
Ranahrumah.com – TREN | Bagi industri peralatan rumah tangga, sebuah pabrik bukan sekadar tempat produk dirakit sebelum sampai ke rumah konsumen. Di baliknya ada rantai pemasok, tenaga kerja, teknologi, distribusi, hingga peluang bagi sebuah negara untuk mengambil peran lebih besar dalam jaringan produksi global.
Hal itulah yang menarik dari langkah Midea di Indonesia. Pada 9 September 2026, Midea Electronics Indonesia merayakan pencapaian produksi 3 juta unit sekaligus meresmikan fasilitas manufaktur barunya di Cikarang, Jawa Barat.
Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana investasi manufaktur produk rumah tangga di Indonesia terus berkembang. Midea tidak hanya memperbesar kapasitas produksi AC, tetapi juga membangun dan mengembangkan fasilitas untuk kulkas serta mesin cuci.
Dari Pasar Konsumen Menjadi Basis Produksi
Sejak mulai hadir di Indonesia pada 2010, Midea berkembang dari perusahaan yang menghadirkan produk elektronik rumah tangga menjadi perusahaan yang juga memperkuat kegiatan produksinya di dalam negeri.
Fasilitas Residential Air Conditioner Midea Electronics Indonesia di Cikarang berdiri di atas lahan seluas 51.405 meter persegi. Luas bangunannya direncanakan berkembang dari sekitar 13.000 meter persegi menjadi 43.000 meter persegi.
Pada 2024, Midea juga mengembangkan produksi Twin Tub Washing Machine melalui pabrik seluas 17.000 meter persegi. Fasilitas tersebut ke depan akan dikembangkan untuk kategori mesin cuci Top Loading.
Sementara itu, fasilitas refrigerator Midea di Karawang berdiri di atas lahan lebih dari 150.000 meter persegi. Pabrik ini akan memproduksi sejumlah kategori kulkas, mulai dari side-by-side, double door, single door, hingga chest freezer.
Jika dilihat sebagai satu kesatuan, pengembangan tersebut menunjukkan arah yang lebih besar: Indonesia diposisikan bukan hanya sebagai pasar bagi produk Midea, tetapi sebagai bagian dari jaringan manufakturnya.
Hal ini sejalan dengan target perusahaan untuk semakin memperkuat peran Indonesia sebagai basis produksi guna melayani kebutuhan pasar domestik sekaligus pasar global.
Baca Juga: AC Celest Inverter Midea dengan Teknoligi Ai Pertama di Kelasnya

Produksi Lokal yang Menjangkau Pasar Global
Dalam acara yang berlangsung di fasilitas Residential Air Conditioner Midea Electronics Indonesia di Cikarang, pencapaian produksi 3 juta unit menjadi salah satu penanda perkembangan manufaktur Midea di Indonesia.
Jack Ding, President Director Midea Electronics Indonesia, mengatakan pencapaian tersebut merupakan milestone penting dalam perjalanan manufaktur perusahaan di Indonesia.
“Pencapaian 3 juta unit merupakan milestone penting dalam perjalanan manufaktur Midea di Indonesia. Kami akan terus berinvestasi, memperkuat produksi lokal, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan industri manufaktur Indonesia,” ujar Jack Ding.
Skala produksi tersebut kemudian diperkuat dengan aktivitas ekspor. Menurut Faisol Riza, Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, hingga 2026 ekspor Midea Electronics Indonesia telah mencapai sekitar 2 juta unit produk ke berbagai negara di kawasan ASEAN dan Amerika Utara.
Fakta ini memberi konteks yang lebih luas terhadap pembangunan fasilitas manufaktur di Indonesia. Produk yang dibuat di dalam negeri tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia, tetapi juga memiliki peran dalam memasok pasar di luar negeri.
Faisol Riza mengapresiasi perkembangan investasi dan produksi Midea di Indonesia.
