
Ranahrumah.com – INSPIRASI [INTERIOR] | Punya banyak keterbatasan, tidak bisa mengeksplorasi gaya hidup, adalah sebagaian alasan yang sering dilontarkan untuk mendefinisikan bahwa rumah mungil itu tidak nyaman. Namun nyatanya, dengan penerapan konsep Micro Living—yang memiliki perencanaan desain yang matang, pendapat ini bisa dipatahkan.
Konsep micro living menjelaskan adanya 2 konsekuensi bagi seseorang saat memiliki rumah mungil (rumah berukuran kecil).
Baca Juga: Mengenal Micro Living yang Jadi Tren Rumah Tinggal Milenial
Desain yang Mendukung Kenyamanan
Dari sisi desain, keterbatasan lahan pada rumah mungil, tidak memungkinkan dibuat satu ruangan untuk satu fungsi. Berarti dari sisi pemanfaatan ruang, haruslah multifungsi. Satu ruang dipakai bersama. Untuk mewujudkan hal ini perlu desain yang kompak. Layout dan pemilihan isi rumah pun harus efisien, inovatif, dan smart. Beberapa hal yang harus dilakukan:
Tak disarankan membeli furnitur jadi.
Kalaupun membeli furnitur yang sudah jadi, paling memungkinkan jenis loose furniture (furnitur lepasan tidak per set).
Baca Juga: Cocok untuk Rumah Mungil, Inspirasi Penyimpanan Tambahan yang Butuh Banyak Ruang

Desain furnitur multifungsi
Semakin banyak fungsi furnitur, semakin baik dengan tetap memerhatikan segi kemudahan dalam pemakaian dan tentu saja harga yang terjangkau. Inovasi desain yang luar biasa diterapkan untuk menciptakan furnitur yang dasyat. Misalnya lemari multifungsi yang berisi lemari pakaian, rak buku, meja kerja, tangga naik ke atas, dapur kecil, hingga meja makan lengkap dengan kursinya.
Pemanfaatan ruang optimal.
Penerapan konsep micro living dalam hal pemanfaatan ruang memiliki arti, sebisa mungkin tidak ada ruang yang terbuang sia-sia. Untuk menangani ruang jenis ini dibutuhkan ide kreatif dan inovasi desain yang smart atau pintar. Hal ini bukan berarti ruangan akan penuh luar biasa. Namun, dengan menggunakan konsep micro living, sisa-sisa ruang akan dimaksimalkan penggunaannya dengan cara yang baik, indah, dan tetap nyaman ditinggali.
Tak mengorbankan kenyamanan tinggal.
Pertimbangan lain yang penting untuk diterapkan pada rumah mungil yang berkonsep micro living adalah pengudaraan, pencahayaan, kesehatan dan kebersihan, serta keamanan dan keselamatan. Ruang yang terbatas bukan alasan untuk mengorbankan kenyamanan. Peran konsultan desain arsitektur dan interior, di sini sangat besar untuk mewujudkan ruangan yang berfungsi baik dan nyaman bagi penghuni.
Untuk penerapan beberapa hal di atas, harus diakui, investasi desain dengan harga yang lebih tinggi dapat menghasilkan pemanfaatan ruang yang lebih efisien, maksimal, dan representatif.

Penyesuaian Gaya Hidup
Tak cukup dengan mencermati desain, memiliki rumah mungil (rumah dengan ukuran lahan kecil) harus diikuti dengan pola hidup yang memengaruhi cara bertinggal, yang mestinya harus menyesuaikan luas ruang yang tersedia.
Sebenarnya bukannya suatu tuntutan khusus yang harus begini begitu, jadi banyak keterbatasan. Hanya, tinggal di rumah berukuran kecil akan memaksa penghuninya tidak konsumsif. Saat beli baju, agar lemarinya cukup harus menyingkirkan baju lamanya, tak mungkin menambah lemari baru karena space-nya sudah tidak ada. Begitupun dengan pembelian dekorasi atau peralatan rumah, dan koleksi lainnya, meski ada storage, namun setiap sentimeter ada keterbatasan.
Rumah berkuran kecil juga tak harus mengorbankan gaya hidup. Desain yang keren dan masa kini pun tetap bisa diaplikasikan di ruang yang terbatas. Karakter penghuni masih bisa keluar melalui perencanaan desain yang matang.
Nah, siapa bilang rumah berukuran kecil tak nyaman? (RR)
Baca Juga: Hidup Bersama AI: Bagaimana Teknologi Mengubah Gaya Hidup Rumah Modern
Baca Juga: Ini Pertimbangan Penting Memilih Desain dan Material Dapur
Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom


