Cat Mengelupas di Rumah? Bisa Jadi Itu Ancaman yang Tak Terlihat

Pernah melihat cat dinding rumah mulai mengelupas lalu menganggapnya sekadar masalah estetika? Hati-hati. Bisa jadi itu bukan hanya soal tampilan, tetapi juga ancaman kesehatan yang diam-diam hadir di dalam rumah.

Contoh cat dinding mengelupas
Cat dinding mengelupas di rumah berpotensi mengandung timbal, bisa menjadi ancaman kesehatan. (Foto: IST)

Ranahrumah.com – KESEHATAN | Kita sering berpikir bahwa rumah adalah tempat paling aman. Padahal, tanpa disadari, justru di dalam ruang inilah kita menghabiskan hampir 90% waktu setiap hari—dan potensi paparan zat berbahaya bisa datang dari hal yang terlihat sepele.

Salah satunya: material bangunan.

Arsitek dan Urban Designer dari KIND Architects, Adjie Negara, mengingatkan bahwa ruang bukan sekadar tempat beraktivitas, tetapi juga fondasi kesehatan jangka panjang.

Ia menekankan bahwa pembangunan dan renovasi saat ini seharusnya tidak hanya mengejar estetika, tetapi juga memastikan material yang digunakan aman bagi penghuni. Menurutnya, pemilihan material adalah bagian dari tanggung jawab profesional sekaligus upaya menciptakan lingkungan hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan.

“Setiap ruang yang dibangun harus mendukung kesehatan, bukan justru menjadi sumber risiko,” kurang lebih demikian pesan yang ia sampaikan dalam diskusi media yang diselenggarakan oleh Forum NGOBRAS di ABETO, Menteng, Jakarta (8/4).

Bahaya yang Sering Tak Terlihat: Timbal

Salah satu ancaman terbesar datang dari timbal (lead)—logam berat yang masih ditemukan pada berbagai material bangunan, terutama cat lama.

Masalahnya, timbal tidak langsung terasa dampaknya.

Apa itu timbal dan bahaya di rumah? Timbal (lead) merupakan unsur logam yang secara alami terdapat di lingkungan maupun material yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. “Timbal dikenal sebagai salah satu logam berat yang penggunaannya cukup luas di berbagai sektor industri karena sifatnya yang stabil, mudah dibentuk, dan tahan terhadap korosi,” ujar Prof. Dr. Yuni Krisyuningsih Krisnandi, M.Sc.

Ahli Kimia dan Guru Besar Departemen Kimia FMIPA Universitas Indonesia ini pun lantas menjelaskan, bahwa timbal bisa masuk ke tubuh melalui udara atau tertelan, lalu terakumulasi di dalam tubuh dan merusak organ secara perlahan.

Lebih lanjut dipaparkannya, Laporan Surveilans Nasional yang menemukan bahwa 1 dari 7 anak di Indonesia memiliki kadar timbal dalam darah di atas 5 µg/dL, berdasarkan pemantauan di enam provinsi, yaitu Sumatra Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Cat yang mengelupas merupakan salah satu faktor risiko paparan timbal di tingkat rumah tangga.

“Cat sebenarnya tidak berbahaya. Namun, kadar timbal yang tinggi dapat meningkatkan risiko kesehatan jangka panjang,” tambahnya.

Prof. Yuni mengingatkan bahwa timbal bisa berubah menjadi partikel yang mudah terhirup, utamanya ketika cat mulai rusak atau mengelupas. Artinya, debu halus di rumah bisa menjadi sumber bahaya.

Timbal bisa masuk ke tubuh secara tidak sengaja melalui ingesti (tertelan) ataupun terhirup. Setelah itu, timbal akan diserap ke dalam aliran darah dan dapat terdistribusi ke berbagai organ, termasuk tulang, ginjal, dan sistem saraf. Paparan timbal, bahkan dalam kadar rendah, dapat merusak berbagai sistem organ tubuh.