“Capaian ini menunjukkan semakin kuatnya kapasitas manufaktur elektronika di Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional,” ujar Faisol Riza.
Ia juga menegaskan harapan pemerintah agar Indonesia semakin kuat posisinya dalam jaringan produksi dan bisnis global Midea.
“Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam pengembangan manufaktur dan salah satu basis produksi penting Midea untuk melayani kebutuhan pasar regional maupun global.”
Baca Juga: Midea Resmikan Pabrik Kulkas Terbesar di Indonesia

Ketika Pabrik Ikut Membentuk Ekosistem Industri
Penguatan manufaktur lokal tidak berhenti pada bangunan pabrik. Di dalamnya terdapat kebutuhan terhadap pemasok, tenaga kerja, logistik, teknologi, serta berbagai layanan pendukung yang membentuk ekosistem industri.
Ma Kai, President Residential Air Conditioner PT Jaya Refrigeration Equipment, menegaskan komitmen perusahaan untuk memperkuat aspek tersebut.
“Kami akan terus memperkuat investasi dan produksi lokal, meningkatkan penggunaan pemasok dalam negeri, serta menjalankan operasional yang aman, patuh terhadap regulasi, dan berkelanjutan untuk memberikan kontribusi positif bagi Indonesia,” ujar Ma Kai.
Dari sisi pemerintah, perkembangan seperti ini juga dipandang penting untuk menciptakan nilai tambah di dalam negeri.
Darmadi Durianto, Anggota Komisi VI DPR RI, menilai investasi manufaktur memiliki peran dalam memperkuat ekosistem industri nasional.
“Ekspansi investasi seperti ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing produk yang diproduksi di dalam negeri,” ujarnya.
Sementara itu, Rifqi Ansari, Plt. Direktur Industri Elektronika dan Telematika (IET), turut hadir dalam peresmian tersebut bersama sejumlah jajaran Midea dan PT Jaya Refrigeration Equipment, termasuk Jack Ding, Ma Kai, Wang Lei selaku President Washing Machine PT Jaya Refrigeration Equipment, serta Ye Tao selaku President Refrigerator PT Jaya Refrigeration Equipment.
Rangkaian acara juga mencakup tur fasilitas produksi AC untuk melihat secara langsung proses manufaktur Midea di Indonesia, serta prosesi simbolis pencapaian produksi dan penguatan kapasitas manufaktur.
Apa Artinya bagi Konsumen Indonesia?
Bagi konsumen, pembangunan pabrik memang tidak serta-merta berarti harga produk menjadi lebih murah atau seluruh produk Midea akan diproduksi di Indonesia. Namun, semakin kuatnya produksi lokal dapat menjadi bagian penting dari rantai pasok yang lebih dekat dengan pasar tempat produk tersebut digunakan.
Dalam jangka panjang, penguatan manufaktur juga berpotensi mendukung ketersediaan produk, komponen, serta layanan yang dibutuhkan konsumen—tergantung pada bagaimana perusahaan mengembangkan kapasitas produksi dan rantai pasoknya.
Midea sendiri menyebut pada 2026 telah memiliki fasilitas produksi elektronik dengan luas total 218.405 meter persegi yang mencakup fasilitas AC, kulkas, dan mesin cuci.
Dengan investasi yang terus berkembang sejak 2023, cerita Midea di Indonesia akhirnya tidak lagi semata-mata tentang berapa banyak produk yang berhasil dibuat.
Yang lebih menarik adalah perubahan perannya: dari perusahaan yang menjual produk rumah tangga di Indonesia menjadi salah satu pemain yang ikut menempatkan Indonesia dalam rantai produksi peralatan rumah tangga untuk pasar regional dan global.
Baca Juga: Midea Perkuat Kapabilitas Teknik Lokal di Singapura Dorong Perkembangan HVAC Berstandar Green Mark
(RR)
Cek berita terbaru dari Industri, ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom


