Building Tomorrow: Ketika Keberlanjutan Menjadi Arah Baru Pengembangan Properti

Pertumbuhan kota menuntut lebih dari sekadar pembangunan fisik—keberlanjutan dan kualitas hidup kini menjadi kunci masa depan properti.

Suasana 23 Pascal Bandung Iextention INPP
Atrium mal 23 Pascal Bandung Extention , mal dengan desain biophlic, tanaman gantung dan pencahayaan alami yang mencerminkan "Building Tomorrow" arsitektur berkelanjutan masa depan. (Sumber Foto: Paradise Indonesia)

Ranahrumah.com – PROPERTI | Kota-kota hari ini tumbuh dengan kecepatan yang nyaris tak memberi jeda. Jalanan semakin padat, gedung-gedung menjulang dalam waktu singkat, dan kehidupan bergerak dalam ritme yang semakin cepat. Namun di tengah pertumbuhan itu, muncul pertanyaan yang semakin relevan: apakah kota benar-benar menjadi tempat yang lebih baik untuk ditinggali?

Lebih dari sekadar ruang untuk beraktivitas, kota seharusnya menjadi ruang untuk hidup—tempat manusia merasa terhubung, nyaman, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Fenomena ini bukan sekadar perasaan—data pun menunjukkan arah yang sama.

Data BPS menunjukkan bahwa lebih dari separuh populasi Indonesia kini tinggal di kawasan urban. Angka ini diproyeksikan akan terus meningkat, dengan lebih dari 70% populasi diperkirakan tinggal di kawasan urban pada tahun 2045—sebuah momen yang juga menandai satu abad perjalanan Indonesia.

Pertumbuhan ini bukan hanya soal jumlah, tetapi juga tentang bagaimana ruang-ruang di dalamnya dirancang untuk menjawab kebutuhan manusia modern.

Ketika Kota Bertumbuh, Apa yang Berubah?

Urbanisasi membawa peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan tekanan yang tidak kecil terhadap lingkungan dan kualitas hidup. Kepadatan, keterbatasan ruang terbuka, hingga berkurangnya interaksi sosial menjadi isu yang semakin nyata di kota-kota besar.

Dalam konteks ini, pembangunan properti tidak lagi bisa dilihat sebagai aktivitas membangun fisik semata. Setiap proyek kini memiliki peran yang lebih luas—membentuk cara manusia hidup, berinteraksi, bahkan merasakan kota itu sendiri.

Di sinilah muncul pergeseran penting: dari pembangunan yang berorientasi pada fungsi, menuju pembangunan yang berorientasi pada pengalaman dan keberlanjutan.

Dalam kerangka Building Tomorrow, pusat perbelanjaan bukan hanya tempat transaksi, melainkan ruang interaksi dan rekreasi. (Foto: Paradise Indonesia)

Dari Fungsi ke Pengalaman: Perubahan Cara Pandang terhadap Properti

Dahulu, properti identik dengan lokasi strategis dan fungsi yang jelas—hunian, komersial, atau perhotelan. Namun hari ini, batas-batas tersebut mulai melebur.

Hunian tidak lagi sekadar tempat tinggal, tetapi juga ruang untuk bekerja, bersosialisasi, dan beristirahat. Pusat perbelanjaan bukan hanya tempat transaksi, melainkan ruang interaksi dan rekreasi. Hotel pun berkembang menjadi bagian dari gaya hidup.

Pemikiran ini sejalan dengan pendekatan yang diperkenalkan oleh Jan Gehl (Human-Centered City) yang menekankan bahwa kota yang baik harus dirancang dari perspektif manusia—bagaimana ruang digunakan, dirasakan, dan dihidupi.

Dalam konteks tersebut, pengalaman menjadi kunci. Ruang yang baik bukan hanya terlihat menarik, tetapi mampu menciptakan keterikatan emosional bagi penggunanya.

Keberlanjutan sebagai Strategi, Bukan Sekadar Konsep

Seiring dengan perubahan tersebut, konsep Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi semakin relevan dalam industri properti. Namun yang menarik, ESG kini tidak lagi dipandang sebagai kewajiban semata, melainkan sebagai strategi jangka panjang.

ESG bukan tren, tapi filter masa depan properti

Bangunan dan sektor properti diketahui menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap konsumsi energi dan emisi karbon global. Hal ini mendorong pengembang untuk berpikir lebih jauh: bagaimana menciptakan ruang yang tidak hanya efisien secara energi, tetapi juga mendukung kehidupan sosial dan menjaga keseimbangan lingkungan.

Pendekatan ini juga sejalan dengan pemikiran Ken Yeang (tokoh arsitektur ekologis), yang menekankan bahwa arsitektur seharusnya tidak memisahkan manusia dari alam, melainkan mengintegrasikannya dalam satu ekosistem yang berkelanjutan.

Dalam praktiknya, ESG mencakup lebih dari sekadar elemen hijau. Ia mencakup bagaimana sebuah ruang:

  • Mengurangi dampak lingkungan
  • Mendorong interaksi sosial
  • Dikelola secara bertanggung jawab

Dengan kata lain, ESG menjadi fondasi dalam membangun masa depan kota.

Ketika keberlanjutan dan pengalaman menjadi fokus, muncul kebutuhan akan pendekatan baru dalam pengembangan properti—yang tidak lagi terfragmentasi, tetapi terintegrasi.

Konsep mixed-use development menjadi salah satu jawabannya. Dengan menggabungkan fungsi hunian, komersial, dan rekreasi dalam satu kawasan, model ini menciptakan efisiensi sekaligus memperkaya pengalaman hidup masyarakat urban.

Lebih dari itu, pendekatan ini membuka peluang terbentuknya komunitas yang lebih hidup. Ruang-ruang komunal, area terbuka hijau, hingga fasilitas bersama menjadi elemen penting yang menghidupkan interaksi antarindividu. Kota tidak lagi sekadar tempat tinggal, tetapi menjadi ekosistem yang dinamis.

Dalam konteks inilah, peran pengembang menjadi semakin strategis.

Baca Juga: Pengguna Real Estate Komersial di Asia Pasifik Inginkan Bangunan Bersertifikasi Hijau

Baca Juga: Tolok Ukur Menilai Bangunan Hijau Menurut GBCI

Paradise Indonesia dan Visi “Building Tomorrow”

Dalam lanskap perubahan ini, sejumlah pengembang mulai mengambil peran lebih strategis dalam membentuk masa depan kota. Salah satunya adalah PT Indonesian Paradise Property Tbk. melalui visinya, Building Tomorrow.

Paradise Indonesia melihat bahwa properti tidak cukup hanya menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga harus mampu mengantisipasi kebutuhan masa depan. Pendekatan ini diwujudkan melalui pengembangan iconic lifestyle destination—kawasan yang tidak hanya memiliki nilai arsitektural, tetapi juga menghadirkan pengalaman hidup yang utuh.

Transformasi ini semakin ditegaskan ketika Paradise Indonesia memperkenalkan kampanye “Building Tomorrow” bertepatan dengan ulang tahun yang ke-21. Kampanye “Building Tomorrow” ditujukan untuk menjadikan Paradise Indonesia “a new emerging top of mind brand” dalam dunia properti development di Indonesia.

“Kami merasa penting untuk memiliki identitas yang selaras dengan visi dan prioritas baru perusahaan,” ujar Anthony Prabowo Susilo, President Director & CEO Paradise Indonesia. Melalui kampanye ini, Paradise Indonesia menempatkan desain, pengalaman, dan keberlanjutan sebagai satu kesatuan.  

Dalam kerangka Building Tomorrow, desain modern menjadi bentuk interpretasi dari komitmen untuk terus bergerak maju—tidak hanya secara visual, tetapi juga dalam cara ruang diciptakan dan dihidupi. Terus mengembangkan sektor mix use buildings dan lifestyle experience dengan penekanan pada desain berkelanjutan yang mengembangkan nilai-nilai ESG.

Melalui pengembangan mixed-use, integrasi ruang terbuka hijau, serta pendekatan desain yang berpusat pada manusia, Paradise Indonesia berupaya menghadirkan ruang yang tidak hanya fungsional, tetapi juga relevan dengan gaya hidup urban yang terus berkembang.

Di sini, keberlanjutan tidak berdiri sendiri sebagai konsep teknis, tetapi menjadi bagian dari pengalaman sehari-hari—bagaimana seseorang tinggal, berinteraksi, dan merasakan lingkungannya.

Baca Juga: Bersinergi dnegan Alam Antasari Place Pertemukan Konsep Urban dan Resor

Kawasan mixed-use modern dengan ruang terbuka hijau sebagai konsep properti berkelanjutan di Indonesia. Hotel pun berkembang menjadi bagian dari gaya hidup. (Foto: Dok. Ranahrumah.com)

Menuju Masa Depan Kota yang Lebih Manusiawi

Pada akhirnya, masa depan kota tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat ia tumbuh, tetapi oleh bagaimana ia dirancang untuk manusia.

Properti hari ini bukan lagi soal ruang, tetapi tentang bagaimana kehidupan dibentuk di dalamnya.

Properti, dalam konteks ini, memiliki peran yang jauh lebih besar dari sekadar investasi atau infrastruktur. Ia menjadi medium yang membentuk cara hidup, cara berinteraksi, dan bahkan cara kita memahami ruang.

Melalui pendekatan yang mengedepankan keberlanjutan, pengalaman, dan konektivitas, arah baru pengembangan properti mulai terlihat lebih jelas—bukan hanya membangun untuk hari ini, tetapi merancang kehidupan untuk masa depan.

Dan mungkin, di situlah makna sesungguhnya dari building tomorrow. (RR)

Baca Juga: 23 Paskal Shopping Center: Ikon Bangunan yang Mengubah Pola Hidup Masyarakat Bandung

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom