
Bentuk Tubuh Ikut Menentukan Bantal yang Cocok
Tidak ada satu jenis bantal yang otomatis cocok untuk semua orang.
Lebar bahu, bentuk tubuh, posisi tidur, hingga preferensi terhadap tingkat kekerasan bantal dapat memengaruhi pilihan. Orang yang sering tidur menyamping, misalnya, umumnya membutuhkan dukungan berbeda dibandingkan mereka yang lebih sering tidur telentang.
Itulah sebabnya pengalaman seseorang dengan sebuah bantal belum tentu bisa dijadikan patokan untuk orang lain.
Bantal yang terasa “pas banget” bagi pasangan atau teman belum tentu memberikan dukungan yang sama ketika digunakan sendiri.
Tubuhlah yang menjadi penentu akhirnya.
Mengenal Material Bantal Sebelum Membeli
Selain bentuk dan ketinggian, material juga memengaruhi karakter sebuah bantal. Ada material alami maupun sintetis, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya.
Kapuk dan Kapas
Kapuk dan kapas termasuk material pengisi bantal yang sudah lama digunakan.
Karakter alaminya membuat material ini terasa familiar dan cukup mudah dibentuk. Namun, pengisi berbasis serat alami juga dapat berubah kepadatan seiring penggunaan dan perlu mendapatkan perhatian lebih dalam hal kebersihan serta kelembapan.
Karena itu, perawatan dan kondisi bantal perlu diperhatikan agar tidak menjadi tempat berkumpulnya debu maupun alergen.
Bulu Angsa
Bantal berbahan bulu angsa dikenal karena sensasinya yang ringan, lembut, dan mudah mengembang kembali.
Dalam produk down dan feather, kualitas dan karakter bantal dipengaruhi oleh komposisi serta jenis bulu yang digunakan. Down merupakan bagian bulu yang sangat halus dan ringan, sementara feather memiliki struktur batang bulu sehingga karakter dukungannya berbeda.
Semakin tinggi kualitas dan komposisi down, biasanya semakin tinggi pula harga bantal.
Dakron atau Serat Poliester
Dakron merupakan material sintetis yang banyak digunakan sebagai pengisi bantal.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan bukan hanya materialnya, tetapi bagaimana serat tersebut ditempatkan di dalam bantal. Pengisi yang mudah bergeser atau menggumpal dapat membuat ketebalan bantal berubah sehingga dukungannya tidak lagi merata.
Saat memilih, coba tekan dan raba permukaannya. Bantal yang baik seharusnya terasa relatif merata, tanpa gumpalan yang mengganggu.
Lateks
Lateks berasal dari karet dan tersedia dalam berbagai formulasi, termasuk lateks natural maupun campuran dengan material sintetis.
Karakter lateks umumnya lebih elastis dan memiliki daya dukung yang baik. Banyak bantal lateks juga dibuat dengan lubang-lubang pada materialnya untuk membantu mengatur karakter bantalan dan sirkulasi udara.
Bagi yang menyukai bantal dengan dukungan lebih responsif dan tidak mudah kehilangan bentuk, lateks bisa menjadi salah satu pilihan.
Baca Juga: Mengenal Kasur Lateks, Harganya Lebih Mahal: Benarkah Lebih Unggul dari Kasur Pegas?
Memory Foam
Memory foam merupakan jenis busa yang dirancang untuk merespons tekanan tubuh dan perlahan kembali ke bentuk semula.
Karakter ini membuat material mampu mengikuti kontur kepala dan leher. Sensasinya berbeda dari bantal berisi serat karena dukungannya lebih “membentuk” mengikuti tekanan tubuh.
Namun, karakter memory foam juga membuat pilihan perlu disesuaikan dengan preferensi masing-masing. Ada orang yang menyukai sensasi membentuk tersebut, sementara yang lain lebih menyukai bantal yang terasa ringan dan mudah berubah bentuk.
Karakter panas juga dapat berbeda tergantung formulasi foam, desain bantal, dan konstruksi penutupnya. Jadi, jangan hanya melihat nama materialnya—perhatikan pula desain keseluruhan bantal.
Selanjutnya: Cara Memilih Bantal yang Tepat (Halaman 3)


