
Ranahrumah.com – TIPS & TRIK | Bambu dianggap sebagai material baru yang akan menggantikan fungsi kayu, baja, aluminium, keramik, lantai, bata, gipsum, dan material bangunan lainnya. Namun, persepsi masyarakat yang masih merendahkan derajat bambu sebagai material bangunan menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi para arsitek.
Mukoddas Syuhada, arsitek yang mengembangkan konstruksi bambu, mengatakan bambu masih dipandang remeh dikalangan masyarakat.
Banyak orang bilang bambu itu material yang murahan, tidak modern, kampungan, dan bahkan mengecapnya sebagai simbol kemiskinan. Hal tersebut didasari pada penggunaan bambu sebagai material utama pada rumah-rumah tradisional dan rumah di kampung-kampung.
Padahal, material bambu yang mereka gunakan memiliki kelebihan yakni lebih kuat, mudah didapat, dan murah. Bahkan, keseluruhan bagian bambu bisa dimanfaatkan, dari bagian akar hingga pangkalnya, baik untuk makanan hingga struktur bangunan. Material bambu lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan limbah.
Baca Juga: Mengenal Aluminium Composite Panel (ACP), Material Tahan Api dan Air

Merawat dan Mengaplikasikan Bambu agar Tahan Lama
Lewat aplikasi dan perawatan yang tepat bambu bisa bertahan hingga ratusan tahun.
Untuk dapat mempertahankan hingga selama ini tentu tidak gampang. Meski bambu mudah aplikasinya, tapi perawatan bambu tidaklah mudah.
Sebelum diaplikasikan pada bangunan, sebaiknya bambu diawetkan terlebih dahulu. Pengawetan akan membuat bambu lebih tahan lama dan terhindar dari serangan serangga –rayap, bubuk, dan lainnya.
Baca Juga: Apa Itu Material Surface yang Kini Jadi Elemen Utama Desian Interior Modern?
Berikut cara pengawetannya.
1. Sistem pengawetan bambu ada dua cara, pertama merendamnya ke dalam air dengan beberapa helai daun nimba.
Adapun cara kedua dengan menggunakan bahan kimia. Mukoddas tidak menyarankan penggunaan bahan kimia karena dianggap tidak ramah lingkungan. Sebaiknya gunakan pengawetan alami dengan air dan diamkan selama 1 – 3 bulan.
2. Ketika dibakar bambu akan mengeluarkan cairan seperti cuka. Cairan ini dapat digunakan untuk merawat bambu dari serangan hama yang menyerang bagian dalam bambu.
3. Pada saat mengaplikasikan bambu sebagai material pengisi atap, lapisi atap dengan beberapa lapisan bambu. Ketahanan atap akan bergantung pada tebalnya material atap tersebut. Semakin tebal bambu maka semakin tahan lama atap tersebut. (RR)
Baca Juga: Roman 100×100: Meterial Lantai dan Dinding Premium untuk Hunian Modern yang Seamless
Cek berita dari inovasi produk baru, ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom


