteria penilaian
Dewan juri DAIKIN Designer Award 2026 membahas kriteria penilaian karya arsitektur dan desain interior. (Foto: Erly/Ranahrumah.com)

Ranahrumah.com – TREN| Juri DAIKIN Designer Award 2026 menghadirkan juri kelas regional. Terdapat arsitek senior Tan Tik Lam dan Cosmas Gozali, desainer interior Alex Bayusaputro, serta Wenky Handono dari DAIKIN. Dari Malaysia dan Singapura hadir IDr Tay Ei Ling serta IDr Henry Yew. Sementara Filipina diwakili oleh IDr Cecil Ravelas.

Bagi para juri DAIKIN Designer Award 2026, desain terbaik adalah desain yang tidak hanya memikat mata, tetapi juga menjawab kebutuhan penghuninya.

Tan Tik Lam menekankan bahwa kreativitas, alur cerita proyek, dan kemampuan menyelesaikan persoalan kontekstual menjadi aspek utama penilaian.

“Desain harus adaptif,” ujarnya. Dalam konteks Indonesia yang beriklim tropis dan lembap, solusi desain harus mampu merespons tantangan tersebut secara cerdas. Bukan sekadar memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga mengantisipasi kebutuhan 20 hingga 25 tahun mendatang.

Baca Juga: DAIKIN Designer Award 2026: Langkah Baru ke Tingkat Regional

Kenyamanan dan Kesehatan sebagai Prioritas

Wenky Handono menyoroti pentingnya pemahaman teknis dalam merancang ruang yang nyaman.

Pemilihan material, ketebalan dinding, hingga strategi bangunan dalam merespons cuaca akan sangat memengaruhi efisiensi pendinginan. Semua itu pada akhirnya berkontribusi pada kenyamanan termal sekaligus efisiensi energi.

Dalam konteks ini, sistem tata udara bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian integral dari desain.

Keseimbangan antara estetika, kenyamanan, dan kesehatan menjadi nilai utama yang ingin diangkat melalui kompetisi ini.

Baca Juga: Delapan Kategori DAIKIN Designer Award 2026, Cek Kategori Terbarunya!

Desain yang Fleksibel untuk Gaya Hidup Dinamis

Cosmas Gozali melihat fleksibilitas sebagai salah satu kualitas penting dalam desain masa kini.

Menurutnya, generasi muda memiliki gaya hidup yang dinamis dan cepat berubah. Karena itu, ruang perlu dirancang agar mudah beradaptasi.

Dengan sedikit penyesuaian, sebuah ruang seharusnya mampu menghadirkan suasana baru sesuai kebutuhan penghuninya.

Desain yang baik adalah desain yang dapat tumbuh bersama penggunanya.

Presentasi: Saat Ide Harus Bisa “Dijual”

Selain kualitas desain, kemampuan mempresentasikan karya juga menjadi faktor penentu.

Cosmas mengingatkan bahwa desain, seindah apa pun, tidak akan memberi dampak jika tidak dapat dipahami oleh klien atau pasar.

“Di dunia usaha, yang sukses bukan hanya yang pintar, tetapi yang pandai berkomunikasi.”

Pada tahap presentasi, peserta diharapkan mampu menjelaskan:

  • Latar belakang ide
  • Solusi yang ditawarkan
  • Manfaat bagi pengguna
  • Keunggulan desain
  • Relevansi dengan kebutuhan masa kini dan masa depan

Dengan kata lain, peserta tidak hanya diminta menciptakan desain yang baik, tetapi juga mampu menyampaikan nilai di balik desain tersebut.

Karya yang Lahir dari Pikiran dan Hati

Pada akhirnya, para juri ingin melihat karya yang otentik—lahir dari pemikiran mendalam, kepekaan terhadap konteks, dan empati terhadap pengguna.

Desain terbaik bukan hanya tentang bentuk, tetapi tentang bagaimana ruang dapat meningkatkan kualitas hidup. (RR)

Cek berita terbaru arsitektur dan desain interior, inspirasi desain, tips gaya hidup modern, inovasi produk baru, dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, dan properti di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom