
Lalu, Berapa Ukuran Ruang yang Ideal?
Tidak ada satu ukuran atau perbandingan ruang yang otomatis paling ideal untuk semua home theater.
Tulisan lama tentang home theater sering menyebut golden ratio sebagai patokan ukuran ruang. Prinsip perbandingan proporsi ruang memang bisa membantu ketika merancang ruangan dari awal, tetapi jangan menganggap angka tertentu sebagai aturan wajib.
Pada rumah masa kini, justru lebih realistis melihat kondisi ruang yang tersedia.
Perhatikan posisi layar terlebih dahulu. Kemudian tentukan dari mana kamu akan menonton. Setelah itu baru atur posisi speaker.
Untuk pengalaman visual, posisi duduk sebaiknya menghadap layar secara langsung dan berada sedekat mungkin dengan garis tengah layar. Posisi speaker juga perlu disesuaikan dengan tempat duduk agar suara dari kiri dan kanan terasa seimbang.
Dengan kata lain, jangan membeli perangkat dulu baru memikirkan ruangnya.
Ukur dan lihat kondisi ruangnya terlebih dahulu. Apalagi jika layar yang dipilih sangat besar. Jarak menonton perlu disesuaikan supaya mata tidak cepat lelah dan seluruh gambar tetap nyaman dilihat.
Baca Juga: Koleksi Audio LG dengan Teknologi Soundbar Sinematik dan Speaker
Jangan Asal Meletakkan Speaker
Ini mungkin bagian yang paling “teknis”, tetapi sebenarnya mudah dipahami.
Bayangkan posisi kamu sedang duduk menonton.
Speaker kiri dan kanan di depan sebaiknya membentuk bidang suara yang seimbang dengan posisi duduk. Speaker center biasanya berperan penting untuk dialog, sehingga penempatannya perlu dekat dengan posisi layar.
Pada sistem surround, speaker tambahan ditempatkan di sisi atau belakang area duduk untuk menciptakan efek suara yang datang dari berbagai arah.
Sedangkan subwoofer bertugas menghasilkan frekuensi bass yang rendah—suara ledakan, dentuman, musik dan berbagai efek yang membuat film terasa lebih hidup.
Karena karakter bass sangat dipengaruhi oleh ruangan, posisi subwoofer tidak bisa ditentukan dengan aturan sederhana seperti “harus di tengah”. Coba beberapa posisi dan dengarkan dari tempat duduk utama. Dari sinilah biasanya ditemukan posisi yang paling pas.
Untuk sistem yang lebih canggih, pengaturan otomatis dari perangkat AV receiver atau sound system juga dapat membantu menyesuaikan karakter suara dengan ruangan.
Baca Juga: Xiaomi TV S Mini LED Ini Tawarkan Standar Baru Hiburan Premiun di Rumah
TV Besar Saja Belum Cukup
Setelah urusan ruang dan suara, tentu saja ada “bintang utama”: layar.
Sekarang pilihannya jauh lebih banyak daripada era DVD dulu. Televisi LED, Mini LED, OLED, hingga proyektor dapat digunakan sesuai ukuran ruang, jarak menonton dan anggaran.
Tidak selalu harus menggunakan giant screen.
Untuk ruang keluarga yang tidak terlalu besar, TV layar lebar justru bisa menjadi pilihan yang lebih praktis. Sementara untuk ruangan khusus dan pengalaman yang lebih mendekati bioskop, proyektor dengan layar besar masih menarik.
Yang perlu dipikirkan bukan hanya ukuran layar, tetapi juga kualitas gambar, tingkat cahaya ruangan dan posisi televisi.
Ruangan yang terlalu terang, misalnya, dapat mengurangi kenyamanan ketika menonton adegan gelap.
Karena itu, tirai atau blind juga dapat menjadi bagian dari “perangkat” home theater, meski tentu saja bukan perangkat elektronik.
Baca Juga: Nonton Film dan Main Game di Rumah Jadi Lebih Seru dnegan Philips Lighting Smart TV Sync
| Selanjutnya: Pencahayaan Ruang bisa “Dimanikan” (Halaman 3)


