
Ranahrumah.com – TIPS & TRIK | Hampir semua rumah mengalami gangguan jamur. Dan hampir semuanya baru menyadari setelah serangan jamur mencapai tahap serius. Artinya, jamur sudah menampakkan gejala fisik yang dapat dilihat secara kasat mata.
Jamur dapat tumbuh di aneka benda yang terbuat dari bebatuan, kayu, ataupun kain, yang acap digunakan di rumah. Serangan jamur pada benda-benda ini akan mengganggu estetika dan merusak fungsi benda. Jamur juga tumbuh di dinding, lantai, atau plafon rumah. Pada elemen-elemen ini, pertumbuhan jamur yang kronis akan dapat meruntuhkan kekuatan dan membuatnya rusak.
Yang banyak dilakukan orang saat memberantas jamur selama ini, umumnya hanya merupakan tindakan sementara. Karenanya, banyak yang putus asa, serangan jamur datang dan datang lagi.
“Membasmi jamur harus dilakukan dengan mengatasi serangannya dan mencegahnya muncul kembali. Berantas sampai ke akarnya atau sumbernya,” ujar Siswanto, arsitek yang beberapa kali membantu klien-nya mengatasi serangan jamur pada dinding rumah yang dibangunnya. Lebih jauh Siswanto menambahkan, pada kebanyakan orang yang mengalami masalah dindingnya ditumbuhi jamur, melakukan tindakan pengecatan ulang, mengecat dengan cat minyak, menutupinya dengan wallpapper, atau tripleks. Tindakan tersebut hanya sebagai tindakan sementara, karena jamur akan muncul lagi dan tetap tumbuh. Ini terjadi lagi karena sumber masalah tidak dihilangkan atau dihambat.
Baca Juga: Konsep Rumah Open Space Makin Ngetren Saja, Tips Penerapannya!
Baca Juga: 3 Opsi Menciptakan Rumah Idaman: Bangun, Renovasi, atau Perbaiki Saja?
Apa Penyebabnya?
Dari beberapa kasus yang dialami Siswanto, beberapa hal ini bisa menjadi penyebab munculnya jamur.
- Kondisi tanah tempat bangunan didirikan (tanah bekas sawah),
- momen membangun yang salah (saat musim hujan),
- proses membangun yang tak tepat (penyemenan pada waktu yang tak tepat),
- kelembapan udara dalam ruang,
- atau dinding yang banyak terpapar air.
Mengapa hal-hal di atas dikaitkan dengan tumbuhnya jamur? Hal ini dilihat dari sifat pertumbuhan dan perkembangbiakan jamur. Pada daerah lembap dan kurang terpapar oleh cahaya matahari jamur dapat tumbuh subur. Kelembapan pada ruang atau pada elemen bangunan terjadi karena sering terpaparnya objek oleh air dan pengeringannya minimal. Kandungan air yang terjebak cukup lama inilah yang menyebabkan kelembapan dan pertumbuhan jamur yang cepat.
Lebih lanjut Siswanto menuturkan, sebaiknya tanah bekas sawah jangan langsung dibangun bangunan tapi dikeringkan dahulu. Karena air pada tanah sawah dapat menyerap ke rongga-rongga dan menyerap ke dalam dinding.
Dinding yang dibuat saat musim penghujan akan sulit kering, dan jika dilakukan penyemenan di dalam struktur semen terdapat kandungan air yang tinggi dan terjebak. Sehingga kelembapan dinding tinggi, dan berrisiko tumbuhnya jamur. Untuk menghasilkan bangunan dengan ruang-ruang yang tidak lembap, maka mesti meminimalisasi dinding bangunan terpapar air secara langsung dan terus-menerus.
Pentingnya Pengudaraan Ruang
Selain memberi kenyamanan, pengudaraan ruang yang baik juga baik untuk kesehatan. Pengudaraan ruang yang baik akan mengurangi uap air dalam udara yang berlebih dan memperbanyak jumlah oksigen pada ruang.
Selain itu pengudaraan dapat menghindari terbentuknya zat-zat berbahaya yang timbul karena pemakaian material tertentu pada bangunan, misalnya cat, karpet, atau mebel baru (bahan politur) akibat reaksi uap air di udara dengan bahan kimia.

Mengurangi Kelembapan Ruang
Mengurangi kelembapan udara dalam ruang sampai kisaran 30% – 60% adalah kunci terhindar dari tumbuhnya jamur. Kelembapan udara terjadi jika ada uap air yang terikat dan mengendap dalam ruang dalam waktu cukup lama. Berikut beberapa caranya.
- Menghadirkan bukaan di setiap ruang dan membuka jendela minimal 4 kali dalam sehari. Ini dilakukan agar terjadi pertukaran udara dalam ruang dan tak terjadi endapan udara. Pada ruangan-ruangan yang udaranya lembap seperti dapur dan kamar mandi, uap air harus segera dikeluarkan dengan membuka jendela setiap habis menggunakan ruangan tersebut.
Namun. meletakkan jendela sebagai ventilasi (jalan masukkannya cahaya matari dan udara), perlu posisi yang tepat, tidak boleh asal agar tidak mengganggu kenyamanan tinggal. Ada 4 rekomendasi letak jendela paling ideal di rumah. Hal ini mengingat panas yang ditimbulkan oleh radiasi matahari dapat merusak dan menimbulkan rasa tak nyaman.
Baca Juga: Jendela Nako, Desain Paling Sederhana namun Paling Optimal Mengalirkan Udara
- Udara alami sebaiknya mengaliri semua bagian rumah setiap saat, sepanjang hari. Jendela krepyak adalah salah satu bentuk ventilasi agar aliran udara tetap berlangsung meskipun jendela tertutup pada malam hari. Kisi-kisi yang terbuka dapat mengalirkan udara dengan leluasa.
- Menggunakan exhaust fan pada ruang-ruang yang memiliki potensi penghasil uap air di dalam rumah. Exhaust fan dapat menaikkan suhu udara dan mengurangi pengikatan uap air dalam ruang. Arahkan aliran udara dari exhaust fan ke luar rumah. Alirkan udara dari exhaust fan ke attic (ruang di antara plafond an atap). Ini menyebabkan uap air berkumpul di attic dan menjadikan attic tempat ideal bagi jamur untuk berkembang biak, yang pada akhirnya akan merusak plafon dan atap.
Baca Juga: Cara Menghitung Banyaknya Exhaust Fan yang Dibutuhkan di Setiap Ruang
- Memberi perhatian khusus pada karpet yang terletak pada lantai semen. Sebab, karpet bersifat menyerap kelembaban dan menjadikannya media pertumbuhan jamur yang ideal. Tidak menggunakan karpet adalah pilihan yang bijak bagi rumah-rumah yang berada pada daerah dengan tingkat kelembaban tinggi.
Kelembapan udara pada rumah bisa dicegah dengan tindakan preventif yaitu dengan menggunakan material bangunan yang memeliki teknologi water repellent menahan kelembapan, salah satu contohnya semen watershield.
Nah, rumahmu diserang jamur? Segera terapkan cara di atas sebagai solusi. (RR)
Baca Juga: Mengenal Perbedaan antara Air Purifier, Hunidifier, dan Dehumidifier
Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom


