
Ranahrumah.com – INSPIRASI | Ungkapan “hidup 5 langkah” rasanya tepat disematkan bagi kamu yang tinggal di rumah terbatas. Ke manapun kamu melangkah, kasarnya hanya dibutuhkan 5 langkah untuk sampai di tempat yang dituju.
Pergi ke kamar tidur cukup 5 langkah, ke dapur pun hanya 5 langkah, begitu juga mau menonton TV jaraknya 5 langkah.
Dekatnya jarak jelas menguntungkan. Tak perlu membuang banyak energi ke manapun kamu melangkah. Tetapi, kamu sebaiknya waspada. Minimnya gerak akan membuatmu menjadi pemalas. Otot otot tubuh akan mengecil dan membuat kamu mudah lelah.
Selain itu, berhati-hatilah dengan masalah obesitas. Ia akan mudah menghampiri karena tubuh kurang beraktivitas.
Ketidakmengertian penghuni rumah dalam menata interior rumah mungil dan sulitnya menghilangkan kebiasaan membeli barang seperti furnitur, aksesori, dan alat rumah tangga, bisa menjadi sumber pertengkaran dalam keluarga.
Memang bukan perkara mudah tinggal di rumah dengan luas terbatas. Apalagi jika sang pemilik memiliki latar belakang hidup, di mana dulu tinggal di rumah dengan ukuran yang luas karena ini tentu akan memengaruhi gaya hidup.
Baca Juga: Mengenal Micro Living, Konsep yang Membuat Rumah Mungil tetap Nyaman
Pentingnya Mengubah Perilaku
Ya, perilaku memiliki pengaruh paling besar dalam menentukan kenyamanan tinggal di rumah mungil.
“Perlu dicatat bahwa mengubah perilaku seseorang secara cepat dan instan terbilang sulit. Tetapi bukan berarti tidak bisa,” ucap Enie Sutanto, S. Psi, seorang psikolog lulusan Universitas Diponegoro Semarang. “Harus ada yang menyadarkan dia dengan perilakunya, karena kebanyakan mereka tidak sadar,” tambahnya.
Anies Alkurratu Aini, seorang desain interior, menguatkan penjelasan tentang bahaya prilaku yang kaitannya dengan interior dan kenyamanan penghuni rumah.
“Jika kamu sangat konsumtif dan memiliki perilaku kurang rapi, maka akan sulit bagi sebuah desain interior untuk tampil maksimal,” ungkapnya.
Dengan kata lain, sehebat apapun jasa desainer interior yang dipakai, hasilnya tidak akan maksimal jika tidak dibarengi dengan sikap dan perilaku yang sesuai.
Inventarisasi Ruang
Jangan memaksakan seluruh ruang harus ada dalam sebuah rumah. Inventarisasilah kebutuhan ruang apa saja yang kamu butuhkan.
“Kecenderungan tren interior yang akan berkembang di masa mendatang adalah berdasarkan hobi dan kebutuhan saja,” ucap Anies. “Nantinya, antara rumah satu dan rumah lain seolah tak memiliki standar baku. Misal yang satu rumahnya hanya berisi kamar tidur dan ruang perpustakaan yang besar karena hobi baca, sedangkan yang lain kamar tidur dan ruang keluarga yang luas karena hobi berkumpul,” jelasnya.
Tetapi, jika memang masih sulit dipilah, multifungsi adalah kuncinya. Contohnya, ruang tamu digabung dengan teras, ruang makan dengan dapur, ruang baca dengan kamar tidur.
Layout terbuka antara ruang yang satu dengan yang lain juga dapat dijadikan tips andalan dalam menyiasai keterbatasan ruang. Ini untuk memberi efek luas pada interior rumahmu.
Baca Juga: Membuat Rock Garden di Rumah Mungil

Efektivitas Furnitur
Luasan terbatas membuat tempat untuk penyimpanan terbilang sedikit. Usahakan agar barang yang kamu miliki tidak banyak dan pilih yang benar benar dibutuhkan. Hanya barang dengan nilai sentimental tinggi saja yang dapat disimpan.
Selain itu, sebaiknya pilih furnitur pesanan. Tujuannya agar ukuran furnitur sesuai dengan ukuran ruang dan terlihat proporsional dalam ruang. Salah satu siasat yang dapat dilakukan adalah mengoptimalkan tempat-tempat penyimpan seperti ruangan di bawah tempat tidur. Siasat lain adalah membuat lemari dengan ketinggian penuh dari lantai ke plafon.
Dengan pendekatan vertikal ini, maka penggunaan ruang akan jauh lebih maksimal. Bila bisa menyiasatinya dengan baik, tinggal di rumah berukuran mungil pun bisa nyaman juga.
Baca Juga: Inspirasi Penyimpanan Tambahan yang Cocok untuk Rumah Mungil dan Tak Butuh Banyak Ruang

Memilih Elemen Penting untuk Ruang Terbatas
Berikut beberapa elemen yang harus diperhatikan untuk mengatasi ruang terbatas.
- Desain
Pilih desain yang simpel dan tidak terkesan berat pada ruangan. Usahakan semua dirancang minim detail dengan pilihan aksesori yang sederhana.
- Warna
Pilih warna-warna terang agar ruangan tampak terkesan luas dan jangan memilih warna gelap karena akan membuat ruangan tampak semakin sempit.
- Furnitur
Pilihlah furnitur yang memiliki tulang tipis dan berdesain simpel agar ruang tak terkesan berat. Pilih juga furnitur multifungsi atau sistem lipat untuk menghemat tempat. Untuk pintu lemari atau perabot lainnya sebaiknya menggunakan bukaan geser agar tidak memakan ruangan.
- Barang elektronik
Pilih barang elektonik yang desainnya tipis dan sesuai kebutuhan. Misal, pilih TV LCD dan jangan lupa, pilih yang hemat energi.
- Peralatan Rumah
Pilih alat masak yang multifungsi. Misal, satu alat bisa digunakan untuk memasak, mengukus, dan menghangatkan makanan.
- Tempat Penyimpanan
Buat rak penyimpanan di dinding atau memfungsikan furnitur sebagai tempat penyimpanan. Misalnya membuat penyimpanan di bawah kasur.
- Memanfaatkan Ruang Attic
Jika dana terbatas dan tak memungkinkan untuk melakukan perluasan rumah, dapat memanfaatkan ruang attic (loteng). Ruang ini dapat dimanfaatkan sebagai kamar tidur tambahan atau ruang santai kumpul keluarga.(RR)
Baca Juga: Solusi Rumah Mungil, Ini Cara Optimalkan Attic agar Tak Panas
Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom


