Ranahrumah.com – GAYA HIDUP | Rumah bukan hanya tempat untuk beristirahat. Di dalamnya, keluarga menjalani begitu banyak hal sekaligus—bekerja, belajar, makan, bercakap-cakap, hingga bermain. Sayangnya, ketika berbicara tentang bermain, banyak keluarga masih membayangkan adanya ruang khusus yang cukup luas untuk anak.
Padahal, momen bermain tidak selalu membutuhkan ruang bermain khusus. Ruang keluarga, kamar tidur, bahkan sudut kecil di rumah dapat menjadi tempat bermain ketika lingkungan dan benda-benda di dalamnya memberi kesempatan untuk berinteraksi, bereksplorasi, dan berkreasi.
Lebih dari sekadar mengisi waktu luang, bermain bersama dapat menjadi cara sederhana untuk mempererat hubungan antaranggota keluarga. Bagi anak, bermain juga merupakan bagian penting dari proses belajar—mengenal lingkungan, mencoba sesuatu, berimajinasi, bergerak, hingga belajar menyelesaikan masalah.
Baca Juga: Anak bebas bermain dengan ruang gerak memadai meski di ruang sempit.
Baca Juga: Alternatif penempatan perabot berdasarkan bentuk dan ukuran ruang
Bermain di Rumah, Bukan Sekadar Aktivitas Anak
Kesibukan sehari-hari sering membuat waktu bersama keluarga terasa semakin terbatas. Karena itu, bermain dapat menjadi salah satu cara paling sederhana untuk menciptakan kembali waktu berkualitas di rumah.
Tidak harus berupa permainan yang direncanakan atau membutuhkan perlengkapan khusus. Membaca bersama, membangun sesuatu, bermain peran, bergerak, atau bahkan membereskan mainan bersama setelah bermain dapat menjadi bagian dari interaksi keluarga.
IKEA Play Report menunjukkan bahwa lebih dari separuh orang tua, atau 54%, ingin lebih sering bermain bersama anak-anak mereka. Namun, keinginan tersebut sering berhadapan dengan sejumlah kendala, mulai dari waktu, ruang, inspirasi, hingga biaya.
Artinya, persoalannya mungkin bukan karena keluarga tidak menganggap bermain penting. Justru, banyak keluarga sudah menyadari manfaatnya, tetapi belum menemukan cara agar bermain di rumah dapat hadir secara alami dalam keseharian.
Di sinilah rumah memiliki peran penting.

Tak Punya Ruang Bermain? Tak Jadi Masalah
Ruang bermain khusus memang menyenangkan, tetapi bukan sebuah keharusan. Yang lebih penting adalah bagaimana ruang yang sudah dimiliki rumah dapat memberi kesempatan bagi penghuninya untuk melakukan berbagai aktivitas.
Ruang keluarga, misalnya, dapat menjadi tempat anak bermain sekaligus ruang berkumpul bagi seluruh anggota keluarga. Sebuah sudut kamar dapat digunakan untuk membaca atau berimajinasi. Bahkan area penyimpanan dapat dirancang sedemikian rupa sehingga anak lebih mudah mengambil dan mengembalikan barangnya sendiri.
Dengan cara pandang seperti ini, rumah tidak lagi memiliki fungsi yang kaku. Satu ruang dapat mengikuti berbagai kebutuhan penghuninya pada waktu yang berbeda.
Konsep tersebut juga membuat aktivitas bermain terasa lebih mudah dilakukan. Tidak perlu selalu menyiapkan ruang, mengeluarkan banyak perlengkapan, kemudian membereskannya kembali. Bermain dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: 15 cara Menciptakan Ruang Favorit Anak di Rumah
Saat Membereskan Mainan Juga Menjadi Bagian dari Bermain
Ada satu hal menarik yang sering terlupakan ketika membicarakan ruang bermain: apa yang terjadi setelah permainan selesai?
Bagi anak, membereskan mainan mungkin bukan aktivitas yang menarik. Namun, ketika penyimpanan dirancang dekat dengan area bermain dan dibuat mudah digunakan, membereskan barang dapat menjadi kebiasaan yang tumbuh secara alami.
Anak dapat belajar bahwa setiap benda memiliki tempatnya. Ia juga belajar mengambil tanggung jawab terhadap barang yang digunakan, sekaligus memahami bahwa ruang bersama perlu dijaga agar tetap nyaman.
Karena itu, desain ruang bermain yang baik tidak hanya menyediakan tempat untuk bermain, tetapi juga mendukung anak untuk belajar merawat dan menata lingkungannya.
Bermain dan belajar akhirnya tidak perlu dipisahkan. Bahkan kegiatan sederhana seperti menyimpan kembali mainan dapat menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan.
Baca Juga: Rumah yang dapat beradaptasi dengan kehidupan penghuninya
Selanjutnya: Lima cara orang bermain menurut IKEA Platypes (Halaman 2)


