Menata Rumah Mengikuti Fase Kehidupan: Cara Ala IKEA untuk Memberi Tempat bagi yang Paling Berarti

Rumah tidak harus bertambah luas untuk mengikuti perubahan kehidupan keluarga. Yang dibutuhkan adalah penataan ruang yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan, kebiasaan, dan cerita baru yang terus tumbuh setiap hari.

Inspirasi penataan rumah yang mengikuti fase kehidupan keluarga
Inspirasi penataan rumah dari IKEA yang mengikuti perubahan fase kehidupan keluarga dengan solusi ruang yang lebih fungsional untuk kebutuhan yang paling berarti. (Foto: Erly/Ranahrumah.com)

Ranahrumah.com – GAYA HIDUP | Rumah tidak pernah benar-benar selesai. Bukan karena cat dinding akan memudar atau furnitur suatu hari perlu diganti. Melainkan karena kehidupan penghuninya terus bergerak. Anak lahir, mulai sekolah, beranjak remaja. Ada yang mulai bekerja dari rumah, menekuni hobi baru, atau harus menyediakan ruang bagi orang tua yang tinggal bersama.

Di tengah berbagai perubahan itu, rumah pun dituntut ikut bertumbuh. Bukan selalu dengan menambah luas bangunan, melainkan dengan menata kembali ruang agar mampu mengakomodasi kehidupan yang terus berkembang.

Sayangnya, banyak orang masih menganggap solusi satu-satunya adalah merenovasi rumah atau membeli rumah yang lebih besar untuk menampung furnitur baru yang dibutuhkan. Padahal, yang sesungguhnya berubah sering kali bukan ukuran rumah atau barang baru, melainkan cara kita memanfaatkan ruang di dalamnya.

Cara pandang inilah yang melatarbelakangi kampanye terbaru IKEA Indonesia, “Luangkan Ruang agar Yang Berarti selalu Punya Tempat.” Berangkat dari pengamatan terhadap kehidupan masyarakat di rumah, IKEA melihat bahwa kebutuhan penghuni terus berkembang mengikuti setiap fase kehidupan, sementara ukuran rumah umumnya tetap sama.

Baca Juga: Rumah 25 m² Pun Bisa Terasa Nyaman, Ini Rahasia Menata Rumah Mungil Ala Apartemen Studio

Baca Juga: Inilah Selera dan Kebutuhan Hunian di Zaman Now

Alfinda Krista Rahardyana (paling kanan): “Yang berubah sebenarnya bukan ukuran rumah, melainkan cara penghuninya menggunakan ruang di dalamnya.” Rudy Ferdianrus (tengah): “Rumah memang bukan sesuatu yang selesai sekali jadi, tetapi terus berkembang mengikuti kehidupan keluarga.” Talkshow Menata Rumah mengikuti Fase Kehidupan Penghuni, IKEA, 28 Juli 2026. (Foto: Erly/Ranahrumah.com)

Rumah Selalu Mengikuti Perjalanan Hidup Penghuninya

Perubahan kebutuhan itu dapat terjadi pada siapa saja.

Pasangan muda yang kemudian memiliki anak akan membutuhkan ruang bermain dan penyimpanan perlengkapan bayi. Ketika anak mulai bersekolah, rumah memerlukan sudut belajar yang nyaman. Saat pekerjaan semakin fleksibel, kamar tidur atau ruang keluarga pun kerap beralih fungsi menjadi tempat bekerja dari rumah.

Menurut Alfinda Krista Rahardyana, Interior Design Leader IKEA Indonesia, banyak orang merasa rumahnya sudah tidak lagi cukup. Padahal setelah diamati, yang berubah sebenarnya bukan ukuran rumah, melainkan cara penghuninya menggunakan ruang di dalamnya.

Karena itu, solusi yang dibutuhkan bukan selalu rumah yang lebih besar, melainkan rumah yang mampu mengikuti perubahan kehidupan penghuninya.

Baca Juga: 7 Cara Optimalkan Rumah Mungil agar Anak Nyaman Bermain

Menata Ulang Ruang, Bukan Sekadar Menambah Ruang

Setiap fase kehidupan menghadirkan kebutuhan yang berbeda. Namun, bukan berarti rumah harus terus bertambah luas.

Sering kali, solusi justru dimulai dari melihat kembali bagaimana ruang dimanfaatkan sehari-hari.

Apakah ada sudut rumah yang belum berfungsi optimal? Bisakah dinding dimanfaatkan sebagai area penyimpanan? Apakah furnitur yang digunakan masih sesuai dengan kebutuhan keluarga saat ini? Atau justru ada barang yang sudah lama tidak digunakan, tetapi masih memenuhi ruangan?

Melalui penataan ulang seperti memanfaatkan ruang vertikal, memilih furnitur multifungsi, menggunakan sistem penyimpanan yang tepat, hingga melakukan decluttering secara berkala, rumah dapat tetap nyaman tanpa harus kehilangan ruang untuk aktivitas baru.

Baca Juga: Decluttering yang Mudah dan Praktis Bikin Rumah Rapi

Inspirasi penataan kamar tidur bagi Creator muda dari IKEA, mengoptimalkan ruang untuk aktivitas sehari-hari. untuk istirahat dan bekerja. (Foto: IST Dok. IKEA)

Setiap Rumah Memiliki Jawabannya Sendiri

Tidak ada rumus yang sama untuk semua keluarga.

Rumah seorang pekerja kreatif tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan rumah keluarga yang memiliki balita. Begitu pula rumah pasangan lanjut usia akan berbeda dengan rumah yang dihuni anak-anak remaja.

Karena itu, penataan rumah sebaiknya selalu berangkat dari kebiasaan dan gaya hidup penghuninya. Furnitur, penyimpanan, hingga pembagian ruang seharusnya mendukung aktivitas yang benar-benar dilakukan setiap hari, bukan sekadar mengikuti tren.

Cara pandang ini juga dirasakan oleh Rudy Ferdianrus, seorang art director, videografer, sekaligus ayah dari dua anak. Setelah hampir 20 tahun membangun rumah tangga, ia menyadari bahwa rumah selalu berkembang mengikuti perjalanan keluarganya.

“Sejak awal kami memang merancang rumah supaya setiap ruang bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Setelah punya anak, kami tidak merasa harus mengubah semuanya dari awal. Yang kami lakukan justru terus menyesuaikan rumah mengikuti kebutuhan keluarga. Buat saya, rumah memang bukan sesuatu yang selesai sekali jadi, tetapi terus berkembang mengikuti kehidupan keluarga kami,” ujarnya.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa rumah bukanlah ruang yang statis. Ia terus berubah, sama seperti kehidupan orang-orang yang tinggal di dalamnya.

Rumah yang baik bukanlah rumah yang memiliki ruang paling banyak, melainkan rumah yang mampu memberi tempat bagi aktivitas, kenangan, dan kebutuhan yang terus bertambah sepanjang perjalanan hidup keluarga.

Baca Juga: 10 Langkah Praktis Merapikan Gudang di Rumah

Catatan Ranahrumah

Rumah yang bertumbuh bukan diukur dari luas bangunannya, melainkan dari kemampuannya mengikuti perubahan kehidupan penghuninya. Saat ruang mampu beradaptasi dengan kebutuhan yang terus berkembang, rumah akan tetap terasa nyaman tanpa harus selalu diperluas. Kadang cukup dengan menata ulang, memanfaatkan sudut yang terlupakan, atau merelakan barang yang tak lagi digunakan. Sebab, rumah yang bertumbuh adalah rumah yang selalu menyediakan ruang bagi hal-hal yang paling berarti. (RR)

Cek berita dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom