Timbal di Rumah: Ancaman Sunyi dari Cat, Plastik, hingga Peralatan Masak

Timbal bukan hanya isu industri. Zat berbahaya ini bisa hadir di dalam rumah—dari cat dinding hingga peralatan sehari-hari—tanpa kita sadari.

bahaya timbal pada cat yang mengelupas
Debu yang dihasilkan dari cat dinding yang mengelupas berpotensi menjadi sumber paparan zat timbal yang membahayakan kesehatan. (Foto: Seedsheets)

Ranahrumah.com – PRODUK [MATERIAL] | Timbal adalah logam berat yang sejak lama digunakan dalam berbagai industri karena sifatnya yang stabil dan tahan korosi.

Namun di balik keunggulannya, tersimpan risiko besar bagi kesehatan.

Menurut Prof. Yuni Krisyuningsih Krisnandi, Ahli Kimia dan Guru Besar Departemen Kimia FMIPA Universitas Indonesia, timbal tidak memiliki fungsi apa pun bagi tubuh manusia. Sebaliknya, zat ini justru dapat terakumulasi dan merusak berbagai organ penting.

Baca Juga: Saatnya Memulai Gaya Hidup Sehat di Rumah, Ini Caranya!

Bagaimana Timbal Masuk ke Tubuh?

Timbal bisa masuk ke tubuh secara tidak sengaja melalui ingesti (tertelan) ataupun terhirup. Setelah itu, timbal akan diserap ke dalam aliran darah dan dapat terdistribusi ke berbagai organ, termasuk tulang, ginjal, dan sistem saraf.

Paparan timbal bisa terjadi melalui:

  • Debu yang terhirup
  • Makanan atau tangan yang terkontaminasi
  • Partikel dari cat atau material yang rusak

Yang berbahaya, paparan ini terjadi sedikit demi sedikit, tetapi terus menerus.

Baca Juga: Cat Mengelupas Bisa Jadi Ancaman Kesehatan yang Tak Terlihat

Dampak Kesehatan yang Serius

Dampak paparan timbal paling serius terjadi pada anak-anak.

Dokter spesialis anak, dr. Reza Fahlevi, menjelaskan bahwa paparan timbal—even dalam kadar rendah—dapat mengganggu perkembangan otak anak. Efek timbal bersifat jangka panjang:

Pada anak-anak:

  • Gangguan perkembangan otak
  • Penurunan IQ
  • Masalah perilaku

Pada orang dewasa:

  • Penyakit ginjal
  • Hipertensi
  • Gangguan jantung

Pada ibu hamil:

  • Risiko keguguran
  • Kelahiran prematur
  • Berat bayi rendah

Sumber Timbal di Rumah

Adjie Negara, arsitek dan urban desainer dari KIND Architects, mengatakan, di dalam ruang kita menghabiskan hampir 90% waktu setiap hari—dan potensi paparan zat berbahaya bisa datang dari hal yang terlihat sepele. Salah satunya penggunaan material yang tidak aman.

Padahal, terkait hal ini, ada 2 kriteria yang harus dipenuhi untuk tercapainya Rumah Sehat, yang mengacu pada ketentuan Green Building, yaitu pemakaian Sumber Daya Material dan Siklus/ Sumber Daya Material dan Siklus (MRC) Kesehatan dan Kenyamanan Dalam Ruangan/Indoor Health and Comfort (IHC)

Beberapa sumber paparan zat berbahaya yang sering ditemukan di rumah:

  • Cat dekoratif lama
  • Debu dari bangunan tua
  • Plastik sekali pakai yang digunakan ulang
  • Peralatan masak rusak
  • Lingkungan sekitar yang terkontaminasi

Baca Juga: Atasi Polusi Udara Mulai dari Rumah: Ini Dia 6 Pemivcu dan Sumbernya

Baca Juga: 3 Aspek Utama Mewujudkan Rumah Sehat yang Nyaman dan Estetis

Standar Aman yang Berlaku

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan batas aman kandungan timbal dalam cat di bawah 90 ppm.

Di Indonesia, hal ini diatur dalam:

SNI 8011:2014 yang mengatur tentang “Cat dekoratif berbasis pelarut organik” Standar ini menetapkan persyaratan mutu, pengambilan contoh, metode uji, penandaan, dan cara pengemasan untuk cat dekoratif berbasis pelarut organik.

Salah satu batasan penting dalam standar ini (sesuai standar teknis terkait) adalah mengatur kandungan timbal dalam cat agar tidak melebihi ambang batas tertentu untuk keamanan konsumen.

SNI 8011:2014 telah direvisi oleh SNI 8011:2022 yang diluncurkan pada Mei 2022 untuk memperbarui persyaratan mutu.

Standar ini mengatur batas kandungan timbal pada cat dekoratif, meskipun penerapannya masih bersifat sukarela.

Baca Juga: Kenali 5 Area Rawan Kecelakaan di Rumah

Fakta yang Perlu Diwaspadai

  • 1 dari 7 anak di Indonesia memiliki kadar timbal tinggi dalam darah
  • 44,8% rumah masih menggunakan cat bertimbal (Studi Bank Dunia, 2023)

Artinya, risiko ini nyata dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Langkah Pencegahan

Menurut dr. Reza Fahlevi, pencegahan terbaik adalah mengurangi paparan sejak awal.

Langkah sederhana yang bisa dilakukan:

  • Gunakan material berlabel aman (lead-free)
  • Ganti cat lama yang rusak
  • Hindari penggunaan ulang plastik
  • Periksa peralatan rumah tangga secara rutin
  • Cukupi hidrasi untuk membantu proses detoks alami tubuh

Timbal adalah ancaman yang tidak terlihat, tetapi dampaknya nyata.

Kesadaran menjadi kunci.

Karena rumah yang sehat bukan hanya tentang desain yang indah—tetapi juga tentang apa yang tidak terlihat di dalamnya. (RR)

Baca Juga: Kenali Produk Peralatan Masak Anti Lengket: Cara Merawat agar Awet!

Baca Juga: Mengenal Teknologi dalam Cat Tembok yang Bisa Menetralkan Udara Buruk di Rumah

Cek berita dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom