
Ranahrumah.com – TREN | Di tengah tekanan industri semen yang masih dibayangi overcapacity dan penurunan permintaan, PT Cemindo Gemilang Tbk melalui brand Semen Merah Putih terus memperkuat daya saing dengan mengandalkan inovasi berkelanjutan, efisiensi operasional, dan sistem bisnis yang terintegrasi.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui partisipasi Semen Merah Putih dalam INTERCEM Asia 2026 di Jakarta, forum industri semen internasional yang mempertemukan produsen, trader, investor, dan pelaku industri dari berbagai negara. Keikutsertaan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan pasar global sekaligus memperkuat posisi perusahaan di pasar ekspor.
Saat ini, Semen Merah Putih telah menjangkau pasar internasional di kawasan Asia Pasifik, Oseania, Afrika, hingga Amerika. Ekspansi ini didukung oleh unit bisnis trading Aastar, yang memfasilitasi distribusi semen dan klinker dalam berbagai format, baik curah maupun kemasan, sesuai kebutuhan pasar.
Di tengah utilisasi industri semen nasional yang masih rendah, sekitar 51%, Semen Merah Putih justru mencatat pertumbuhan 4,2% di wilayah operasional utamanya sepanjang 2025. Kinerja ini menunjukkan bahwa efisiensi dan integrasi sistem menjadi kunci daya saing di tengah tantangan industri.
Menurut Surindro Kalbu Adi, Commercial & Logistic Director PT Cemindo Gemilang Tbk, sustainability tidak hanya dipandang sebagai komitmen lingkungan, tetapi juga sebagai fondasi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat pertumbuhan bisnis.
Sustainability sebagai Penggerak Efisiensi
Semen Merah Putih berhasil menurunkan intensitas karbon sekitar 21% sejak 2016. Pencapaian ini sejalan dengan berbagai langkah efisiensi yang diterapkan di seluruh rantai bisnis perusahaan.
Salah satu inovasi utamanya adalah penggunaan Waste Heat Recovery System (WHRS), yang mampu menyuplai sekitar 24% kebutuhan energi pada proses produksi klinker. Teknologi ini juga berkontribusi mengurangi emisi hingga sekitar 100.000 ton CO₂ per tahun.
Selain itu, berbagai program efisiensi energi telah menurunkan konsumsi listrik sekitar 3 KWh per ton klinker. Upaya ini diperkuat dengan integrasi rantai pasok, termasuk penggunaan kendaraan listrik untuk operasional logistik, yang berhasil menekan emisi sekitar 8.500 ton CO₂ per tahun.
Optimalisasi pelabuhan dan jaringan distribusi juga meningkatkan kecepatan pengiriman, fleksibilitas pasokan, serta efisiensi logistik secara keseluruhan.
Portofolio Produk Hijau Terus Diperkuat
Komitmen keberlanjutan juga tercermin pada portofolio produknya. Saat ini, sekitar 81% produk Semen Merah Putih merupakan semen non-OPC (Ordinary Portland Cement), lebih tinggi dibanding rata-rata industri yang berada di kisaran 71%.
Produk semen rendah karbon, termasuk hydraulic cement, mencatat pertumbuhan signifikan hingga 636,5% pada 2025. Hal ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan pasar terhadap material konstruksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Seluruh produk Semen Merah Putih telah mengantongi sertifikasi Green Label dari Green Product Council Indonesia, dengan sebagian besar berada pada level platinum. Perusahaan juga memperoleh pengakuan dari World Cement Association atas komitmennya terhadap aksi iklim.
Ekspansi Global dan Target Pertumbuhan 2026
Dengan kapasitas produksi sebesar 11,4 juta ton semen dan 7 juta ton klinker per tahun di Indonesia, serta tambahan kapasitas di Vietnam, Semen Merah Putih memiliki fondasi kuat untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.
Melalui Aastar, perusahaan melihat peluang ekspor yang semakin besar, seiring meningkatnya permintaan global terhadap produk yang kompetitif, andal, dan memiliki profil keberlanjutan yang jelas.
Ke depan, Semen Merah Putih menargetkan pertumbuhan hingga dua kali lipat dibanding pertumbuhan pasar pada 2026. Fokus utama perusahaan adalah terus memperkuat inovasi berbasis sustainability, meningkatkan efisiensi, dan memperluas peran sebagai mitra strategis dalam pembangunan nasional maupun pasar regional.
Partisipasi di INTERCEM Asia 2026 menegaskan bahwa keberlanjutan kini bukan sekadar diferensiasi, melainkan strategi bisnis utama untuk menciptakan pertumbuhan yang tangguh dan berkelanjutan.(RR)
Baca Juga: Dari Efisiensi ke Green Cement: Cara Semen Merah Putih Bangun Kontruksi Berkelanjutan
Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom


