1.000 Pohon Lokal Ditanam di Nuanu Bali, Apa Manfaatnya bagi Lingkungan dan Pengunjung?

Kawasan kreatif bukan hanya soal bangunan baru, ruang komersial, atau destinasi wisata. Di Bali, sebuah pengembangan kawasan justru memilih memulai pertumbuhan dengan menanam lebih banyak pohon. Nuanu Creative City menjalankan inisiatif penanaman 1.000 pohon lokal di berbagai titik kawasan sebagai bagian dari upaya menghadirkan lingkungan yang lebih hijau, nyaman, sekaligus menjaga biodiversitas Bali.

Kegiatan Nuanu Bali menanam 1.000 pohon
Nuanu Bali menanam pohon lokal di berbagai area publik dan dekat aktivitas komunitas. Tidak hanya mempercantik lanskap, tetapi juga membantu menciptakan ruang yang lebih teduh, nyaman, serta mendukung keseimbangan lingkungan. (Foto: Nuanu Bali)

Ranahrumah.com – TREN | Saat banyak kawasan berkembang identik dengan berkurangnya ruang hijau, Nuanu mengambil pendekatan berbeda. Melalui program penanaman 1.000 pohon lokal, kawasan seluas 44 hektare ini ingin memastikan pertumbuhan fisik berjalan seiring dengan pemulihan ekologi.

Pohon-pohon akan ditanam di berbagai area publik seperti taman, ruang komunal, pinggir jalan, area pura, hingga titik-titik yang dekat dengan aktivitas komunitas. Kehadiran vegetasi lokal ini tidak hanya mempercantik lanskap, tetapi juga membantu menciptakan ruang yang lebih teduh, nyaman, serta mendukung keseimbangan lingkungan.

Bagi pengunjung maupun masyarakat sekitar, manfaatnya dapat terasa dalam bentuk ruang publik yang lebih rindang, kualitas udara yang lebih baik, serta pengalaman berinteraksi dengan alam yang lebih dekat dalam keseharian.

Baca Juga: Tahun 2027 Nuanu Jadi Kota Kreatif Bertenaga Listrik Pertama di Bali

Bukan Sekadar Menanam Pohon, tetapi Menjaga Ekosistem

Program ini dijalankan melalui kolaborasi antara Magic Garden, Nuanu Social Fund, dan Kebun Raya Eka Karya Bali. Kehadiran Kebun Raya Eka Karya Bali menjadi penting karena memastikan spesies yang ditanam relevan dengan kondisi ekologis Bali serta mendukung pelestarian biodiversitas lokal.

CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, menjelaskan bahwa pendekatan pengembangan kawasan di Nuanu tidak hanya diukur dari jumlah bangunan maupun pengunjung, tetapi juga dari kondisi lingkungan yang tetap sehat. Ia menyebut, ketika kawasan selesai berkembang nantinya, jumlah pohon di Nuanu ditargetkan justru lebih banyak dibanding sebelum pembangunan dimulai.

Menurut Lev, penanaman pohon dipandang sebagai bagian dari cara Nuanu menjaga alam Bali sekaligus memberi ruang agar kekayaan lingkungan dan budaya lokal dapat terus bertumbuh bersama perkembangan kawasan.

Kegiatan penanaman 1.000 pohon lokal di kawasan Nuanu Bali untuk memperkuat ruang hijau dan biodiversitas. (Foto: Nuanu Bali)

Ruang Hijau yang Bisa Dinikmati Bersama

Yang menarik, program ini juga melibatkan komunitas, media, pegiat lingkungan, serta para undangan untuk ikut menanam pohon secara langsung. Setiap peserta bahkan dapat menempatkan penanda pada pohon yang ditanam.

Pendekatan partisipatif ini memberi pengalaman yang lebih personal: orang tidak hanya melihat ruang hijau sebagai dekorasi, tetapi menjadi bagian dari proses tumbuhnya.

Head of Nuanu Social Fund, Auditya Sari, menilai bahwa tanggung jawab terhadap lingkungan perlu hadir melalui tindakan nyata yang dilakukan secara konsisten. Ia menambahkan, keterlibatan komunitas diharapkan membangun rasa memiliki dan kepedulian bersama terhadap lingkungan.

Baca Juga: 3 Tren yang Pengaruhi Lanskap Pasar Properti di Bali

Apa Dampaknya bagi Kehidupan Sehari-hari?

Di tengah meningkatnya suhu perkotaan dan berkurangnya ruang terbuka hijau, keberadaan pohon lokal sebenarnya memberi manfaat yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari menciptakan area yang lebih teduh, membantu menjaga kualitas udara, menjadi habitat biodiversitas lokal, hingga menghadirkan ruang publik yang lebih nyaman untuk berjalan, berkumpul, atau sekadar menikmati suasana.

Assistant Manager of Horticulture Sub-Holding Bali Botanical Garden & Purwodadi Botanical Garden, Hadhiyyah N. Cahyono, melihat kolaborasi ini sebagai contoh bagaimana pembangunan jangka panjang dapat tetap menempatkan lingkungan sebagai elemen utama, bukan sekadar pelengkap.

Melalui inisiatif penanaman 1.000 pohon lokal ini, Nuanu mencoba menunjukkan bahwa pembangunan kawasan kreatif tidak selalu harus berjalan dengan mengurangi alam. Sebaliknya, ruang hidup dapat tumbuh bersama ekosistem yang dijaga dan dipulihkan secara berkelanjutan. (RR)

Baca Juga: Vila Ikonik di Bali Berkonsep Neo Luxury dari Oxo Group Indonesia

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom(RR)