Baca Juga: Mengenal Teknologi pada Cata Tembok yang Bisa Menetrakan Udara Buruk di Rumah

(Ki-Ka) Dokter Reza Fahlevi, Prof. Dr. Yuni Krisyuningsih Krisnandi, M.Sc, dan arsitek Adjie Negara membahas penciptaan rumah sehat dengan pemilihan matreial aman bebas timbal dan zat berbahaya. (Foto: Erly/Ranahrumah.com)

Anak-anak adalah Kelompok Paling Rentan

Dampak paparan timbal paling serius terjadi pada anak-anak.

Dokter spesialis anak, dr. Reza Fahlevi, menjelaskan bahwa paparan timbal—even dalam kadar rendah—dapat mengganggu perkembangan otak anak.

Efeknya tidak main-main:

  • Penurunan kemampuan kognitif
  • Sulit fokus
  • Gangguan perilaku
  • Prestasi belajar menurun

Pada orang dewasa, timbal berkaitan dengan penyakit ginjal, hipertensi, hingga gangguan jantung. Sementara pada ibu hamil, risiko bisa menjangkau janin karena timbal dapat menembus plasenta.

Paparan timbal umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba dalam jumlah besar, melainkan secara bertahap dalam kadar kecil tapi berulang dari berbagai sumber di lingkungan sekitar. Misalnya dari debu rumah, serpihan cat lama, tanah yang terkontaminasi, atau material tertentu di lingkungan hunian dan fasilitas publik.

“Karena sifatnya yang akumulatif, paparan jangka panjang meskipun dalam kadar rendah tetap dapat berdampak terhadap kesehatan tubuh,” imbuh dr. Reza.

Bukan Hanya Cat Mengandung Timbal: Ini Sumber Lain di Rumah

Yang sering tidak disadari, timbal tidak hanya ada di cat dinding.

Beberapa sumber lain yang perlu diwaspadai:

  • Peralatan masak anti lengket berkualitas rendah yang sudah tergores
  • Plastik bekas kemasan yang digunakan ulang
  • Debu rumah dari material lama
  • Bahan pembersih tertentu yang mengandung zat kimia berbahaya

Menurut Prof. Yuni, banyak bahan rumah tangga yang sebenarnya tidak dirancang untuk penggunaan jangka panjang, tetapi tetap digunakan berulang kali tanpa disadari risikonya.

Memahami sumber paparan timbal di rumah menjadi langkah awal untuk melindungi keluarga dari risiko jangka panjang yang sering tak disadari.

Baca Juga: Arti Kode Segitiga dan Angka pada Wadah Plastik: Mana yang Aman?

Baca Juga: 5 Bahan Beracun Berbahaya di Rumah Penyebab Indoor Pollution yang Wajib Diwaspadai

Rumah Sehat Tidak Harus Mewah

Adjie Negara juga mengingatkan bahwa menciptakan rumah sehat tidak selalu soal luas atau mahalnya material.

Hal sederhana justru sangat berpengaruh:

  • Tidak menumpuk barang
  • Memilih furnitur sesuai ruang
  • Menjaga ventilasi udara
  • Rutin memeriksa kondisi rumah

Rumah kecil pun bisa tetap sehat selama dikelola dengan baik.

Baca Juga: Amankah Menggunakan Furnitur Plastik di Kamar Anak?

Gunakan Material Aman: Mulai dari Hal Sederhana

Paparan timbal terjadi perlahan, dalam jangka panjang, dan sering tanpa gejala awal. Karena itu, langkah paling penting adalah pencegahan:

  • Gunakan cat bebas timbal
  • Periksa kondisi dinding secara berkala
  • Hindari penggunaan ulang plastik yang tidak aman
  • Ganti peralatan rumah tangga yang sudah rusak

Seperti diingatkan para ahli, rumah seharusnya menjadi tempat pulang yang menenangkan—bukan sumber risiko yang tersembunyi. (RR)

Baca Juga: Mengenal Warna Natrasit: Pilihan Populer untuk Desain Interior Rumah

Baca Juga: Mengenal Semen Watershield: Cara Preventif Mencegah Kelembapan di Rumah

Cek berita dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom