Ecoverse di Nuanu Resmi Beroperasi, Ketika Hunian Dirancang untuk Menjadi Bagian dari Kota

Bagaimana jika tempat tinggal bukan hanya tempat pulang, tetapi juga ruang untuk hidup, bekerja, bersosialisasi, dan menjadi bagian dari sebuah kota? Hunian yang dirancang bukan hanya untuk ditinggali, tetapi untuk menjadi bagian dari kehidupan sebuah kawasan.

Tampak luar Ecoverse Nuanu Bali
Tampak luar Ecoverse di Nuanu Creative City Bali dengan konsep hunian eco-friendly luxury living.

Ranahrumah.com – PROPERTI | 12 Agustus 2026 menjadi babak baru bagi Ecoverse di Nuanu Creative City, Bali. Setelah pembangunan rampung dan ditandai upacara adat Bali Melaspas, pengembangan hunian yang dikembangkan NPG ini resmi memasuki tahap operasional dan mulai menyambut pemilik, penghuni, maupun tamu untuk masa tinggal jangka pendek dan panjang.

Namun, yang menarik dari Ecoverse bukan semata-mata bahwa sebuah proyek hunian telah selesai dibangun. Kehadirannya membawa gagasan tentang bagaimana sebuah kawasan hunian dapat bekerja lebih jauh—menghadirkan tempat tinggal sekaligus layanan, fasilitas, aktivitas, dan koneksi dengan lingkungan di sekitarnya.

Ketika Hunian Menjadi Bagian dari Sebuah Kota

Bayangkan tinggal di sebuah hunian yang tidak berhenti pada empat dinding. Dari tempat tinggal, kamu dapat bekerja, berolahraga, menikmati kuliner, mengikuti aktivitas budaya, bertemu orang lain, hingga mengakses berbagai fasilitas tanpa harus selalu meninggalkan kawasan.

Inilah pendekatan yang dibawa Ecoverse melalui integrasinya dengan Nuanu Creative City. Hunian modern dipadukan dengan layanan hospitality yang dikelola secara profesional, sekaligus memberikan akses ke berbagai fasilitas dan aktivitas yang tersedia di dalam kawasan.

Bagi Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City, keberhasilan sebuah pengembangan pada akhirnya tidak hanya dapat dilihat dari masterplan atau tampilan fisiknya. Yang lebih penting adalah bagaimana kawasan tersebut berfungsi ketika orang benar-benar mulai tinggal di dalamnya.

“Pada akhirnya, sebuah kota tidak dinilai dari bagaimana tampilannya di atas masterplan, tetapi dari seberapa baik kawasan tersebut berfungsi ketika orang mulai tinggal di dalamnya,” ujarnya.

Karena itu, Ecoverse menjadi bagian penting dari perjalanan Nuanu menuju visi yang lebih besar: menciptakan lingkungan tempat orang tidak hanya tinggal, tetapi juga dapat menetap, berpartisipasi, membangun hubungan, dan merasa menjadi bagian dari sesuatu yang terus berkembang.

Gagasan inilah yang menarik. Sebab, sebuah kawasan baru benar-benar dapat disebut hidup ketika penghuninya tidak hanya menempati bangunan, tetapi mulai membentuk kehidupan di dalamnya.

Baca Juga: Nuanu di Tahun 2027 Jadi Kota Kreatif Bertenaga Listrik Pertama di Bali

Area kolam renang komunal Ecoverse Nuanu Bali.

Eco-Friendly Luxury Living dalam 51 Unit Hunian

Mengusung konsep eco-friendly luxury living, Ecoverse memadukan arsitektur kontemporer dengan prinsip keberlanjutan dan teknologi untuk mendukung kehidupan sehari-hari.

Pengembangannya terdiri atas 51 unit hunian, dengan pilihan yang cukup beragam, yaitu 29 suite, 6 apartemen dengan pilihan satu dan dua kamar tidur, serta 16 townhouse dengan pilihan dua, tiga, dan empat kamar tidur.

Seluruh unit diserahkan dalam kondisi fully furnished, sehingga pemilik maupun penghuni dapat langsung menggunakannya tanpa perlu memulai dari tahap melengkapi interior.

Namun, konsep keberlanjutan Ecoverse tidak berhenti pada tampilan arsitektur. Di balik hunian terdapat sistem engineering dan utilitas terpusat, teknologi smart home, sistem pemanenan air hujan, pengolahan air limbah, penyaringan air minum, serta sistem pengelolaan dan daur ulang sampah yang terintegrasi.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa luxury living yang ditawarkan Ecoverse tidak hanya diterjemahkan melalui tampilan atau fasilitas, tetapi juga melalui bagaimana sebuah hunian bekerja sehari-hari dengan lebih efisien.

Bukan Sekadar Memiliki Hunian

Ada perubahan menarik dalam cara sebuah properti diposisikan. Ketika pemilik membeli atau menyewa hunian di kawasan seperti Ecoverse, yang ditawarkan bukan hanya unit, tetapi juga ekosistem yang berada di sekelilingnya.

Ecoverse menggunakan skema hak sewa selama 25 tahun, dengan jaminan struktur bangunan selama masa sewa serta hak prioritas yang dijamin untuk memperpanjang masa sewa selama 30 tahun berikutnya.

Bagi pemilik, pilihan pemanfaatannya pun fleksibel. Unit dapat digunakan secara pribadi atau dimasukkan ke dalam program rental yang dikelola secara profesional oleh OXO Hospitality Management. Artinya, pemilik tidak harus menangani sendiri berbagai pekerjaan operasional ketika unit digunakan sebagai properti rental.

Baca Juga: Nuanu Luncurkan Peluang Investasi Eksklusif untuk Komersial dan Residensial di Bali

Ketika Hospitality Masuk ke Dalam Hunian

Di sinilah peran OXO menjadi bagian penting dari konsep Ecoverse.

OXO Hospitality Management menangani pemeliharaan properti, housekeeping, layanan penghuni, komunikasi dengan tamu, hingga pengelolaan masa tinggal jangka pendek maupun jangka panjang.

Diana Akchurina, CEO OXO Hospitality Management, melihat kebutuhan tersebut sebagai sesuatu yang berbeda dari sekadar pengalaman menginap di hotel.

Menurutnya, orang datang ke Bali dengan berbagai tujuan dan durasi tinggal—beberapa hari, satu minggu, bahkan satu bulan. Karena itu, Ecoverse dirancang untuk memberikan pengalaman tinggal yang lebih relevan dengan kebutuhan tersebut.

“Perbedaannya terletak pada detail: bagaimana tamu disambut, seberapa cepat tim merespons, bagaimana setiap hunian dirawat, serta bagaimana ritual kebugaran dan layanan berstandar hotel tetap konsisten pada hari ke-30 seperti halnya pada hari pertama,” jelas Diana.

Dengan pendekatan ini, batas antara hunian dan hospitality menjadi semakin cair. Sebuah rumah dapat memberikan privasi dan rasa memiliki, sementara layanan profesional membantu memastikan pengalaman tinggal tetap terkelola.

Selanjutnya: Fasilitas yang Membuat Kawasan Lebih Mudah Dihuni (Halaman 2)