
| Bermain bukan sekadar kegiatan mengisi waktu luang. Melalui permainan, anak belajar berimajinasi, mengembangkan kreativitas, sekaligus mengenal dunia di sekitarnya. Mainan yang tepat dapat menjadi awal dari pengalaman belajar yang menyenangkan.
Ranahrumah.com – GAYA HIDUP [Keluarga & Tumbuh Kembang Anak]| Ada kalanya sebuah boneka tidak lagi sekadar boneka di tangan anak. Dalam imajinasinya, benda tersebut bisa berubah menjadi tokoh utama sebuah petualangan, penjelajah hutan, atau sahabat yang sedang mencari rumah di pegunungan.
Cerita yang muncul pun bisa berbeda setiap kali anak bermain. Mereka menentukan sendiri siapa tokohnya, ke mana petualangan berlangsung, hingga bagaimana cerita berakhir.
Kebebasan seperti ini merupakan salah satu bagian menarik dari kegiatan bermain. Anak tidak hanya menggunakan mainan sesuai bentuk atau fungsi yang dirancang pembuatnya, tetapi juga mengembangkan ide, mencoba berbagai kemungkinan, dan menciptakan dunianya sendiri.
Sayangnya, bermain terkadang masih dipandang sebatas kegiatan untuk menghibur anak atau mengisi waktu luang. Padahal, ada banyak proses belajar yang berlangsung ketika anak bermain. Mulai dari mengembangkan imajinasi dan kreativitas, mengekspresikan gagasan, hingga memahami lingkungan di sekitarnya.
Pentingnya bermain juga tercermin dalam IKEA Play Report 2024. Laporan tersebut menunjukkan bahwa 90% anak merasa lebih bahagia ketika bermain. Sementara itu, 54% orang tua menyatakan ingin memiliki lebih banyak waktu untuk bermain bersama anak.
Artinya, bermain bukan hanya tentang menyediakan mainan. Kesempatan dan keterlibatan orang tua juga menjadi bagian penting dari pengalaman bermain anak.
Baca Juga: 5 Cara Amankan Area di Sekitar Anak di Rumah Tanpa Mengurangi Ruang Geraknya

Bermain Memberi Anak Kebebasan untuk Berkreasi
Salah satu hal yang membuat permainan menarik bagi anak adalah kebebasan untuk menentukan sendiri bagaimana mereka ingin bermain.
Sebuah boneka, misalnya, bisa menjadi tokoh dalam berbagai cerita. Hari ini menjadi penjelajah hutan, esok menjadi teman perjalanan, dan di kesempatan lain mungkin menjadi karakter dalam cerita yang dibuat anak sendiri.
Begitu pula dengan kegiatan menggambar, membuat cerita, atau bermain peran. Anak dapat mengembangkan gagasan dari benda-benda sederhana di sekitarnya.
Dalam proses tersebut, anak belajar menghubungkan satu ide dengan ide lainnya. Mereka juga berkesempatan mencoba berbagai kemungkinan tanpa harus selalu mengikuti aturan atau hasil yang sudah ditentukan orang dewasa.
Orang tua dapat ikut mendukung proses ini dengan memberikan ruang bagi anak untuk bereksplorasi. Tidak selalu harus mengarahkan permainan atau menentukan bagaimana sebuah cerita seharusnya berakhir. Sesekali, mengikuti alur cerita yang dibuat anak justru dapat membuka percakapan dan membantu orang tua memahami hal-hal yang menarik perhatian mereka.
Lebih jauh, permainan juga dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan pengetahuan baru. Salah satunya tentang satwa dan lingkungan.
Baca Juga: Menata Rumah dengan Metode Montessori, Bikin Anak Mandiri
Mengenal Satwa Bisa Dimulai dari Permainan
Mengenalkan keanekaragaman satwa kepada anak tidak harus selalu melalui buku pelajaran atau penjelasan yang panjang. Ketertarikan anak terhadap boneka binatang, gambar, dan cerita dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan kehidupan satwa di alam.
Misalnya, ketika anak bermain dengan boneka macan tutul salju, orang tua bisa mengajaknya mengenal tempat hidup satwa tersebut, bagaimana ia menghadapi suhu dingin, atau mengapa ekornya memiliki bentuk yang khas.
Percakapan sederhana seperti ini dapat berkembang menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan. Anak tidak hanya mengenal nama satwa, tetapi juga mulai memahami karakteristik, habitat, dan kebutuhan hidupnya.
Pendekatan inilah yang antara lain diangkat IKEA Indonesia melalui kampanye IKEA Play bertajuk “Petualangan Dimulai dengan Bermain dan Imajinasi”.
Dalam kampanye yang diluncurkan pada 5 November 2026 tersebut, IKEA memperkenalkan ALPTALL, koleksi anak yang terinspirasi dari satwa dan lanskap pegunungan Himalaya.
Dikembangkan bersama Nordens Ark, pusat konservasi satwa liar di Swedia, koleksi ini menghadirkan karakter panda merah, macan tutul salju, harimau Bengal, dan anak beruang hitam Asia.
ALPTALL tidak hanya terdiri dari soft toys atau boneka. Ada pula stiker, buku aktivitas, perlengkapan menggambar, serta produk tekstil dengan ilustrasi satwa dan alam.
Beragam produk tersebut memberikan pilihan bagi anak untuk mengembangkan permainan melalui cerita, gambar, maupun permainan peran. Satu karakter pun dapat menjadi awal dari berbagai petualangan berbeda sesuai imajinasi anak.
Menurut Angela Krisyanti, Business Leader IKEA Indonesia, koleksi ALPTALL dirancang untuk memberi anak kesempatan mengembangkan ceritanya sendiri.
Seekor panda merah, misalnya, dapat menjadi tokoh utama petualangan. Sementara gambar yang dibuat anak bisa berubah menjadi tempat yang ingin dijelajahi. Anak juga dapat menggabungkan beberapa karakter dan menciptakan cerita baru setiap kali bermain.
IKEA juga memperhatikan aspek keamanan dalam menghadirkan koleksi anak ini. Menurut Angela, bahan, desain, dan berbagai aspek produk dikembangkan dengan mengikuti regulasi serta standar global yang berlaku.

Ketika Bermain Menjadi Pintu Masuk Literasi Satwa
Ada hal lain yang menarik dari kampanye IKEA kali ini. Selain memperkenalkan koleksi mainan, IKEA juga mengangkat pentingnya pengetahuan anak tentang satwa dan kehidupan di habitatnya.
Dalam acara peluncuran ALPTALL, IKEA menghadirkan Eny Wahyu Lestari, Wildlife Specialist WWF-Indonesia. Ia menyoroti masih terbatasnya pengetahuan anak mengenai satwa liar.
Menurut Eny, kegiatan seperti ini dapat menjadi salah satu sarana untuk memperluas literasi tentang satwa. Terlebih, ketika pengetahuan tersebut disampaikan melalui pendekatan yang menarik dan menyenangkan bagi anak.
WWF-Indonesia sendiri memiliki berbagai upaya untuk mengenalkan kehidupan satwa kepada masyarakat, termasuk anak-anak. Kegiatannya antara lain melalui kunjungan ke sekolah, penerbitan buku dan boneka, serta penyampaian kisah nyata tentang satwa dan kehidupannya di habitat alami.
Upaya tersebut juga dikemas melalui program Member of Nature. Melalui program ini, masyarakat dapat berpartisipasi sebagai anggota dan memberikan kontribusi finansial untuk mendukung kegiatan konservasi WWF-Indonesia.
Pesan tentang pentingnya mengenal dan menyayangi satwa juga disampaikan melalui pertunjukan drama musikal oleh siswa SMPK Tirtamarta-BPK Penabur Pondok Indah dalam acara peluncuran ALPTALL.
Melalui pertunjukan bertema petualangan dan imajinasi tersebut, anak-anak diajak mengenal satwa, memahami habitatnya, serta menyadari pentingnya menjaga keberadaan satwa agar tidak terancam punah.
Pendekatan ini menarik karena anak tidak hanya menerima informasi sebagai penonton, tetapi juga terlibat dalam menyampaikan pesan melalui cerita dan pertunjukan.
Baca Juga: Ayo Bermain Bersama Anak dan Manfaatnya
Menghubungkan Dunia Bermain dengan Kelestarian Alam
Mengenalkan satwa kepada anak juga perlu diikuti dengan pemahaman bahwa setiap satwa memiliki habitat yang harus dijaga. Mengenal harimau, misalnya, bukan hanya mengetahui bentuk dan kebiasaannya, tetapi juga memahami bahwa keberlangsungan hidupnya bergantung pada kelestarian hutan.
Hal ini turut menjadi bagian dari kolaborasi IKEA Indonesia dengan WWF-Indonesia melalui program Soft Toys for Sumatran Tiger untuk mendukung konservasi satwa harimau Sumatera.
Selama periode program hingga 31 Desember 2026, pembelian boneka IKEA tertentu yang berpartisipasi turut mendukung upaya konservasi tersebut.
Melalui pesan “Luangkan Ruang, di rumah untuk bermain, di hutan untuk bertahan”, IKEA menghubungkan dua kebutuhan yang tampak berbeda, tetapi memiliki pesan yang saling melengkapi. Anak membutuhkan ruang untuk bermain dan mengembangkan imajinasi, sementara satwa liar membutuhkan habitat alami agar dapat terus hidup.
Ya, mengenalkan anak pada dunia tidak harus selalu dimulai dari pelajaran formal. Sebuah boneka, gambar, buku aktivitas, atau cerita sederhana dapat menjadi awal percakapan tentang banyak hal.
Yang terpenting, orang tua memberi kesempatan kepada anak untuk bertanya, mencoba, membayangkan, dan menemukan hal-hal baru melalui permainan.
Koleksi ALPTALL tersedia di toko IKEA Indonesia mulai November 2026. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui ikea.co.id dan Instagram @IKEA_id.
(RR)
Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom


