Bantal yang Tepat Bukan Sekadar Empuk, Ini Cara Memilihnya agar Leher Tetap Nyaman Saat Tidur

Bangun tidur dengan leher pegal sering dianggap sebagai akibat “salah tidur”. Padahal, bisa jadi masalahnya justru ada pada bantal yang menemani tidur selama berjam-jam.

Bantal untuk tdur
Kenyamanan tidur dapat dimulai dengan memilih bantal yang tepat.

Ranahrumah.com – GAYA HIDUP | Bantal mungkin hanya benda kecil di atas tempat tidur. Namun, setiap malam kepala dan leher kita menghabiskan berjam-jam di atasnya. Karena itu, ketika bangun tidur leher terasa kaku atau pegal, bantal sebenarnya layak menjadi salah satu hal pertama yang diperiksa.

“Kayaknya salah bantal”. Kalimat ini memang sering kita dengar. Tetapi, di balik ungkapan sederhana itu ada hal yang menarik: bantal yang tidak sesuai dengan tubuh dan posisi tidur bisa membuat kepala dan leher berada dalam posisi yang kurang nyaman selama tidur.

Bantal, Benda Kecil yang Menopang Leher Semalaman

Saat tidur, bantal menjadi penopang kepala sekaligus membantu mempertahankan posisi leher. Karena itu, memilih bantal seharusnya tidak hanya berdasarkan rasa empuk atau tidaknya ketika disentuh.

Bantal yang terasa sangat empuk belum tentu paling nyaman untuk tubuh. Sebaliknya, bantal yang terasa lebih padat pun belum tentu cocok untuk semua orang.

Yang dicari sebenarnya adalah dukungan yang sesuai dengan tubuh dan posisi tidur.

Baca Juga: Inspirasi Rangka Tempat Tidur Adjustable Dilengkapi Storage

Posisi Leher yang Perlu Dipertahankan Saat Tidur

Ketika berdiri, tulang belakang dan leher berada dalam posisi alaminya. Saat berbaring, posisi tersebut berubah karena tubuh berada dalam bidang horizontal.

Di sinilah bantal tidur berperan.

Bantal yang terlalu tinggi dapat membuat kepala terdorong ke depan, sedangkan bantal yang terlalu rendah dapat membuat kepala terlalu menengadah. Dalam kedua kondisi tersebut, leher bisa berada dalam posisi yang kurang ideal selama berjam-jam.

Posisi tidur juga ikut menentukan.

Saat tidur telentang, bantal sebaiknya menopang kepala dan lekukan alami leher tanpa membuat dagu terlalu menunduk atau mendongak. Sementara ketika tidur menyamping, bantal perlu mengisi ruang antara kepala dan kasur agar leher tetap berada dalam posisi relatif lurus.

Jadi, bantal yang tepat bukan berarti bantal yang paling empuk, melainkan bantal yang mampu memberikan dukungan sesuai posisi tubuh untuk memberikan kualitas tidur yang maksimal.

Apakah Tidur Tanpa Bantal Lebih Baik?

Belum tentu.

Tidak semua orang membutuhkan bantal dengan karakter yang sama, tetapi menghilangkan bantal bukan otomatis membuat posisi leher menjadi netral.

Kebutuhan penopang juga dipengaruhi oleh posisi tidur dan bentuk tubuh. Karena itu, yang lebih penting bukan apakah seseorang menggunakan bantal atau tidak, melainkan apakah posisi kepala dan leher terasa nyaman dan tidak tertekuk secara berlebihan.

Selanjutnya: Bentuk Tubuh Ikut Menentukan Bantal yang Cocok (Halaman 2)