Ranahrumah.com – PRODUK | Bila berbicara tentang material permukaan dalam interior, kita mungkin lebih sering mengenal jenis materialnya—kayu, batu, kaca, atau laminate. Padahal, sebuah permukaan menyimpan lebih banyak cerita daripada sekadar tampilan. Tekstur yang terasa di tangan, cara warna menangkap cahaya, pola yang membangun suasana, hingga ketahanannya saat digunakan sehari-hari, semuanya ikut menentukan bagaimana sebuah elemen interior hadir di dalam ruang.
Lebih dari sekadar pelapis, material permukaan dapat menjadi bagian dari bahasa desain—membangun warna, tekstur, karakter, bahkan pengalaman sebuah ruang.
Di sinilah Lamitak menarik untuk dikenali. Brand material permukaan asal Singapura yang berdiri sejak 2001 ini mengembangkan high-pressure laminate (HPL) untuk berbagai kebutuhan arsitektur dan desain interior. Melalui beragam warna, pola, tekstur, dan karakter permukaan, Lamitak menerjemahkan inspirasi dari alam, budaya, serta kehidupan sehari-hari ke dalam material yang dirancang untuk digunakan dalam ruang.
Baca Juga: Apa Itu Material Surface, Mengapa Kini Jadi Elemen Utama Desain Interior Modern?

Mengenal Lamitak, Apa Sebenarnya Material Ini?
Bagi sebagian orang, laminate mungkin lebih akrab sebagai material yang digunakan untuk memberikan tampilan akhir pada furnitur. Padahal, secara teknis HPL merupakan material komposit yang terdiri atas beberapa lapisan kertas kraft yang diberi resin, lapisan dekoratif, dan lapisan pelindung transparan, lalu dipadatkan melalui tekanan dan temperatur tinggi.
Hasilnya berupa lembaran material permukaan yang dapat diaplikasikan pada berbagai substrate untuk kebutuhan interior.
Karena itu, laminate bukan material utama seperti kayu solid atau batu alam. Perannya justru berada pada permukaan—menjadi bagian yang memberi karakter visual sekaligus berkontribusi pada performa elemen interior yang dilapisinya
Di sinilah menariknya memahami Lamitak.
Lamitak bukan material utama seperti kayu solid atau batu alam, melainkan material permukaan yang diaplikasikan pada substrate. Dalam praktik interior, material ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti furnitur, kabinet, panel dinding, vanity, hingga permukaan interior lainnya, dengan penerapan yang menyesuaikan karakter dan kebutuhan ruang. Untuk aplikasi tertentu, pemasangan dan pengolahan bagian tepi juga menjadi bagian penting agar permukaan bekerja dengan baik.
Dengan kata lain, laminate bukan sekadar soal “lapisan yang membuat furnitur terlihat cantik”. Ia menjadi lapisan yang menentukan warna, tekstur, karakter visual, sensasi sentuhan, sekaligus sebagian dari performa permukaan sebuah elemen interior.
“Kami percaya laminate perlu dipahami berdasarkan nilai dan fungsinya sendiri, bukan sekadar sebagai alternatif,” ujar Alexander Tan, Co-Founder Lamitak.
Pandangan ini menempatkan laminate bukan sekadar sebagai pilihan pengganti material alami. Ada karakter, fungsi, konsistensi, dan pertimbangan penggunaan yang membuatnya memiliki peran tersendiri dalam desain interior.
Selanjutnya: Mengapa Laminate Menarik dalam Desain Interior (Halaman 2)



