Ranahrumah.com – PROFIL | Ingvar Kamprad lahir pada tahun 1926 di Älmhult, Småland, sebuah daerah yang dikenal dengan kehidupan sederhana dan kebiasaan memanfaatkan apa yang ada sebaik mungkin.
Nilai-nilai itu membentuk cara pandangnya sejak kecil, berusaha efektif, cermat dan hemat, dan selalu mencari solusi yang lebih baik.
Ketertarikannya pada usaha dagang dimulai ketika ia masih sangat muda, dari menjual korek api, kartu ucapan, hingga majalah kepada keluarga dan tetangga, banyak di antaranya terinspirasi dari waktu yang ia habiskan di toko kakeknya.
Baca Juga: Furnitur Desain Ikonik Tahun 60-an dari IKEA
Konsep Flatpack
Pada 1943, di usia 17 tahun, Ingvar mendirikan IKEA sebagai usaha pemesanan via pos, menjual berbagai barang kecil sambil mempelajari cara membeli dan mendistribusikan produk dengan efisien. Beberapa tahun kemudian, ia mulai fokus pada perabot rumah tangga dan melihat peluang untuk membuatnya lebih terjangkau bagi lebih banyak orang.
Untuk mewujudkan itu, ia mempersingkat rantai distribusi, bekerja langsung dengan produsen, dan memperkenalkan cara-cara baru dalam memajang serta mengirim produk, termasuk konsep flatpack yang kemudian menjadi identitas IKEA.
Ketika pertumbuhan ekonomi di Swedia meningkat, IKEA berkembang pesat. Showroom pertama dibuka di Älmhult pada 1958, disusul toko flagship di Kungens Kurva pada 1965 yang kemudian menjadi salah satu toko paling ikonik IKEA di dunia. Dari sana, ekspansi internasional dimulai dan ribuan co-worker bergabung dalam perjalanan ini.
The Testament of a Furniture Dealer
Agar nilai-nilai IKEA tetap terjaga, pada 1976 Ingvar menuliskan The Testament of a Furniture Dealer, yang merangkum prinsip dasar IKEA seperti kesederhanaan, tanggung jawab, serta keberanian untuk mencoba hal baru. Ia percaya bahwa kemajuan hanya dapat tercapai jika orang tidak takut melakukan kesalahan selama mau belajar darinya.
Untuk menjamin keberlanjutan jangka panjang, pada 1982 Ingvar membangun struktur yayasan yang menjaga independensi IKEA dan memastikan keuntungan kembali diinvestasikan untuk mengembangkan perusahaan dan mendukung inisiatif sosial.
Baca Juga: Formula untuk Tidur By IKEA: 7 Tips Tidur Malam yang Berkualitas dan Lebih Baik
Democratic Design
Ia meyakini bahwa IKEA ada untuk banyak orang, dan keberhasilan harus memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.
Setelah istrinya wafat pada 2011, Ingvar, pendiri IKEA, kembali ke Älmhult dan tetap menjadi sumber inspirasi bagi banyak co-worker hingga akhir hayatnya pada 2018.
Cara pandangnya hidup melalui komitmen IKEA terhadap Democratic Design, yang menyeimbangkan bentuk, fungsi, kualitas, keberlanjutan, dan harga agar lebih banyak orang dapat menikmati kehidupan sehari-hari yang lebih baik di rumah. (RR)
Baca Juga: IKEA Perkuat Komitmen Keberlanjutan Lewat Kopi
Cek berita properti, ulasan inspiratif ranahnya rumah, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom



